Home / Berita / Tanty: Saya Pilih Berjilbab

Tanty: Saya Pilih Berjilbab

tanti dipecat gara2 jilbab
Tanty Dipecat Gara-Gara Berjilbab

dakwatuna.com – Surabaya, Berjilbab adalah harga mati bagi Tanty karyawan BPR Bank Angga Kota Probolinggo Jatim yang dipaksa mengundurkan diri oleh direktur utama bank tersebut. Tidak bekerja lagi di bank bukan sebuah kerugian besar bagi dirinya dan keluarganya daripada harus melepas jilbab yang diakuinya telah memberikan ketenangan dalam berumah tangga.

”Saya akan pilih melepas pekerjaan daripada harus dipaksa melepas jilbab saya. Karena jilbab bagi saya adalah bagian dari pada ibadah kaum perempuan muslimah, apalagi dipaksa karena tampat kerja saya yang punya duit non muslim. Suami meminta mundur dari pada jilbab terlepas,” cetus Tanty Wijiastuti (36 tahun) Selasa (8/12)

Diakuinya, tekanan dan teror agar karyawan tidak berjilbab dengan alasan pemegang saham 90 persen non muslim itu sudah lama dilakukan oleh menajemen. Tetapi dirinya mengaku heran mengapa bank semacam ini bisa berdiri di Kota Probolinggo yang sebagain besar masyarakatnya muslim.

”Dibayar berapapun kalau kami disuruh melepas jilbab akan kami tolak. Karena saat ini kami sedang akan dimediasai oleh Bank Indonesia di Malang untuk mendudukkan maslah yang saat ini sedang terjadi dan diketahui banyak orang muslim di Indonesia,” katanya.

Alasan lain jilbab dilarang karena Bank BPR bukan bank Syariah yang sekarang sedang digalakkan oleh pemerintah. Dan itu, kata Tanty dilontarkan sendiri oleh Angga Surya Wijaya pemilik bank tersebut bahwa karyawan dilarang menggunakan jilbab, jika melanggar lebih baik mundur atau di pecat.”Penindasan semacam ini sudah kerap dilontarkan oleh pemilik bank bernama Angga Surya Wijaya kepada karyawanya termasuk saya,” imbuhnya

Dikonfirmasi terpisah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya siap meng-advokasi korban PHK korban arogansi perusahaan perbankan ini. Karena masalah tersebut adalah pelanggaran besar karena telah mencederai hak asasi umat beragama yang paling mendasar.

”Perlindungan terhadap pemeluk agama untuk menjalankan ibadahnya dinyatakan tegas oleh UU Ham no 39. Jika hal ini dibiarkan maka bukan tidak mungkin Indonesia yang sebagain besar masyarakatnya muslim ditindas oleh non muslim yang rata-rata menjadi pemegang kendali ekonomi yang berkaitan erat dengan hajat hidup masyarakat yang hidup serba berkekurangan,” ungkap Syaiful Arif Direktur LBH Surabaya.

LBH Surabaya meminta, agar pihak Dinas Tenaga Kerja (disnaker) Kota Probolinggo segera mempersoalan Bank tersebut. Karena masalah yang menimpa Tanty ini bisa menyulut umat muslim lainya untuk melakukan tindakan yang akan mengganggu stabilitas. ”Pelarangan berjilbab kemudian diikuti dengan tindakan memecat akan bisa menyinggung perasaan umat muslim yang lain. Karena masalah ini bisa mereka katagorikan sebagai penghinaan terhadap ajaran umat muslim,” pintanya.

Selain itu, LBH meminta agar pemerintah segera mengevaluasi aturan perusahaan yang bisa melegalkan secara internal untuk melakukan pemecatan terhadap karyawanya ini. Sebab peraturan yang melanggar aturan di atasnya sebenarnya adalah batal demi hukum.

”Tentu aturan perusahaan itu batal demi hukum, karena melanggar undang-undang di atasnya. Pemerintah harus segera melakukan tindakan secara tepat, apalagi kejadian ini berada di Probolinggo yang mempunyai basis Islam kuat,” tandasnya

Pihaknya juga mendesak kepada MUI agar melakukan analisa secara hukum syariah untuk mengeluarkan fatwa bahwa tindakan tersebut tergolong menyesatkan atau tidak. Karena sekarang pemerintah sedang menggalakkan saling menghormati pemeluk agama.

”Bisa saja kan apa yang dilakukan oleh bank ini tergolong melakukan penistaan terhadap ajaran agama. Intinya MUI juga harus bekerja agar secara syariah masalah ini tegas dan dikemudian hari tidak terulangdan menjadi melebar mejadi isue sara,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur BPR Bank Angga, Anis Ihtiarti mengelak jika manajemen melakukan pemecatan terhadap Tanty Wijiastuti. Anis juga membantah kalau perusahaannya telah menerapkan aturan soal larangan terhadap karyawan yang memakai jilbab.

”Itu nggak bener Mas, kami hanya menghimbau saja,” tepisnya. ”Nasabah kita sebanyak 96 persen berasal dari muslim,” tambahnya. uki/kpo/RoL

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (32 votes, average: 9,09 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • afi sofiyati

    kasus tanty sangat ironis…di negara yang mayoritas muslim kok dilarang pake jilbab…..nggak ngerasa tah…nasabah bank tsb kan orang muslim…hmmm dimana rasa toleransinya ya????

  • Pelarangan berjilbab sama dengan pelanggaran HAM. Sebaiknya sdr. Tanty lapor pada pihak lembaga penegak hukum. Kalau tiak terkait dengan keslahan lain, maka sebaiknya pengunduran diri sdr diusut tuntas, jangan2 sdr Angga pemimpin BPR tersebut tidak mengerti HAM, alias sdr Angga warga negara bohong2 an. / Aspal.

  • Ginihari ngeluarin aturan larangan berjilbab karena mayoritas pemiliknya non muslim ? Malu dong, coy ! Cari makannya di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama muslim. Kecuali di negeri Engkong Kafirun sana, boleh-2 aja cuma pakek benang selembar juga. Gak bakal ada yang marah jo, wong tinggal jebur ke neraka.

  • Semoga Alloh SWT selalu memberi kekuatan kepada Ustadzah Tanty yang baru mendapat ujian dari Alloh SWT.Amien

  • opik th

    Langsung saja di hukum, hare gene.. masih ngelarang pake jilbab.. cape dech,, Maju terus Bu tanty n Buat muslimah yang lain tap Komitmen dan SEMANGAT..!!!!

  • rafael m fadillah

    Tawakal aja mbak Tanty. Insya Allah, hikmahnya lebih baik daripada bekerja di bank seperti itu…

  • Kenapa Dinas2 terkait, dlm hal ini Disnaker tidak bisa membantu untuk menyelesaikan masalah ini? dan pada akhirnya. Kasus2 seperti Ibu Tanty akan banyak dialami oleh Muslimah yg dgn keimanannya tetap mempertahankan jilbab yg notebene adalah suatu kewajiban bagi setiap muslimah. Mdh2an pelajaran ini akan membuka mata, bahwa sesungguhnya Allah tidak akan tidur. dan Allah pasti akan mengganti rezeki yang lebih baik bagi Ibu Tanty dan Muslimah2 yg tetap mepertahankan jilbabnya. Allahu akbar

  • suhandi

    Di Negara yang bermayoritas Islam, yang pemimpinnya juga mayoritas beragama Islam, masalah Jilbab saja nggak bisa dituntaskan. Masa kalah sama Minoritas.
    mBak Tanty, Alhamdullillah mBak telah mengabil keputusan yang tepat, karena semua nya nggak ada yang kebetulan. Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba Nya.

  • Afif Amrullah

    Diakuinya, tekanan dan teror agar karyawan tidak berjilbab dengan alasan pemegang saham 90 persen non muslim itu sudah lama dilakukan oleh manajemen.

    Dikonfirmasi terpisah, Direktur BPR Bank Angga, Anis Ihtiarti mengelak ”Itu nggak bener Mas, kami hanya menghimbau saja,” tepisnya. ”Nasabah kita sebanyak 96 persen berasal dari muslim,” …

    g bener gimana, dikonfirm pemegang saham 90 persen ko jawabnya nasabah 96 persen, g bisa bedain pemegang saham ma nasabah y?

  • pebri

    assalam…
    Sebenarnya ada hikmahnya yakni Ibu Tanty tidak cocok bekerja di bank konvensional (bank ribawi). Karena itu bersyukurlah tidak bekerja lagi di bank konvensional. Bukankah sudah ada BPR Syari’ah ini lebih baik bagi Ibu Tanty dan keluarga.
    wassalam

  • Mieka Nenci

    yang paling penting adalah dimana kekuatan pemerintah yg dengan UUD pasal 29 ayat 2,
    padahal berjilbab juga salah satu ibadah yg harus dilakukan umat muslim, tapi kita seolah tdk mendapat
    ruang utk itu…sedangkan org2 diluar kita memakai busana seenaknya dan tidak di komplain.

  • madi

    Inilah Pengusaha jadi Penguasa yg diterapkan adalah Hukum Rimba sedang demokrasi hanyalah Kedok yang tak akan pernah peduli malah umat ter-cabik2 Aqidahnya.Percayalah bahwa Institusi islam akan kembali bangkit dgn khilafah bukan president

  • andips

    Semoga Allah Memberkahi Ibu Tanty. Bagi yang punya modal, bisa bikin BPR Syariah di Probolinggo? Kalo sudah ada, BPR Angga diboikot aja….Nanti juga bangkrut sendiri….

  • pengamat

    Membangkrutkan suatu usaha itu gampang, jangan jadi member….. jangan beli produknya, jangan menabung. gampang khan…..

    • tasnim

      betul kita boikot bagi usaha yang keterlaluan. lawan jangan takut

  • faqih ashshiddique

    apa itu perorangan, ormas, perusahaan, institusi negara dan yg lainnya dengan terangan2an atau sembunyi melarang berjilbab, padahal bagi umat islam jilbab suatu kewajiban, jadi semuanya itu udh melanggar hak2 dasar agama dan melanggar HAM. Sebagai muslim punya kewajiban untuk mempertahankan dan menjaganya sampai mati…

  • tasnim

    yang mecat kurang ajar banget, nggak tahu neraka apa coba cek dan culik aja beres

Lihat Juga

Ilustrasi. (financialounge.com)

Bank Syariah Harus Optimalkan Fintech

Figure