Home / Berita / Tiga Perawat Akan Dipecat karena Berjilbab

Tiga Perawat Akan Dipecat karena Berjilbab

Tiga perawat berjilbab (inilah.com /Wirasatria)
Tiga perawat berjilbab (inilah.com /Wirasatria)

dakwatuna.comWajah tiga perempuan ini begitu tenang. Ada keyakinan yang sedang mereka perjuangkan. Meski, untuk itu mereka harus membayar mahal: dipecat setelah 15 tahun mengabdi. Suharti, Sutiyem dan Wiwin Winarti tak banyak bicara. Senin siang (7/11), ketiga wanita ini mendatangi Komnas HAM. Mereka sedang memperjuangkan keyakinannya: jilbab.

Tiga wanita ini adalah perawat di Rumah Sakit Mitra Internasional, Jatinegara, Jakarta Timur. Saat ini, mereka sedang menunggu proses pemecatan resmi dari tempat dimana mereka sudah 15 tahun mengabdi.

Suharti, 42 tahun, Sutiyem, 36 tahun dan Wiwin Winarti, 40 tahun terpaksa menuntut keadilan lewat Komnas HAM. Ketiganya mengaku telah dizalimi keyakinannya.

“Saya masih ingin tetap bekerja di RS Mitra Internasional. Saya merasa ini cubitan dari Allah, teguran dari Tuhan karena kelalaian saya di masa lalu. Saya harus tabah menghadapi cobaan ini,” kata Suharti, perempuan yang mulai berjihad mengenakan jilbab sejak 2000 ini.

Ya, Suharti dan dua temannya, sudah mendapatkan Surat Peringatan 1, 2 dan 3 dari RS Mitra Internasional. Artinya, secara administratif ketiganya sudah layak untuk diproses PHK.

Saat ditanya, kenapa mereka di-PHK? Jawabannya sama: jilbab!

M Luthfie Hakiem, pengacara dari ketiga perawat ini mengatakan, ada prosedur yang tidak sesuai di RS Mitra Internasional.

”Pertama, soal dikeluarkannya SP-1 sampai SP-3. Dalam perjanjian kerja, tiap SP baru bisa dikeluarkan dalam waktu 6 bulan,” katanya.

Tapi, kenyataannya SP-1 sampai SP-3 keluar hanya dalam waktu dua minggu. Selain itu, ada masalah prinsip. Yaitu, tentang alasan pemecatannya.

”Hanya karena ketiga perawat ini tidak memasukkan jilbab mereka. Padahal, di SOP perusahaan, tidak ada aturan itu,” kata Luthfie.

Suharti mengangguk. Juga kedua temannya, Wiwin dan Sutiyem. Mereka bercerita, sejak bulan Januari 2009, RS Mitra Internasional mengeluarkan izin bagi karyawatinya untuk mengenakan jilbab.

Ijin pemakaian jilbab itu sendiri baru dikeluarkan setelah ada tuntutan dari karyawan.

Nah, saat itu Suharti dan beberapa temannya sempat mengajukan usulan disain untuk seragam bagi mereka yang berjilbab, yang sedang dirancang oleh seorang disainer dari Bandung.

Rupanya, pihak manajemen rumah sakit sudah mempunyai disain sendiri. Kemudian, disain itu menjadi aturan pemakaian jilbab bagi karyawati RS Mitra Internasional. Yaitu, jilbab dimasukkan ke dalam kerah dan baju yang tidak sampai ke pergelangan.

Atau, dalam sebutan mereka, itu adalah jilbab gaul karena masih memperlihatkan lekukan bentuk bagian dada. Di sinilah masalah muncul.

Sebab, disain itu dinilai tidak sesuai dengan aqidah yang diyakini. Beberapa perawat dan karyawati RS Mitra Internasional tidak sepakat dengan disain itu. Akhirnya, mereka memilih untuk tetap mengenakan jilbab yang mereka yakini benar secara syariah. Yaitu, jilbab longgar yang justru harus menutupi lekukan tubuh.

”Apa yang kami lakukan dan kenakan ini, yaitu jilbab yang lebar hinga menutup dada, adalah sesuai dengan tuntutan syariah seperti yang ada dalam Al-Quran,” kata Suharti, dan diiyakan oleh dua temannya.

Pilihan ini beresiko. Tiga perawat ini diintimidasi. “Sepuluh kali dipanggil HRD, diintimidasi dengan pertanyaan: Kamu nggak takut digeser? Saya dilarang menggunakan jilbab yang benar menurut keyakinan saya. Semua disertai dengan ancaman,” kata Suharti.

Pernah, ketiga perawat ini memakai jilbab yang tidak terlalu longgar. Mereka memakai jilbab bandana dan jilbab yang dimasukkan ke dalam baju. Tapi, mereka ingat syariah.

“Kami sudah ikuti aturan itu, termasuk kewajiban memakai bandana dan pakaian ketat. Tapi menurut keyakinan kami, berjilbab yang sesuai syariah adalah jilbab yang menutup dada hingga tak terlihat lekukan tubuh, seperti tercantum dalam Al-Quran,” kata Suharti, bersemangat.

Mereka juga mengenakan seragam berkerudung lebar menutup hingga sebatas punggung. Juga mengenakan kaos kaki untuk menutup telapak kakinya.

“Alasan pihak perusahaan terlalu dibuat-buat, yaotu menuntut agar kerudung mereka dimasukkan ke dalam baju. Jadi, tidak ada persoalan dalam performance atau keluhan dari pasien,” kata M Luthfie Hakim, pengacara dari tiga perawat ini.

Artinya, model kerudung yang dikeluarkan di baju atau dimasukkan ke dalam baju, tidak diatur dalam SOP perusahaan.

Apalagi, peraturan jilbab itu telah disertifikasi oleh MUI.

“Kami mengira ada manipulasi sertifikasi halal berpakaian versi MUI oleh RS Mitra Internasional,” tegas Luthfie, yang pernah menjadi pengacara mantan Danjen Kopassus Muchdi PR.

Komisioner Komnas HAM, Johny Nelson Simanjuntak yang menerima pengaduan tiga perawat ini, berjanji akan menindaklanjuti kasus ini. Dia menjanjikan tiga hal.

Pertama, akan menegur RS Mitra Internasional untuk lebih menghargai keyakinan karyawana. Kedua, menegur Disnaker Jakarta Timur untuk tidak memperantarai dan melanjutkan proses pemecatan terhadap ketiga perawat ini. Ketiga, menegur Serikat Pekerja RS Mitra Internasional karena gagal menjalankan fungsinya dalam membela hak anggotanya.

“Kita berharap mereka mendapat keadilan dan meminta sertifikasi halal pakaian RS Mitra Internasional ditinjau kembali. Karena sertifikasi itu telah dimanipulasi untuk memecat karyawannya,” kata Luthfie.

Ketika ditanya dari mana mereka bisa meyakini bahwa jilbab yang mereka kenakan itu sesuai syariah, Suharti menjawab:”Saya dan Mbak Wiwin rutin ikut liqo (kajian agama yang rutin diselenggara oleh PKS). Tapi kami berbeda murabbi,” Ujar Suharti sambil melirik Wiwin.

Mereka mengatakan bahwa mereka adalah kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, mereka mengaku sebelumnya mereka tidak berteman. Mereka baru berteman dekat ketika dipersatukan oleh kasus pemecatan ini.

“Sebetulnya kami berhasil menggalang sekitar sebalas orang, namun yang tersisa hanya tinggal kami bertiga. Seperti seleksi alam,” ujar Suharti kepada INILAH.COM di Komnas HAM, Jakarta, Senin (7/11).

Sampai berita ini diturunkan, pihak manajemen RS Mitra Internasional masih tidak mau dikonfirmasi. INILAH.COM hanya diberi jawaban bahwa direksi dan HRD sedang tidak ada di tempat oleh staf di resepsionis. (inilah/ims)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (119 votes, average: 9,37 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • badri

    yg membuat aturan seperti itu, kirim aja ke negara israel,….. jgn2 yg punya yahudi lagi, kl benar yahudi pasung dan diarak aja keliling monas

  • Septi Faiffaniati

    Pertahankan Komitment Ummy…Sebagai muslimah ana mendukung ummy untuk mempertahankan syariah yang telah di anjurkan Allah SWT.
    Allahu Akbar!!!
    Rizky Allah tak hanya di sana!

  • khairul wajdi

    kok masih ada orang/perusahaan yg sempit dalam memandang busana muslimah…
    kalo mereka tetap ingin menjalankan aturan zionis, kita adakan gerakan BOIKOT RS GROUP MITRA..
    Ayooo..

  • riska rendra

    masih aja yg kaya gini jadi masalah…mdh2an MUI bisa bertindak tegas dan semua pimpinan bangsa memperhatikan hak para karyawan/ti utk mengamalkan keyakinannya.

  • arysty

    sabar dan tawakal menjadi tenaga di saat sulit, permasalahan ini selalu menggelayuti di persada tanah air ini….semoga Allah swt menguatkan perjuangan mereka……ada banyak perawat dibelakang saudara yang menuntut hak yang sama seperti anda…..dan semoga MUI memberi perhatian yang lebih baik….

  • fera

    subhanallah…istiqomahlah ya ummy yg berprofesi sbgai perawat. tindkan ummy2 perwat termasuk membela keyakinan kita..mengeksistensikan jilbab y sesuai syar’i dlam profesi perwat memang msh sangat bnyak dibutuhkan org2 sperti ummy…hal ini bukn hanya terjdi di RS y bersangkutn..msh ada RS lain y melakukan kbjakan tentg bsna prwaty termsuk y berjilbab..sekdar info u mhssi perwat sj ada ketentuan kilbab mrka(jilbab pbagian dr kampus) y tdk sesuai syar’i.

  • fera

    dengan alasan spya tdk mengganggu pkrjaan prwat. ada lg, ntah itu kebjakan RS ataulah hany prwt2 tertntu y membijakkannya..dlm rungan OK(operasi) tdk dbenarkan memakai JILBAB..alhasil msswi praktek y istiqmah dg jilbaby alias akhwat y praktek druangn itu hrs mengganti jilbabnya dg tu2p kpla n masker y biasa dipakai diOK…astaghfirulah al’azim..ALLAH lebih tahu kebijakkan y sudah ditetapkan pada mnusia termasuk jilbab u perempuan…Ya Allah siapapun orangy y pernah memberlakukan hal seprti itu,

  • apa?? aku tak percaya aku setuju dengan mereka bertiga yg selallu memathui agam ajagn biarkan merusak moral mereka karena melapas jilbab…… biarin di pecat yg penting nantui ada abalasannya sendiri….
    mereka itu tak tahu dosa jadi yah seperti itu mereka sedang dalam proses di hantui dan kesetanan jaid mereka memecat degn seenaknya aja.. SEMNAGAD JAGAN MENYERAH PASTI AKAN MENDAPATAKAN PEKERJAAN YANG LEBIH BAEK AKU YAKIN BGD.
    HIDUP JILBAB

  • fera

    menyesal telah melakukannya n justru akan menjadi pengikut penyebar dakwah jilbab ini…diRS itu sendiri tentunya n y lain.amin ya Allah. tp ana ada kmtar pd jwban k3 ummy y mengatakan kmi rutin ikut liqo(kajian agama rutiny diselenggarakn oleh PKS), mnrut ana dg mengatakn jwban itu justru ada phak2 y tdk suka pd PKS menyalah gunakan pernyataan itu. sebnrnya ada tdk adanya PKS tuntutan u tarbiyah akan berjlan trus jika ingin mlhat ISLAM ini kmbli bjasa n slh stuy adlah jilbab y syar’i.

  • Assalamu ‘alaikum wr wb

    Semoga Ustadzah-ustadzah yang menjadi perawat di Rumah Sakit Mitra Internasional, Jatinegara, Jakarta Timur diberi kekuatan oleh Alloh SWT.Yakinlah Alloh tidak pernah tidur ,pasti dan pasti Alloh akan memberi rezeki dari jalan lain serta tindakan sebagian manusia yang tidak mendukung aturan Alloh Insya Alloh akan dibenci oleh Alloh.Semoga Alloh SWT selalu memberi kekuatan kepada kita dalam rangka melaksanakan perintahnya.Amien

    Wassalamu ‘alaikum wr wb

  • seno wahyudi

    jangan menyerah …terus berjuang.

  • maranai

    Sungguh tidak layak disebut sebagai rumah sakit internasional kalau ternyata aturannya jauh dari keintenasionalan.,., dan lebih tidak layak lagi rumah sakit seperti itu berada dibumi Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim.
    Pemerintah harus bertindak tegas dong,., jangan tinggal diam,.,. tindak tegas tu oknum-oknum RS Mitra Internasional.
    Bravoooo.,.,. perjuangkan terus sekalipun harus bersimbah darah!!!

  • Asep Setiawan

    Alloh beserta orang-orang yang sabar. saya mendukung hak ummi bertiga untuk tetap meminta hak sebagai warga negara yang dijamin undang-undang untuk melaksanakan tuntunan agamanya. Alangkah akan menjadi keberkahan jika MUI yang menjadi pelindung umat islam juga turun tangan dalam memberikan fatwa tentang jilbab yang memenuhi syariah. Alangkah hebatnya jika ada lembaga yang meneliti tentang jilbab yang menutup dada dalam hubungannya dengan pelayanan kesehatan. Siapa yang mau menggalang simpati?

  • Patra

    Ingatlah kepadaKu, maka Aku (Allah) akan dekat kepadamu. Dan Bersyukurlah kepadaKu, dan Janganlah kamu Ingkar.
    Hai Orang2 yang beriman!! Mintalah pertolongan Allah dengan Shabar (tiada Batas) dan Shalat.
    Allah bersama Orang-orang yang Shabar.

    Berjuanglah saudari2ku, itu adalah batu loncatan untuk meninggikan derajatmu di Sisi Allah SWT

  • lha wong sudah bekerja bertahun-tahun kok ada pemecatan dan itu yang kena phk orang-orang yang memakai jilbab, ada apa tho dengan jajaran direksi RS Mitra Internasional? mbok ya introspeksi diri ?bumi ini milik Allah, yang sementara Allah sendiri memberikan rezeki ke semua golongan manusia tanpa membedakan, kenapa Anda membedaka-bedakan???bersabarlah Ibu-ibu, Allah sedang menguji kita?berdoa & berusahalah bu semoga Allah membantu usaha ibu-ibu…….

  • suparni

    Teruskan perjuanganmu jangan pernah menyerah, Segala yang baik pasti akan ada jalan.Kebenaran pasti akan terlihat,

  • Endi

    Allahu Akbar… Berjuanglah terus Kader2 Dakwah.. pertahankan terus keyakinan ini, Jangan biarkan mereka menang dengan Kezholiman mereka.. Jutaan Orang akan mendukung .. dan yang paling penting adalah yakin.. Allah akan Melindungi dan Menolong Ukhti Sekalian.. Allahu Akbar..Allahu Akbar.. Allahu Akbar…

  • ical

    ini salah satu bentuk agenda perang salib yang mereka lancarkan atas nama toleransi & ini terjadi hampir di seluruh belahan dunia islam maka bagi seluruh muslimin/muslimat, berjuanglah raihlah 1 dari 2 kebajikan isy kariman aumut syahidan……………….. ALLAHU AKBAR 3X………………

  • Hari gini masih ada yang mecat orang karena pake jilbab??? Bagun! Hari sudah terang!

  • abu asma

    sabarla ukhifillah. karna dibalik semua ada hikma yang tajam…… ana dukung anti semua ALLAH HUAKBA

  • Kebaikan, Kebahagiaan, Keberkahan tidak hanya didapat jika kita bekerja di suatu instansi/perusahaan, di tempat lain juga bisa, selama kita masih berada di rel jalanNya, Kepada ibu-ibu sekalian yang mendapat ujian ini, semoga mendapat kemudahan dan diberi petunjuk jalan hidup yang lebih baik dari sebelumnya oleh Alloh SWT…..

  • Saya Heran………RS ini kok Ngurusin JILBAB sich………Bukannya RS itu tugasnya Ngurusin “PASIEN YANG SAKIT” …….OH…..Apa Mungkin Pikir RS ini Kalu Ada Perawat Yang Pake Jilbab ” Pasien Tdk Sembuh “…wakakkkkkkkkkkk…..Kalau Gitu Perawatannya Pake BIKINI AJA Biar RS Cepet Laku dan Banyak Duit Dari Kedatangan Pasien Yang Pengen Lihat Perawat Berbikini……….

    EMANG DUNIA UDAH KEBALIK YACH……DEKET KIAMAT KALI
    UNTUK IBU-IBU PERAWATAN MAJU TERUS…ALLAH BERSAMA ORANG-ORANG…

  • Larangan berjilbab di berbagai institusi swasta ahir2 ini makin sering terjadi. Pemakaian jilbab/pakaian yang menutup aurat, adalah hak asasi manusia ( sama dengan memeluk agama ) yang dijamin kebebasanya di Negara Indonesia yang berazaskan Pancasila. Saya yakin para pemimpin institusi yang melarang pemakaian jilbab tearsebut memahami hal tsb, sepanjang mereka warga negara RI.yang benar , bukan ASPAL.

  • Kepada Mbak Wiwin Cs, bertahanlah pada perinsib, teguh dalam menjalankan amanah, istiqomah. Allah Swt. selalu melindungi orang-orang yang istiqomah.

  • Pasien muslim gak usah bingung, jika kangen dirawat suster berjilbab yang sopan dan cantik-cantik, berobat aja ke rumah sakit yang jelas-jelas Islami, banyak kok di Indonesia tinggal pilih.

  • Ustadzah Suharti, Sutiyem, dan Wiwin Winarti, Ana mendoakan antum untuk tetap istiqomah di jalan Allah. Klo memang antum dipecat, ana yakin rezeki Allah akan selalu tercurah lebih kepada Antum. Amiin. Allahu akbar

  • Abu Jundi

    ayo teman2 galangan dukungan kepada mereka dengan membentuk opini publik, caranya gunakan facebook, twitter dll, kirim sebanyak2 sms ke stake holder rs mitra internasional, untuk ukhti, tetap bersabar dan berdo’a semoga Allah SWT memberikan yang terbaik.Allahu Akbar !!!

  • Nanang Suyono

    Hidup ini penuh tantangan, dan pertolongan Allah pasti akan datang………..kemenangan kaum kafir hanya sementara………………kebenaran pasti menang…………Allahuakbar.

  • Asw…Rezeki Allah SWT itu sudah disediakan untuk hamba2-Nya yang mw berusaha.Jadi ketika dipecat karena alasan yang tidak syar’i maka Allah SWT pun telah mempersiapkan ladang rezeki yang lebih baik di tempat yang berbeda.So, dipecat atw tidak..ana hanya mw berpesan keep istiqomah..Allah SWT bersama kita..Allaohu Akbar!!!
    Ana ada usul bwt dukungan di situs jejaring sosial az…biar masyarakat indonesia terbuka mata, pikiran dan hatinya…

  • raden fauzi

    bersabar, wahai saudaraku. Allah hendak menaikkan derajat mu

  • Zidane

    Kenapa tidak resign saja Mbak? Kan enak bisa dapat pesangon. Setelah itu kerja lagi di RS lain.
    Istri saya, saya minta resign waktu dia kerja di Bank. Bank = Riba = Haram. Dan saya tidak bisa membuat Bank tempat istri saya bekerja jadi Syar’i.. Jadi resign adalah pilihan terbaik.
    Jangan protes melulu ke Perusahaan dong! Gimanapun sudah 15 tahun Mbak2 dapat rejeki dari Allah melalui perusahaan tsb..

  • Dody Nurdiansyah

    Saya juga punya ibu yang bekerja dirumah sakit ini, namun berbeda kota yaitu di RS Surabaya Internasional.
    Ibu juga pernah bercerita tentang peraturan pemakaian jilbab.

    Kata ibu saya, kalau saat operasi berlangsung, maka perawat yang berjilbab panjang harus memasukkan jilbabnya kedalam kerah agar tidak menggaggu selama proses operasi, namun apabila sekedar berjaga atau menjadi recepsionist, atau diposisi yang lain, maka hal tersebut (berjilbab panjang) tidak dipermasalahkan.

  • Zidane

    Kenapa tidak resign saja Mbak? Kan enak bisa dapat pesangon. Setelah itu kerja lagi di RS lain.
    Istri saya, saya minta resign waktu dia kerja di Bank. Bank = Riba = Haram. Dan saya tidak bisa membuat Bank tempat istri saya bekerja jadi Syar’i.. Jadi resign adalah pilihan terbaik.
    Jangan protes melulu ke Perusahaan dong! Gimanapun sudah 15 tahun Mbak2 dapat rejeki dari Allah melalui perusahaan tsb..

  • Assalamualaikum WW.

    Ikhwan & Akhwat Sekalian….
    Alangkah baiknya kitat. selaku hamba Allah yang beriman tidak berburuk sangka kepada hamba Allah yg lain, mengeluarkan kata-kata yang jauh dari hikmah Wal wan’i dhotil khasanah, apalagi berburuk sangka.

  • Lanjutan……

    Kita. baru tahu dari satu sumber, dan akan lebih baik lagi. kalau kita. mendengar dari sumber yg lain. Kalau kita mendengar apa yg disampaikan oleh Bpk. KH. ma’ruf Amin (Ketua MUI) di harian Republika, malahan beliau mengatakan bahwa masalah jilbab yang kita perbincangkan sudah bukan merupakan isu lagi. Waalahu a’lam bissowab.

    Wassalam.

  • Assalamualaikum WW.
    Ikhwan & Akhwat Sekalian….
    Alangkah baiknya kitat. selaku hamba Allah yang beriman tidak berburuk sangka kepada hamba Allah yg lain, mengeluarkan kata-kata yang jauh dari hikmah Wal wan’i dhotil khasanah, apalagi berburuk sangka.

  • dr.laili

    harusnya dedikasi dan skill medis yang lbh diurusin manajemen rumah sakit.sabar ukh…ini cobaan..rezeki Allah SWTada dmana2..

  • Abu Wihdan

    Alhamdulillah, para mujahidah dapat mempertahankan aqidahnya. Yakinlah, bahwa Allah Maha Kaya, jangan takut kehilangan rizki, apa-apa yang sudah jadi bagian kita tidak akan pernah diberikan kepada yang lain. Insya Allah sikap istiqamah akan menjadi dakwah bagi muslimah lain. Dan semoga para pemegang keputusan di RS Mitra Internasional mendapat hidayah Allah. Selamat berjihad wahai saudariku, do’a kami menyertai kalian. Yaa Allah, turunkan rahmat-Mu untuk menolong saudari-saudariku. Allahu…

  • wahyu rahayu

    assalamu alaikum….
    sy adalah mahasiswa keperawatan…z merasa iba dengan adanya hal-hal seperti ini namun itu semua adalah kehendak yang Maha kuasa. za tahu bahwa setiap rumah sakit mempunyai manajemen dan peraturan sendiri namun apakah saLah jika ada beberapa diantara perawat tersebut memakai jilbab yang besar…..?????

  • wahyu rahayu

    seorang perawat mempunyai tugas yaitu bagaimana sehingga klien / pasien itu bisa sehat, menjaga privasi klien, menjaga etika dan tidak mencoreng nama baik rumah sakit…….

    dan skrgmenimbulkan pertanyaan apakah dengan tidak memakai jilbab yg besar merupakan kewajiban bagi seorang perawat……

    slama ini perawat selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk rumah sakit dan pasien dengan selama bertahun – tahun mengabdi kepada mereka, tapi skarang apakah salah kalau mereka memakai…

  • madi

    Inilah negara pengusaha yg hanya ber-pura2 demokrasi.

  • lusy

    Aslm Wr Wb

    semangat ya mbak, yakinlah pertolongan Alloh SWT itu dekat, teruslah berjuang dan semoga mereka mendapat hidayah betapa islam itu indah dan lebih indah lagi jika kita hidup di bawah naungan Al quran.

    WSLm Wr WB

  • terus berjuang ibu2! kami mendukung dan mendoakan kalian! Allah tidak tidur dan pasti akan memberikan pertolongan pd hamba2nya yg bertaqwa..aamiin.

  • Assalamu’alaikum
    Salam ukhuwah, salam kemenangan. Bersabar dan berjuang terus ya Mbak untuk kemenangan da’wah ini… Begitulah mihnatud da’wah yang harus kita hadapi dalam hidup ini. Tapi yakinlah Mba sesungguhnya pertolongan Allah amat sangat dekat. Allahu Akbar!!! Banyak ikhwah yang khan bantu perjuangan Mba baik itu lewat kata2 maupun lewat doa insya Allah

  • anas

    terus berjuang demi kebenaran ajaran islam, Allah SWT selalu bersama orang-orang yang sabar dan benar dalam beragama

  • esthy

    hrsnya rs mitra bisa kena hukuman yang berat bgt karena udah ngelanggar uud 45 pasal 29 tentang keyakinan beragama dan beribadah sesuai dengan syariat yang dianjurkan….

  • Drianto widiyatmoko

    kasus tersebut termasuk pelanggaran HAM. wahai kaum muslimin mana izzahmu

  • diah

    teruslah berada pada jalan kebenaran…Innallahuma”na..jgn menyerah…terus perjuangkan kebenaran ini n Doa
    kami to perjuangan ini….ALLAHUAKBAR

  • M. Kh. Satria

    Subhannallah……, ternyata dizaman ini masih banyak yang berani meninggalkan duniawi demi membela syariah, saya teringat kisah seorang pembantu kaum kafir yang muslimah yang berani mempertahankan islamnya walau harus dimasukkan ke minyak mendidih sekalipun…, Allah SWT tidak pernah tidur,, Ia maha mengetahui, hanya kepada-Nya kita bersujud.

  • hade mulyadi

    ibu,,,,,gak papa koQ ,,,,ALLAH pasti akan membalas koQ,,,,
    yg pntg gak ngLupain kwajiban seorang MUSLIMAH SEJATI di depan UMUM.,.,.,.,.

    ALLAHUAKBAR.,.,.,.

  • Ardian

    Keep fighting untuk tegaknya syariah… Allah SWT bersama Anti semua… Jangan takut dengan kaum Zionis… Allahu Akbar…

  • pengamat

    OALAH…. PEMIMPINNYA ISLAM, MENTRINYA BANYAK YANG ISLAM, PENGUSAHA, KARYAWANNYA JUGA ORANG ISLAM. MENEGAKKAN SYARIAT ISLAM AJA KOG SUSAH YA….. APALAGI POLIGAMI….GEGERAN TERUS KALE YA….
    JANGAN2 PELIHARA JANGGUT JUGA DILARANG…..KACAU DAH…..

  • pengamat

    APALAGI DI PERBANKAN, BIASANYA KARYAWANNYA GAK BOLEH PELIHARA JANGGUT…
    PADAHAL….MAKHLUK YANG DICINTAI SELURUH UMAT, BIASANYA JELANG NATAL, ADALAH SINTERKLAS, YG JELAS-JELAS BERJANGGUT TEBAL…..
    GIMANA DONG ?

  • tasnim

    peretelin aja secara diam-diam orang seperti itu mai pecat aja.

Lihat Juga

Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS, Wirianingsih.

Kontribusi Perempuan untuk Bangsa dan Negara