Home / Berita / Masyarakat Diminta Tetap Tunggu Sidang Itsbat

Masyarakat Diminta Tetap Tunggu Sidang Itsbat

dakwatuna.com – Jakarta. Badan Hisab Rukyat (BHR) Depag RI meminta masyarakat tetap menunggu kepastian Idulfitri 1430 Hijriah sampai hasil sidang itsbat pada Sabtu malam, 19 September meskipun berdasarkan perhitungan astronomi Idulfitri 20 September.

“Prakiraan astronomis semata-mata untuk digunakan dalam persiapan masyarakat agar tidak salah tafsir soal hari libur, yang terkait dengan `booking` tiket mudik, perizinan lokasi salat, dan rencana lain disebabkan ketidakpahaman soal kalender Qomariyah,” kata anggota BHR Dr. Thomas Djamaluddin yang juga pakar astronomi dari LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) di Bandung, Jumat.

Sebelumnya, Djamal menyatakan bahwa berdasarkan perhitungan astronomi Idulfitri jatuh pada Minggu 20 September bukan Senin 21 September seperti di kalender Masehi.

Menurut dia, ijtima awal Syawal terjadi pada 19 September 2009 pukul 01:45 WIB sehingga pada saat magrib 19 September 2009, bulan cukup tinggi, lebih dari empat derajat di seluruh wilayah Indonesia, sehingga hilal (bulan) sangat mungkin untuk dirukyat (dilihat).

Dengan demikian pada 20 September sudah memasuki bulan baru yakni bulan Syawal, dan Idulfitri 1430 H bertepatan dengan 1 Syawal yakni 20 September 2009.

Dikatakannya, kalender qomariyah merupakan yang paling sederhana, yang mudah dibaca di alam melalui bentuk bulan, sehingga Rasulullah saw memberikan petunjuk agar penentuan Idulfitri dilakukan dengan memperhatikan hilal (bulan sabit).

Awal bulan ditandai dengan penampakan hilal sesudah matahari terbenam (magrib). Karena itu, awal hari dalam Islam bermula dari saat magrib, bukan tengah malam seperti dalam kalender Masehi. Bila bulan sabit (hilal) terlihat, itulah tanggal satu.

“Bagaimana bila cuaca buruk dan tidak memungkinkan pengamatan hilal, Rasulullah berpesan agar melakukan `isti`mal` (menggenapkan bulan yang berjalan menjadi 30 hari -red),” katanya.

Dalam keadaan tak seorang pun di seluruh wilayah Indonesia yang bisa melihat bulan saat dilakukan sidang Itsbat, maka Ramadan digenapkan jadi 30 hari, dengan demikian bisa saja Idulfitri jatuh pada 21 September, meski kemungkinan kecil.

Sidang itsbat akan dihadiri perwakilan berbagai ormas Islam, para pakar hisab-rukyat, dan instansi terkait seperti LAPAN, Observatorium Bosscha ITB , Planetarium Jakarta, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), serta Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal). (ant)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1437 H Jatuh Pada Rabu 6 Juli 2016