Home / Berita / Pengakuan Amaq Bakri Sebagai Nabi Resahkan Masyarakat

Pengakuan Amaq Bakri Sebagai Nabi Resahkan Masyarakat

dakwatuna.com – Mataram. Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat (MUI) Prof. H. Syaiful Muslim menilai pengakuan Amaq Bakri (60) sebagai nabi itu sangat meresahkan masyarakat.

“Itu merupakan yang pertama terjadi di NTB, karena itu pemerintah diminta segera menghentikan ajaran yang disebarkan Amaq Bakri, sekaligus mencabut pernyataannya sebagai nabi untuk menghindari amuk massa,” katanya kepada ANTARA News di Mataram, Jumat.

Amaq Bakri yang mengaku sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW dan telah melakukan Mi`raj pada Rabu (14/10) itu telah dipanggil Camat Sambelia dan disidang di depan anggota Muspika, sekaligus menjelaskan ajarannya.

“Amaq Bakri harus membuat pernyataan tertulis, sekaligus bertobat atas ajaran yang disebar dan kembali ke ajaran yang benar, yakni ajaran Islam,” katanya.

Jika hal itu dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat bisa berbuat anarkis terhadap Amaq Bakri.

Tindakan anarkis di Lombok sudah sering terjadi terhadap siapa saja yang mengaku sebagai umat Islam tetapi ajarannya menyimpang dari Agama Islam, termasuk Ahmadiyah.

“Buktinya hingga kini sekitar 130 orang jemaat Ahmadiyah masih ditampung di asrama Transito, Majeluk Mataram setelah rumahnya di Gegerung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat dirusak dan dibakar massa empat tahun lalu,” katanya.

Jika Amaq Bakri tetap saja mengaku sebagai nabi, maka dia sudah mejadi kafir, sebab nabi terakhir yang diturunkan Allah SWT adalah Nabi Muhammad SAW.

Dalam pertemuan dengan Camat Sambelia dan anggota Muspika Amaq Bakri tidak hanya mengaku sebagai nabi, tetapi juga mengatakan bahwa Al Quran yang dijadikan pegangan umat Islam bukan berasal dari firman Allah.

“Al Quran adalah hasil buatan atau karya alim ulama sebab Al Quran yang sesungguhnya berada dalam diri manusia yang tidak bisa dimiliki sembarang orang,” kata Amaq Bakri.

Ia menambahkan untuk mendapatkan Al Quran yang asli harus melalui ritual yang hanya dilakukan pada setiap tanggal 12 Rabiulawal atau bulan Maulid pada malam Jumat. (ant)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 7,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Berita-berita tentang pelecehan terhadaga Islam ini perlu dihentikan dan pelakunya perlu ditindak keras, karena hal ini akan meresahkan umat!, Pihak yang yang berwajib dalam hal ini pihak Depag cepat bertindak sebelum terlambat,!!!!

    Tahmid Sabri
    Pontianak
    Hp;085822021333

  • Egi Mardiansyah

    Sudah terlalu banyak orang yang mengaku-ngaku sbg nabi,ini memperlihatkan bahwa selama ini tidak ada tindakan tegas dari aparat. Pengakuan tsb tidak hanya menistakan agama namun mempermalukan bangsa ini, sbg negara berpenduduk islam terbesar di dunia. Berikan hukuman yang tegas,agar tdk ada lagi kejadian serupa

  • ramlan

    astag firullahalazim.mungkin inilah pertanda kiamat itu

  • Bang Madi

    Memang perjuangan menegakkan kembali Khilafah itu wajib bagi seluruh umat islam. Hal2 seperti itu yg bisa menyelesaikan hanya seorang khilafah dgn institusinya. jugamenjaga aqidah dan ketauhidan pd Allah SWT. Coba Balik Nanya Adakah dgn cara lain?

Lihat Juga

surat tvri

Mengaku Khilaf, TVRI Akhirnya Minta Maaf