Home / Berita / Anggota DPR Sambut Baik Pelatihan ESQ

Anggota DPR Sambut Baik Pelatihan ESQ

dakwatuna.com – Jakarta. Sejumlah anggota DPR dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyambut baik pelatihan yang diselenggarakan ESQ Leadership Center dan menilai pelatihan tersebut perlu terus dikembangkan lebih luas sebagai salah satu upaya mewujudkan kualitas manusia Indonesia dengan kecerdasan spiritual yang memadai.

Beberapa anggota DPR dan DPD RI mengatakan hal itu di Jakarta, Minggu, terkait pelatihan yang telah diikutinya sejak Sabtu (28/11).

Pelatihan diawali dengan penandatanganan kerja sama antara DPR, DPD dan manajemen ESQ untuk penyelenggaraan pelatihan lebih lanjut.

Pelatihan ini diakhiri dengan pembelian saham oleh peserta. Meskipun peserta pelatihan kurang dari 200 anggota parlemen, saham yang berhasil dijual lebih 200 lembar dengan harga Rp1,2 juta/lembar.

Harga saham ESQ cenderung meningkat. Tahun 2008 masih Rp1 juta/lembar, kini Rp1,2 juta/lembar. Hasil penjualan saham akan digunakan untuk mendapat program yang telah disusun oleh manajemen ESQ, antara lain membangun gedung bertingkat 25 yang saat ini baru delapan lantai, empat lantai diantaranya telah selesai dibangun.

Anggota DPR dan DPD menyambut positif kegiatan pelatihan kepemimpinan dan pembentukan karakter yang diselenggarakan ESQ. Kegiatan ini menurut sejumlah anggota DPR sangat positif untuk menunjang kegiatan sebagai wakil rakyat di Senayan.

Menurut Anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Theresia EE Pardede, kegiatan ini seharusnya bisa dikembangkan pada instansi-instansi lainnya. Theresia atau There yang selama ini dikenal sebagai penyanyi, menyatakan bahwa hilangnya nilai-nilai spiritualitas bukan hanya di lembaga DPR atau DPD, namun juga di semua lembaga atau instansi pemerintah.

“Kegiatan ini sangat positif mengingatkan kembali akan esensi kehidupan umat manusia untuk selalu berpegang teguh pada nilai-nilai spiritualitas yang selama ini sudah banyak dilupakan orang,” katanya.

Karena itu, kegiatan ini sebaiknya tidak hanya ditujukan untuk lembaga parlemen, tetapi juga untuk semua lembaga negara dan seluruh abdi negara mulai dari guru, lurah, menteri sampai di kalangan Istana. “Jika semua mengikuti, saya yakin negara ini akan menjadi jauh lebih baik,” kata Tere.

Dengan mengikuti kegiatan ini, kata dia, peserta menjadi sadar akan tugas dan tanggung jawabnya karena inti dari kegiatan ini adalah mengingatkan kembali esensi manusia dengan segala kekayaan, jabatan dan relasi yang dimiliki di dunia, tidak akan berdampak apa-apa jika semua yang miliki itu tidak didapatkan dari jalur yang benar.

“Jadi seluruh guru akan mengerti akan tugas dan tanggung jawabnya, polisi pun begitu dan juga semua sektor lainnya. Mereka harus sadar bahwa mereka akan mempertangunggjawabkan semua perbuatannya di hadapan Yang Maha Kuasa,” katanya.

Anggota Komisi I DPR Ri Ramadhan Pohan mengatakan kegiatan dua hari yang diikuti oleh anggota DPR dan DPD telah membuat para peserta yang hadir hijrah menjadi manusia yang lebih baik.

Peserta yang hadir menyadari bahwa sebagai manusia yang merupakan khalifah di bumi, mereka bukan hanya memiliki tanggung jawab terhadap konstituennya, namun juga yang lebih penting adalah pada pencipta-Nya.

“Saya akan menyebarluaskan pentingnya kegiatan ini bagi teman-teman yang belum pernah mengikutinya,” kata Ramadhan yang baru saja mendapat rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai anggota DPR pemilik dan pengelola situs berita kegiatannya DPR.

Anggota DPD dari Sulawesi Tengah, Nurmawati Dewi Bantilan mengatakan keikutsertannya dalam program ini membuatnya sadar bahwa komitmen untuk menjadi wakil rakyat adalah tanggung jawab yang berat.

Dia kini lebih melihat ada cara pandang baru dalam melihat berbagai permasalahan dan dalam menjalankan tugas-tugasnya. “Kita menjadi sadar bahwa tugas seberat apa pun kalau dikerjakan atas nama Allah, maka hal itu akan menjadi lebih ringan. Mudah-mudahan ke depannya pekerjaan kami menjadi wakil rakyat bisa menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan pihaknya berinisiatif menyelenggarakan kegiatan ini karena dari pengalaman sebelumnya program ESQ ini adalah program yang paling cocok untuk menyatukan anggota DPR yang dengan latar belakang parpol berbeda.

Kegiatan ini sifatnya universal dan para peserta juga bisa melupakan berbagai latar belakang untuk memiliki tekad bersama membangun Indonesia.

Menurut Marzuki, mereka yang hadir tidak dipaksakan. Dengan demikian hasilnya diharapkan dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik sehingga citra DPR sebagai salah satu lembaga yang tidak baik bisa diperbaiki.

“Ini bukan hanya menyangkut citra semata, karena kalau citra bisa direkayasa dengan iklan dan pemberitaan. Yang lebih penting dari keikutsertaan anggota DPR ini adalah memiliki cara pandang baru untuk mengubah dirinya sendiri menjadi orang yang lebih baik dengan nilai-nilai spiritualitas,” kata Marzuki.

Direktur ESQ Center yang juga pendiri lembaga ini, Ary Ginanjar mengatakan pelatihan ESQ ini diberikan secara gratis kepada para anggota parlemen dengan harapan mereka dapat menyadari akan tugas dan tanggungjawabnya terhadap masyarakat dan Tuhannya.

“Kesadaran ini menjadi penting untuk membangun Indonesia menjadi negara maju dan disegani pada 2020. Karena peran dan tanggung jawab anggota DPR dan DPD itu, kami pun melakukan apapun yang dapat kami lakukan dengan harapan parlemen yang lebih baik dapat terwujud,” katanya.

Dia menegaskan ESQ ini telah digunakan juga di sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Belanda, Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa dan Australia.

“Bahkan yang lebih membanggakan seluruh jendral di kepolisian diraja Malaysia semuanya telah ikut program ini. Seluruh anggota tentara diraja Malaysia juga telah mengikuti program ini,” katanya.

Karena itu, pihaknya mengharapkan program ini juga dapat diikuti oleh lembaga-lembaga negara lainnya.

Sementara itu, warga masyarakat yang juga alumni ESQ, Teli mengungkapkan harapannya agar anggota DPR dan DPD yang telah mengikuti program ini dapat menjadikan program ini menjadi salah satu modal untuk berani menyuarakan kebenaran dan menegakkan keadilan.

Masyarakat pun melihat bagaimana anggota DPR dan DPD yang selama ini dikenal dengan reputasi yang kurang baik, ternyata juga manusia biasa yang memiliki nurani dan juga memiliki nilai-nilai ketuhan dalam hatinya.

“Jadi saya yakin bahwa DPR dan DPD ini akan jauh lebih baik dari periode sebelumnya,” katanya.

Warga masyarakat lainnya yang juga mengikut program ini, Julia Irwansyah mengharapkan anggota-anggota DPR yang belum ikut serta dalam program ini secara pribadi diharapkan dapat mengikuti jejak rekan-rekannya.

“Memang kegiatan ini tidak baik kalau dipaksakan, sehingga saya harapkan ada kesadaran dari para anggota DPR lainnya untuk ikut serta. Yang telah datang seharusnya juga dapat memberitahu rekan-rekannya untuk ikut serta,” katanya. (ant)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Semoga bisa membuka mata hati bapak-bapak yang sekarang ini duduk di DPR sehingga bisa merasakan penderitaan umat yang lemah …

  • Alhamdulillah… semoga Hidayah dan Petunjuk Allah SWT dilimpahkan kepada wakil kita di DPR, sejalan dengan niat tulus mereka dan kita untuk berani menjadi lebih baik..

    Amiin…
    wass
    d2mq

Lihat Juga

Suara Takbir Bergemuruh di Paripurna DPR, Ada Apa?