Home / Berita / Calon Haji Keberatan Pungutan Tambahan Rp. 2,5 Juta

Calon Haji Keberatan Pungutan Tambahan Rp. 2,5 Juta

dakwatuna.com – Sumber, Cirebon. Sejumlah calon jamaah haji Kabupaten Cirebon mengeluhkan adanya pungutan di luar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) mencapai Ep2,5 juta per orang.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Uang sebesar itu dipungut sebelum keberangkatan oleh pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) sebesar Rp1 juta, Departemen Agama (Depag) Rp1 juta dan Rp500.000 lagi oleh Dinas Kesehatan untuk vaksin Meningitis.

“Kami keberatan adanya pungutan hingga Rp2,5 juta per orang. Tapi karena kami takut tidak diberangkatkan, terpaksa kami bayar saja,” kata salah satu jamaah asal Sumber yang tidak bersedia menyebutkan nama saat menjalani tes Kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Jabar, Rabu (7/10).

Hal serupa juga dikeluhkan oleh calon jamaah lain asal Kecamatan Astanajapura yang mengetahui di tempat lain tidak terdapat pungutan seperti ini.

Sementara itu Kepala Kantor Departemen Agama (Kakandepag) Kabupaten Cirebon, Abdul Ghofar membenarkan adanya pungutan Rp1 juta bagi calon jamaah haji di Kabupaten Cirebon. Ghofar menyebutkan dana tersebut untuk pembuatan seragam, konsultasi, bimbingan manasik dan shodaqoh.

“Sama di KBIH dibawah naungan Depag pun ada pungutan sebesar itu. Namun kami tidak tahu untuk apa pungutan tersebut dan kami juga tidak punya kewenangan untuk pungutan tersebut termasuk di Dinkes,” ujar Abdul.

Abdul juga menganggap pungutan tersebut sah-sah saja karena telah sesuai dengan surat edaran dari Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Departemen Agama. “Dalam surat edaran tersebut sudah jelas KBIH diperbolehkan melakukan pungutan,” katanya.

Sebagai informasi, kuota calon jamaah haji Kabupaten Cirebon berjumlah 2.249 orang. Jika seorang calon jamaah dikenai pungutan minimal Rp2,5 juta maka jumlah dana yang berhasil terkumpul mencapai Rp4,9 miliar.

Rencananya para calon jamaah haji asal Kabupaten Cirebon akan diberangkatkan dengan empat kali pemberangkatan. Diawali pada tanggal 27 Oktober, selanjutnya akan dilakukan pada tanggal 1, 3 dan 8 November mendatang. (ant)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 3,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Topan

    Kalau di kab. Sidoarjo depag tidak memungut biaya apapun dan untuk vaksin meningitis hanya ada biaya administrasi Rp. 50.000,-. kalau KBIH ada yg Rp. 1,7 jt, 1,2 jt, 1jt pokoknya macam2 tergantung KBIH masing2 dan fasilitas yang diberikan. Bahkan ketika Depag mengadakan manasik bersama konsumsi terjamin, Lebaran kemarin calhaj diberi bingkisan oleh depag. Terima kasih Depag Sidoarjo.

  • Assalamu ‘alaikum wr wb

    Semoga jamaah haji tidak dijadikan komoditi mencari keuntungan pribadi bapak-bapak di Depag ,sebab tidak semua jamaah haji berasal dari ekonomi kuat,ada yang harus menabung bertahun-tahun untuk bisa naik haji, bapak-bapak yang terbiasa menjadikan jamaah haji sebagai komoditi untuk mencari keuntungan pribadi takutlah kepada azab Alloh baik di dunia maupun di akherat

    Wassalamu ‘alaikum wr wb

Lihat Juga

Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin mengatakan, hingga saat ini, visa jamaah haji  gelombang dua mendatang belum semua selesai. (kabarmakkah.com)

Hingga kini, Visa Haji Gelombang Dua Belum Selesai

Organization