19:37 - Senin, 20 Mei 2013
DR. Amir Faishol Fath

Rahasia Musibah

Rubrik: Editorial | Oleh: DR. Amir Faishol Fath - 05/10/09 | 10:54 | 15 Shawwal 1430 H

sujud1dakwatuna.com – Kata musibah seringkali diulang dalam Al Qur’an untuk makna peristiwa atau bencana yang menimpa. Dan Allah tegaskan bahwa itu terjadi karena izin-Nya. Ini menunjukkan bahwa di atas segala kekuatan ada kekuatan Allah. Bahwa manusia di alam ini hanya makhluk yang lemah, maka tidak pantas merasa diri berkuasa. Lalu bertindak seenak nafsunya. Tanpa memperhatikan rambu-rambu yang Allah turunkan. Lebih jauh, setiap musibah yang menimpa juga memperlihatkan bahwa alam ini di bawah kendali Allah. Sebab Dialah memang Pemiliknya. Maka tidak pantas manusia di muka bumi ini mengabaikan-Nya.

Namun kenyataan sejarah selalu dipenuhi contoh-contoh manusia yang membangkang. Manusia yang berani melawan Allah. Manusia yang merasa tidak butuh kepada tuntunan-Nya. Sehingga wahyu yang Allah turunkan dianggap tidak penting. Bahkan tidak sedikit manusia yang meragukan Al-Qur’an dan sunnah Rasul-Nya. Akibatnya berbagai perilaku manusia semakin jauh dari apa yang Allah inginkan. Perzinaan di mana-mana dianggap biasa, padahal Allah melarangnya. Harta haram dibanggakan, padahal itu harta yang paling Allah benci. Kedzaliman di mana-mana terjadi, padahal Allah mengharamkan atas diri-Nya kedzaliman dan lain sebaginya.

Ini semua tentu dimurkai oleh Allah. Dan dalam Al-Qur’an, misalnya surah Al-Fajr, Allah menjelaskan bahwa turunnya adzab sebenarnya bukan semata fenomena alam – seperti yang banyak dipahami manusia modern – melainkan ada sebab yang diperbuat oleh manusia sendiri. Itulah kisah adzab yang menimpa kaum Aad, kaum Tsamud dan kaum Fir’un.

Dari sini kita belajar bahwa bencana tetap di luar kemampuan manusia, karena Allah langsung yang mengendalikannya. Dan manusia tidak punya pilihan –apapun upaya yang dilakukan – kecuali hanya tunduk dan patuh kapada Allah sepenuh hati dan semaksimal kemampuan. Jangan ulangi kembali dosa-dosa yang membuat Allah murka. Jauhi segala apa yang Allah haramkan. Ingat Allah mempunyai tujuan dan aturan. Maka sebagai makhluk, manusia harus tahu diri. Jangan menganggap dirinya sama dengan Allah. Lalu merasa independen dan menganggap dirinya bisa bertahan hidup tanpa Allah. Segeralah bertaubat, selamatkan kemanusiaan. Hindari mengagungkan kepentingan peribadi di atas kepentingan umum. Karena seringkalai kedzaliman terjadi karena nafsu mendahulukan kepentingan pribadi. Ingat bahwa semakin banyak kedzaliman pasti akan semakin banyak kerusakan di muka bumi. Dan semakin banyak kerusakan, kemaksiatan dan dosa-dosa pasti akan semakin mempercepat turunnya azab Allah swt.

Renungkan ayat berikut (dalam surah Al-Fajr 6-13) Allah menegaskan setelah menyebutkan tiga contoh kaum yang pernah maju dari segi peradaban dunia yaitu: kaum Aad, Tsamud dan Fir’un: Allah berfirman: “Alladziina thagahaw fil bilaad, faaktsaruu fiihal fasaad, fashaabba alaihim rabbuka sawtha adzaab (mereka telah berbuat kerusakan di negeri mereka, maka menyebarlah kerusakan di negeri tersebut, lalu Allah timpakan adzab yang pedih atas mereka).”

Memang tidak semua musibah minimpa orang-orang yang bejat. Ada juga contoh-contoh orang baik yang mendapatkan musibah. Berdasarkan ini tidak semua musibah yang menimpa harus kita pahami sebagai adzab. Setidaknya ada tiga makna di balik setiap musibah yang menimpa manusia: Pertama, bila itu menimpa sekelompok manusia yang semuanya kafir itu adalah adzab, seperti yang Allah timpakan atas kaum Adz, Tsamud dan Fir’un. Kedua, bila ia menimpa sekelompok manusia yang beriman, sebagiannya patuh sementara sebagian yang lain pendosa, itu adalah peringatan, agar tida dilanjutkan dosa-dosa tersebut. Ketiga, bila itu menimpa sekelompok kaum yang shaleh, itu ujian, untuk mencuci dosa-dosanya serta menaikkan derajatnya di dunia dan di surga. Karenanya Allah berfirman: “Wabasysyirish shaabiriin (dan berilah kabar gembira bagi mereka yang sabar).” Maksudnya bahwa sayarat untuk lolos dari setiap musibah adalah sabar:  sabar mentaati Allah, sabar menjauhi kemaksiatan dan sabar menjalani ujian-Nya.

Semoga segala musibah yang menimpa kita semakin menguatkan hakikat kesabaran dalam jiwa. Dan membuat kita semakin dekat kepada Allah secara jujur kapan pun dan di mana pun kita berada, bukan sekedar ingat secara basa-basi di saat musibah menimpa. Ingat, Allah selalu melihat hakikat keimanan kita: “Innarabbaka labil mirshaad.” Wallahu a’lam bishshawab.

DR. Amir Faishol Fath

Tentang DR. Amir Faishol Fath

Lahir di Madura,15 Februari 1967. Setelah tamat Pondok Pesantren Al Amien, belajar di International Islamic University Islamabad IIUI d... Selengkapnya.

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Keyword: , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (84 orang menilai, rata-rata: 9,37 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • Agus S

    Tulisan yang ditampilkan di web ini sangat kecil, sehingga susah dibaca. Tolng huruf-hurufnya diperbesar lagi. Terimakasih atas perhatiannya.

  • http://Bambangmath.multiply.com Bambang es

    Mari kita renungkan jadwal gempa padang & jambi, pkl 17.16, susulan 17.38 atau 17.58, gempa jambi 08.52, lihat al quran srt 17.16, 17.38 ato 17.58, dan 8.52, kuasa ALLAH, mengingatkan & menyayangi kita semua

    • Abu Aisyah

      saya kurang sepakat membaca Al Qur’an seperti cara2 ini, ini lebih mirip primbonisasi pada Al Qur’an, gaya baca primbon orang jawa… ada kedutan 3 kali trus dicari pertanda apa dsb… Saya kira tilawah dan tadabur tidak perlu menunggu jam kejadian bencana, krn memang diperintahkan dan dianjurkan oleh ALLAH SWT dan Rasul-Nya. Rasul menganjurkan utk mengkhatamkan Qur’an maksimal 1 bulan sekali, bukan cuma baca ayat tertentu seperti yang Pak Bambang anjurkan

      • Abu Aisyah

        Asal tahu saja penulisan jam dengan rentang 0-24.00 adalah penulisan jam ala militer. Sedangkan penulisan jam secara umum bisa ditulis dengan rentang 0.00-12.00, jadi 17.16 bisa ditulis 5.16, 17.38 jadi 5.38. Sehingga jadi timbul pertanyaan kenapa ente nggak menganjurkan buka juga ayat 5.16 dsb. Yah kira semua sepakat cara interaksi kita dengan Al Qur’an sudah diterangkan dan dicontohkan dengan jelas oleh Rasulullah. Jadi hentikan primbonisasi Al Qur’an yang tidak jelas manhajnya.

  • ikhsan

    izin share ustadz.. :)

  • omer

    salam alaikoom ya akhy – I am omer YILDIRIM of IIUI faculty of Usul ıd din from Istanbul Turkey found your this article on internet and one of my friends shared your article in face book and suddenly I saw your picture ..I hope you are Ok and your life is good. Hope to see you in Istanbul…

    will be waiting your e mail ..

    Omer YILDIRIM from ISTANBUL

  • http://hudmd.blogspot.com mikail hud mauldawilah

    tolog kalu menulis jgn di pamjang panjang kan saya bacanya sulit dan bs2 1 jam untuk bc ini

  • Hamba Allah

    tetap istiqomah dakwatuna..
    ana izin share y ^_^

  • iik anggreta

    amiinn ,,,,,
    ijin share ya ustad

  • Ayen Damayanti

    Smoga Qt trmasuk orang2 yg sbar…amien

  • Kyara

    ijin share ya…

  • Kyara

    ijin share ya…

Iklan negatif? Laporkan!
72 queries in 0,748 seconds.