Home / Berita / PBNU; UU Pornografi Pertaruhan Seluruh Bangsa

PBNU; UU Pornografi Pertaruhan Seluruh Bangsa

dakwatuna.com – JAKARTA, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai keberadaan UU Pornografi merupakan hasil jerih payah seluruh umat dan bangsa ini. Jangan kemudian UU yang sudah diberlakukan dan tinggal dilaksanakan, kemudian menjadi mentah kembali hanya gara-gara membela segelintir manusia yang membela atas nama kebebasan.

”UU ini merupakan pertaruhan seluruh bangsa dan juga menjadi ujian bagi Mahkamah Konstitusi khususnya. Apakah kemudian MK bisa bersama bangsa ini memberantas tindakan kebebasan tanpa batas, tindakan amoral dan tindakan pornografi pornoaksi, atau bersama mereka, segelintir orang yang alih-alih membela kebebasan,” tegas Ketua PBNU, KH Ridwan Lubis kepada Republika di Jakarta, Senin (12/10).

Diakui kiai Ridwan bahwa UU ini telah melalui jalan panjang yang berliku dan melelahkan. ”Kami yakin MK akan bersikap bijak dan arif dan mengambil keputusan yang sangat tepat bangi bangsa ini, tidak saja bagi umat Islam,” papar kiai Ridwan jelang pembacaan hasil  judicial review UU Pornografi yang dilakukan kelompok anti UU Pornografi hari ini di MK. osa/ahi/rep

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 9,60 out of 10)
Loading...Loading...
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi - Seorang penerjun membawa bendera Merah Putih berukuran besar saat gladi bersih HUT TNI ke 66 di Mabes TNI Cilangkap, Senin (3/10/2012).(TEMPO/Yosep Arkian)

Islam dan Rekonstruksi Spirit Kebangsaan

  • http://azzamudin.wordpress.com wadiyo

    Assalamu ‘alaikum wr wb

    Mari dukung pengesahan RUU Pornografi sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita masing-masing

    Wassalamu ‘alaikum wr wb

  • arachman

    Yang tidak setuju berarti moralnya bejad

  • samsul maarif

    uu ini merupakan uu pembeda orang yang menjunjung tinggi moral dan yang tak bermoral atas nama kebebasan