ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Menjual Semua Hartanya untuk Sedekah, Malah Kaya Raya…

Polisi Harus Bangun Komunikasi dengan Ormas Islam

28/8/2009 | 06 Ramadhan 1430 H Please wait
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print
email

dakwatuna.com – Jakarta. Anggota Komisi I DPR FKB, Zis Muzahid Hasan meminta agar aparat kepolisian terus menerus melakukan komunikasi intensif dengan ormas-ormas Islam agar tak terjadi kesalahanpahaman mengenai pondok pesantren, terkait masalah pemberantasan terorisme.

“Kita meminta polisi terus membangun komunikasi dengan ormas-ormas Islam, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam memberantas terorisme,” katanya, Kamis.

Menurutnya, ormas-ormas Islam besar seperti NU, Muhammadiyah, Persis dan lain-lainnya harus diajak berbicara untuk ikut aktif dalam pemberantasan terorisme, khususnya terkait pemahaman jihad.

“NU, Muhammadiyah, Persis perlu diajak bicara untuk mencegah terorisme agar tak berkembang jauh,” tambahnya.

Saat ini, kata Zis, seolah-olah berkembang dan ada anggapa umat Islam berpotensi menjadi terorisme. “Inikan kesan yang salah, dan mulai terbangun seperti ini. Amerika saja tak mau terang-terangan seperti itu,” jelasnya.

Yang jelas, lanjut Zis yang juga menjabat sebagai Sekjen Lembaga Takmir Masjid PBNU, aparat perlu meminta data juga kepada masing-masing ormas, mana pesantren-pesantren yang dinaunginya. “Kalau NU pasti pesantrennya jelas, karena nasabnya juga jelas,” ungkapnya.

Lebih jauh katanya, pesantren-pesantren NU dibangun oleh ulama-ulama yang sangat mencintai NKRI. Oleh karena itu tak mungkin ada pesantren NU yang mengajarkan terorisme.

“Pesantren NU itu sejak awal pendirian Republik Indonesia, sudah terlibat perjuangan mendirikan NKRI, jadi tak mungkin pesantren NU itu mengajarkan aksi terorisme,” tandasnya.

Dikatakanya, pesantren-pesantren NU sebagain besar dibangun oleh para ulama-ulama ahlussunnah waljamaah yang anti kekerasan. “Mereka menjadikan Islam sebagai rahmatanlillalamin,” terangnya.

Disamping membangun komunikasi, kata Zis lagi, perlu juga ada pendekatan baru, sehingga tak menimbulkan gap yang terlalu jauh.

“Perlu ada pendekatan baru, agar pemahaman masyarakat terhadap pesantren tidak salah, karena media massa saat ini terus menerus memberitakan masalah terorisme yang mengait-ngaitkan dengan pesantren,” imbuhnya.(*)


Topik: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (2 orang menilai, rata-rata: 9,50 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • http://ustman-marudani-menulis.blogspot.com/ Muhammad Utsman Marudani

    Harapan saya kepada aparat kepolisian agar lebih arif dan bijak lagi dalam memberantas terorisme
    tanpa merusak tatanan sosial masyarakat di negeri ini yang majemuk

  • http://ustman-marudani-menulis.blogspot.com/ Muhammad Utsman Marudani

    Do’a Mohon Keselamatan Artinya:
    “Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir.”
    (Qs. Yunus: 85-86).

  • http://yahoo.com bi

    aku cuma bisa ngomong kawan..
    mohon maaf lahir dan batin.

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Tentara Zionis dan Turis Nodai Masjid Al-Aqsha