Home / Pemuda / Kisah / Bayi yang Dapat Berbicara (Bagian ke-2, Tamat)

Bayi yang Dapat Berbicara (Bagian ke-2, Tamat)

dakwatuna.com Kali ini akan kita simak kisah bayi yang ketiga. Bayi ini juga dapat berbicara seperti dua bayi sebelumnya. Dia adalah seorang bayi yang sedang menyusui pada ibunya.

Ketika sedang menyusu pada ibunya, tiba-tiba lewatlah seorang pengendara di atas seekor hewan tunggangan yang mewah, megah, dan menawan. Ketika melihat orang yang lewat itu, sang ibu kontan berdoa, “Ya Allah, jadikanlah putraku ini seperti orang itu.”

Di luar dugaan, bayi yang sedang menyusui itu tiba-tiba langsung melepaskan mulutnya dari puting susu sang ibu. Dia langsung menghadap dan menatap pada ibunya seraya berkata, “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti dia.”

Setelah itu, si bayi langsung menyusu kembali seperti biasa.

Di lain waktu, ketika dalam perjalanan, ibu dan bayi bertemu dengan seorang wanita yang sedang dipukuli. Mereka memukuli wanita itu sambil mengatakan, “Kamu berzina.. Kamu mencuri..”

Wanita yang dipukuli membalas perkataan mereka, “Cukuplah Allah bagiku dan dia sebaik-baik penolong.”

Menyaksikan hal itu, si ibu pun berdoa, “Ya Allah, jangan Engkau jadikan putraku seperti wanita malang itu.”

Lagi-lagi bayi yang sedang menyusu, langsung melepaskan mulut dari puting susu ibunya. Dia langsung menatap ibunya dan berkata, “Ya Allah, jadikanlah aku seperti dia.”

Si ibu pun heran dan bertanya kepada si bayi, “Seorang laki-laki berpenampilan mengagumkan lewat, aku berdo’a: ‘Ya Allah jadikanlah putraku seperti dia’. Tapi kamu berkata: ‘Ya Allah janganlah Engkau jadikan aku seperti dia’. Dan mereka melewati budak ini, dan mereka memukulinya sambil mengatakan: ‘Kamu berzina, kamu mencuri’. Lalu saya katakan: ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan putraku seperti wanita ini’. Tapi kamu berkata: ‘Ya Allah, jadikanlah aku seperti dia’?”

Mendengar itu, si bayi pun menanggapi keheranan ibunya, “Sesungguhnya laki-laki itu adalah orang yang sombong, maka saya berdo’a: ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti dia’. Sedangkan wanita ini, mereka katakan: ‘kamu berzina’, padahal dia tidak berzina; ‘kamu mencuri’, padahal dia tidak mencuri. Maka saya berdo’a: ‘Ya Allah, jadikanlah aku seperti dia.'”

Pembaca semua, demikianlah kisah bayi-bayi yang dapat berbicara. Semoga dapat kita ambil hikmahnya. Aamiin.

— Tamat

Maraji’: Hadits Bukhari – Muslim

(hudzaifah/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (86 votes, average: 8,74 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Subkhanalloh Maha Suci Alloh semoga kita bisa terbuka hati kita untuk mensyukuri nikmat-nikmat Alloh SWT.Amien

  • ikhwan haraki

    cerita ini lebih bermanfaat bila di visualisasikan dalam bentuk film agar semua bisa mengambil hikmah yang ada didalamnya

  • ahyani

    Ustadz, bukankah ada satu bayi lagi yang berbicara yaitu pada kisah ashhabul ukhdud yang hadits Bukhori-Muslim…?

  • minnykambay

    I like

  • yuni

  • widyatun naqiya

    Subhanallah!!

  • Mohhar Ahmad

    سبحان الله

Lihat Juga

Kontributor dakwatuna.com dr. Rosaria Indah (tengah). (ist)

7 Tips Membangun Hubungan Mesra Antara Ibu dan Putri Remaja

Organization