Home / Berita / Mantan Menlu Inggris: Salah Jika Tidak Menerima Hamas

Mantan Menlu Inggris: Salah Jika Tidak Menerima Hamas

Lord David Owen mantan menteri inggrisdakwatuna.com – Kairo, Mantan Menteri Luar Negeri Inggris dan anggota British House of Commons, Lord David Owen mengakui bahwa Barat dan Inggris telah keliru ketika mereka menolak untuk berurusan dengan Gerakan Perlawanan Islam Hamas setelah memenangi pemilu bulan Januari 2006. Dia menegaskan bahwa dengan bersikap demikian maka mereka telah melancarkan sebuah serangan telak pada demokrasi yang mereka yakini ketika mereka menolak untuk menerima hasil pemilu Palestina. “Demokrasi tidak terpilah-pilah,” tegasnya.

Hal tersebut disampaikan David Owen saat mengikuti sebuah sesi pelatihan jurnalistik di Kairo, Kamis (15/10). Dia menyatakan tidak bisa memahami sikap Barat dan Amerika terhadap gerakan Hamas. Dia menjelaskan bahwa blokade yang diberlakukan pada Gaza begitu gerakan Hamas memenangi pemilu terakhir adalah mimpi buruk yang diderita oleh rakyat Palestina.

Dia menyatakan bahwa entitas Zionis bertanggung jawab besar terhadap apa yang terjadi di Gaza. Karena itu bukan obyekk perundingan antara antara otoritas Ramallah dan penjajah Israel, namun permasalah Arab. Dia mengungkapkan kurang optimis terhadap apa yang terjadi; karena masalah-masalah itu berjalan pada jalan yang salah. (ip/seto)

dakwatuna.com – Sukabumi, Wali Kota Sukabumi, Mokh Muslikh Abdussyukur, meminta warganya menggenjot gerakan zakat, infaq dan sodaqoh untuk memberantas kemiskinan di Kota Sukabumi. Permintaan tersebut ditegaskan kembali oleh Wali Kota dalam gerakan Bangkit Beraksi (Stand Up and Take Action) dalam Millennium Development Goals (MDGs) di depan Balai Kota Sukabumi, Jumat (16/10). ”Semua elemen masyarakat dapat berperan serta menanggulangi masalah kemiskinan,” jelas Mokh Muslikh kepada wartawan. Bentuknya, terang dia, dengan membayar zakat, infak, dan sodaqoh.

Terlebih, kata Muslikh, sebagian besar warga Kota Sukabumi beragama Islam. Berdasarkan data yang ada terang dia warga Kota Sukabumi yang beragama Islam jumlahnya mencapai 95 persen. ”Dana zakat, infaq dan sodaqoh tersebut dapat disakurkan kepada warga miskin yang membutuhkan,”cetus Muslikh. Kegiatan itu sambung dia diharapkan mampu menekan angka kemiskinan yang ada di Kota Sukabumi.

Muslikh mengungkapkan bila gerakan zakat, infaq, dan sodaqoh berjalan dengan baik maka warga miskin tidak perlu mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT). Ia mengakui untuk menanggulangi angka kemiskinan hingga nol persen sulit untuk diwujudkan.

Menurut Muslikh, Pemkot Sukabumi mendukung program MDGs yang salah satunya berupaya menekan angka kemiskinan. Selain itu terang dia Pemkot Sukabumi mengupayakan pendidikan dasar untuk semua, kesetaraan gender, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesejahteraan ibu, memerangi penyakit menular, meningkatkan pelestarian lingkungan hidup dan mengembangkan kemitraan global.

Sementara itu, Ketua Panitia Gerakan Bangkit Beraksi, Muhammad Muraz, menyatakan gerakan pemberantasan kemiskinan sebagai bagian MDGs tidak hanya dilakukan di Kota Sukabumi. Pasalnya terang dia gerakan serupa dilakukan juga di negara lainnya di dunia. Gerakan itu tandas Muraz dilakukan serentak dari hari Jumat (16/10) hingga Ahad (18/10) mendatang. Khusus untuk Kota Sukabumi kata dia program MDGs telah masuk dalam program jangka panjang daerah hingga tahun 2013 nanti.

”Targetnya masalah kemiskinan dan pendidikan serta permasalahn lainnya bisa ditanggulangi dengan baik,” imbuh Muraz. Lebih lanjut dia menambahkan kegiatan tersebut diisi pula dengan penggalangan donor darah, pemeriksaan gratis bagi ibu hamil dan bantuan dana perumahan dari Menteri Negara Perumahan Rakyat. rig/taq/rep

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi - Peta Turki. (Foto: Google)

KAMMI Menentang Kudeta Militer karena Bertentangan dengan Demokrasi