Home / Berita / Laporan PBB: Israel Gelar Kejahatan Perang Hingga Kejahatan Kemanusiaan di Gaza

Laporan PBB: Israel Gelar Kejahatan Perang Hingga Kejahatan Kemanusiaan di Gaza

kejahatan-perang-israel-di-gazadakwatuna.com – New York. Tim Investigasi yang dibentuk oleh PBB menegaskan bahwa Israel melakukan kejahatan perang terhadap sipil Palestina selama agresi terakhirnya di Jalur Gaza yang bisa sampai kepada kejahatan kemanusiaan.

Ketua Tim, Ricard Goldston dalam siaran persnya kemarin Selasa (15/9) menegaskan bahwa delegasinya yang dikirim ke Palestina menyimpulkan bahwa pasukan Israel melakukan tindakan-tindakan yang bisa masuk dalam kejahatan perang atau dalam bentuk kejahatan kemanusiaan.

Laporan yang disusun oleh Tim ini setebal 574 menyimpulkan bahwa ada banyak bukti pelanggaran berat terhadap undang-undang internasional terkait dengan HAM yang dilakukan Israel dalam agresinya di Jalur Gaza dan bahkan bisa dianggap sebagai pelanggaran kemanusiaan.

Goldston memberikan rekomendasi kepada DK PBB untuk meminta kepada Israel memulai investigasi independen yang sesuai dengan standar internasional dalam kemungkinan tindakan kejahatan perang oleh pasukan penjajah Israel dan membentuk tim terdiri dari pakar HAM untuk mengawasi aktifitas seperti ini.

Menurutnya, jika Israel enggan melakukan itu (membentuk tim investigasi sendiri) maka DK PBB yang terdiri dari 15 anggota bisa melimpahkan kasus di Jalur Gaza kepada penuntut umum di Mahkamah Internasional di Den Haag.

Laporan menyebutkan bahwa Israel melakukan 36 pelanggaran di Jalur Gaza dan sejumlah pelanggaran di Tepi Barat, serta Israel melarang pekerja Palestina untuk bekerja, pulang ke tempat tinggal mereka, melarang mengambil air, masuk ke sebuah wilayah dan ini bisa dianggap pelanggaran kemanusiaan.

Laporan ini sendiri dibuat oleh 188 orang, mereka memeriksa sekitar 10 ribu dokumentasi dan 1200 gambar foto termasuk potret dari luar angkasa.

Laporan mengungkap bahwa Israel selama agresi militernya di Gaza menerapkan sanksi massal dengan melakukan blokade secara ketat, menghancurkan rumah-rumah, pabrik, sumur, sekolah RS, markas polisi, bangunan umum. Dan sejak saat itu, warga Palestina hidup di puing-puing.

Selain itu, menurut laporan ini Israel membunuh 1400 orang yang menyebabkan warga Palestina lainnya mengalami sock terutama anak-anak.

Laporan menyebukan bahwa 30 % dari pelajar yang diperiksa oleh UNRWA di sekolah-sekolah mereka mengalami masalah psikologi.

Para investigasi dalam tim ini menyimpulkan bahwa delegasi yang mereka utus ke Jalur Gaza tidak menemukan bahwa perlawanan Palestina di Jalur Gaza memaksa warga sipil untuk tetap diam di tempat sebagai tameng manusia dari serangan Israel. (bn-bsyr/pip)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 7,91 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina