ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Menjual Semua Hartanya untuk Sedekah, Malah Kaya Raya…

Larangan Swiss Soal Menara Menghina Umat Muslim

30/11/2009 | 12 Zulhijjah 1430 H Please wait
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print
email
Masjid Mahmud di Swiss (flickr.com/lido_6006)

Masjid Mahmud di Swiss (flickr.com/lido_6006)

dakwatuna.com – Kairo. Musfti Mesir Ali Gomaa pada hari Minggu mencela pemungutan suara di Swiss yang melarang pembuatan suatu menara baru. Gomaa menilai hal itu sebagai penghinaan terhadap umat Muslim di seluruh dunia dan dia juga menyeru umat Muslim agar tidak terpancing.

Mayoritas pemberi suara di Swiss memilih untuk melarang pembuatan menara yang berkaiatan dengan masjid dan menjadi tempat adzan dikumandangkan.

“Usul ini … bukan hanya dipandang sebagai serangan terhadap kebebasan untuk menganut kepercayaan, tapi juga sebagai upaya untuk menghina perasaan masyarakat Muslim di dalam dan luar Swiss,” kata Gomaa, pejabat pemerintah Mesir dalam urusan hukum Islam, kepada kantor berita resmi negeri tersebut, MENA dan dikutip AFP.

Ia mendorong 400.000 Muslim di Swiss agar menggunakan dialog dan cara-cara hukum guna menghadapi larangan itu, yang ia gambarkan sebagai tindakan provokatif.

Partai Rakyat Swiss (SVP), yang beraliran tengah dan menjadi partai terbesar di Swiss, telah menggolkan referendum tersebut setelah mengumpulkan 100.000 tandatangan wajib dari pemilih yang sah dalam waktu 18 bulan.

Gomaa juga menyeru umat Muslim agar tak terpengaruh oleh aksi provokasi itu, dan menambahkan Islam memandang umat manusia sebagai satu keluarga.

Mesir dalam negara Arab yang berpenduduk paling padat dan menjadi pusat serangan terhadap Denmark pada 2006, setelah satu surat kabar Denmark menyiarkan gambar kartun Nabi Muhammad SAW.

Umat Muslim di Swiss dan luar negeri mengutuk pemungutan suara tersebut sebagai bias dan anti-Islam. Kelompok pengusaha mengatakan keputusan itu merugikan sikap internasional Swiss dan dapat merusak hubungan dengan negara Muslim serta penanam modal kaya yang melakukan transaksi perbankan, berpegian dan berbelanja di sana.

“Swiss telah gagal memberi tanda yang jelas mengenai keragaman, kebebasan beragama dan hak asasi manusia,” kata Omar Ar-Rawi, wakil integrasi Islamic Domination di Austria, yang menyatakan reaksinya penuh duka dan kekecewaan. (ant)


Topik: , , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (21 orang menilai, rata-rata: 9,52 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • http://azzamudin.wordpress.com wadiyo

    Yaa.. Yahudi dan Nasroni tidak akan senang kepadamu sampai kamu mengikuti mereka….

    Tapi mari dakwah kita jalan terus Insya Alloh Alloh akan menolong kita dan menguatkan kedudukan kita Amien

  • moh padmalaksana

    mungkin, jaman sudah mulai dekat. Yang paling penting bagi umat Islam adalah sabar dan tawakal.Semoga kita tidak tergoda bertindak anarkis atas pelecehan tsb, yang justru akan merusak keimanan kita.

  • umar

    Ada info-info yang kurang: 1) Alasan kenapa mayoritas pemberi suara keberatan dengan pembuatan menara, 2) Apakah Swiss juga melarang pembangunan masjid, 3) Bagaimana kebijakan pemerintah kepada umat agama lainnya dan pembangunan gedung berkaitan dengan tata kota, 4) Policy-policy sebelumnya berkaitan dengan kehidupan keberagamaan, apakah selalu menyulitkan umat Islam, apakah ada kalanya memfasilitasi? Semua ini diperlukan sebagai sarana tabayun agar bisa memahami big picture dengan adil

  • http://www.fsiekonomi.multiply.com fsiekonomi.multiply.com

    turut berduka.

    semoga ke depan ada perbaikan

  • Zayd Nabhan

    Sudah saatnya para aghniya dari negri2 muslim (baca: ARAB), utk segra menutup bank account mereka di swiss dan memindahkannya ke tempat lain. But they will say ( I guess), who care ???

  • tuanku imam bonjol

    keep cool and silent this is just provocation

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Harian Inggris: Ada “Mekah” di Kota London