Home / Pemuda / Kisah / Ketika Rasulullah SAW Menjadi Mata-Mata

Ketika Rasulullah SAW Menjadi Mata-Mata

muhammad-orangedakwatuna.com Menjelang peristiwa perang Badar, Rasulullah SAW dan pasukan melakukan perjalanan menuju Badar. Setelah melalui beberapa bukit, maka tibalah mereka di Badar. Dari sana beliau melakukan kegiatan mata-mata bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq, sahabat Rasulullah yang dengan setia menemaninya ketika peristiwa hijrah. Tatkala mereka berputar-putar di sekitar pasukan musyrikin Quraisy, tiba-tiba mereka berpas-pasan dengan seorang Arab yang sudah tua.

Pada saat pertemuan yang tidak sengaja itu, Rasulullah SAW melakukan penyamaran agar tidak ketahuan sebagai bagian dari pasukan Muslimin dari Madinah.

Rasulullah bertanya kepada orang tua itu tentang pasukan Quraisy dan Muhammad. Beliau menanyakan kedua pasukan itu agar tidak ketahuan penyamarannya.

“Aku tidak akan memberitahu kepada kalian sebelum kalian memberitahu kepadaku, dari mana asal kalian berdua,” kata orang tua itu.

“Beritahukan kepada kami, nanti akan kami beritahukan kepadamu dari mana asal kami,” Rasulullah menanggapinya.

“Jadi begitukah?” tanya orang tua itu.

“Benar,” jawab Rasulullah.

“Menurut informasi yang kudengar, Muhammad dan rekan-rekannya berangkat pada hari ini dan ini. Jika informasi itu benar, berarti pada hari ini dia sudah tiba di tempat ini (tepat di tempat pemberhentian pasukan Muslimin). Menurut informasi yang kudengar, Quraisy berangkat pada hari ini dan ini. Jika informasi ini benar, berarti mereka sudah tiba di tempat ini (tepat di tempat pemberhentian pasukan musyrikin Quraisy).” Setelah panjang lebar menjelaskan, orang tua itu bertanya, “Lalu dari mana asal kalian berdua?”

Rasulullah menjawab, “Kami berasal dari setetes air.”

Setelah itu Rasulullah dan Abu Bakar beranjak pergi meninggalkan orang tua itu melongo’ keheranan, “Dari setetes air yang mana? Ataukah dari setetes air di Irak?” []

Maraji’: Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury

(hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (80 votes, average: 9,69 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • hehehe……hehehee….
    wahai… baginda engkau adalah panutan ku..
    semoga limpah rahmat den berkah selalu melimpahi engkau wahai cahaya bumi…

    hehehe…
    air mani manusia maksutnya…
    mungkin…

  • helmisandra

    subhanallah. begitu rupanya Baginda Rasul menyammarkan maksudnya. semoga kita umatnya senantiasa bisa belajar dari kebesaran dan kemuliaan Beliau.amin…
    wasss wr wb.

  • haizum

    jawaban yg cerdas tanpa perlu berdusta wahai Rasulullah! :)

  • abu zain

    I love you full, ya Rasulullah…

  • tien suhartini

    subhanallah…, cerdas dan indah…sholawat dan salam bagi Rasulullah dan para sahabat, sungguh semangat beliau bisa menjadi tauladan bagi umat islam islam, ya Allah…kami rindu pemimpin yang benar-benar menjadikan Rasulullah sebagai uswatun khasanah dalam berjuang dengan cara yang cerdas dan indah

  • hadi

    itulah Rasulullah..sang teladan sepanjang zaman. cerdas, bijak, dll.. mudah2an kita bisa meniru sifat-sifat beliau..amin.

  • nurdin

    salam untuk junjugan kita baginda Muhamad,SAW…

  • I LIKE
    MUHAMMAD SAW

  • aji_mirza

    SubhanaLLah.., ini adalah salah satu peristiwa yg menunjukan betapa cerdas & bijak nya beliau.. bahkan tanpa perlu berdusta.. :)

  • Abshan Shihab AbBedulloh

    setes air mani kah ?? ini yang komet subhanallah, cerdas, yang tau, ksih tau lah, itu yang nulis aja mish tanda tanya. yang koment seperti lebih tau. hadeuhhh…..

Lihat Juga

Ilustrasi. (dakwatuna)

Respons Ulama Sunni Terhadap Pengkafiran Sahabat Rasulullah SAW