Home / Berita / Israel Tak Mampu Lumpuhkan Al-Qassam

Israel Tak Mampu Lumpuhkan Al-Qassam

al-qassamdakwatuna.com – Gaza, Abu Ubaidah, jubir Batalion Asy-Syahid Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas menegaskan, apa yang disampaikan Israel soal hancurnya kekuatan militer battalion perlawanan Palestina ini tidak benar sama sekali. Ia menegaskan, apa yang dihancurkan Israel sangat sedikit dari kekuatan battalion Al-Qassam yang sudah direhabilisasi secara penuh.

Dalam pernyataan khususnya kepada Infopalestina hari ini Rabu (21/10) Abu Ubaidah menegaskan, Israel ingin menyebarkan kebohongan dan memoles citra buruk pasukannya yang terkalahkan di Gaza serta menutupi kegagalan militernya yang diakui elit-elit Israel sendiri.

Soal statemen Mossad Israel bahwa Hamas sama sekali tidak berhasil mengenai targetnya dalam perang, jubir Al-Qassam ini menegaskan, gerakan Hamas tidak pernah mematok target dalam perang sebab yang membuat target adalah Israel Israel sendiri yang sudah merencanakan agresi ini sejak empat tahun. Ia menegaskan, dalam agresi Israel kali ini mereka ingin mengembalikan wibawa militer Israel yang sudah luntur, menjatuhkan pemerintah Palestina di Jalur Gaza, menghabisi perlawanan, menghentikan roket Palestina, dan membebaskan serdadu Israel Gilad Shalit. Namun Israel gagal dalam hal ini.

“Israel kini berusaha mempromosikan melalui media massa bahwa Israel menang untuk mengobati kekalahan psikis pasukan Israel dimana mereka ingin menghindar dari tugas militer,” imbuh Abu Ubaidah.

Soal kesamaan cerita Mossad dengan cerita Mahmud Abbas soal larinya elit Hamas selama agresi di Jalur Gaza, Abu Ubaidah mengomentari, intelijen Israel bekerja menyebarkan keraguan dan memutar balikkan peristiwa di Palestina. Sayangnya, menurut Abu Ubaidah, ada pihak di Palestina yang bekerja mendukung agenda intelijen Israel.

Ia mengatakan, kesamaan cerita Abbas dengan Mossad membuktikan bahwa ia (Abbas) hanyut dalam pengaruh Israel. Rakyat Palestina tahu kemapa pimpinan Hamas saat perang di Gaza. Syahidnya Nazzar Rayyan dan Said Shayyam, anggota politik Hamas adalah bukti jelas bahwa pimpinan Hamas berperang dengan rakyatnya saat agresi Israel terjadi.

Di sisi lain, Abu Ubaidah menegaskan bahwa perlawanan Palestina di Tepi Barat cepat atau lambat akan bangkit dan semua rakyat Palestina menyadari mereka sedang melalui decade hitam dan mengalami pukulan di Tepi Barat dan Jalur Gaza dari Israel dan Otoritas Palestina.

“Apa yang terjadi di Tepi Barat adalah perang penghabisan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat serta Otoritas Palestina Abbas yang tunduk kepada kedua kekuatan jahat dunia itu. Namun anak bangsa Palestina di Tepi Barat tidak akan mati dan tidak hancur. Yang hancur adalah Israel dan para pembelanya,” pungkas Abu Ubaidah. (bn-bsyr/ip)

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (21 votes, average: 9,81 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • andriy

    Maju terus kaum muslim…….jangan kalah ilmu dengan kafir dan yahudi, ALLAH akan meridhoi kita amiin

Lihat Juga

Sameh Shoukry dan Benjamin Netanyahu (aljazeera.net)

Menlu Mesir: Israel Membunuh Anak-anak Palestina Bukanlah Teroris