ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Menjual Semua Hartanya untuk Sedekah, Malah Kaya Raya…

PWNU Jatim: “SMS Premium Call” Ramadhan adalah Judi

24/8/2009 | 03 Ramadhan 1430 H Please wait
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print
email

dakwatuna.com – Surabaya. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menilai kuis berhadiah melaui SMS atau “SMS Premium Call” di televisi selama Ramadhan adalah judi.

“Itu karena harga normal SMS hanya Rp. 150, tapi dijual Rp. 2.000, lalu kelebihannya dijadikan hadiah,” kata Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Miftachul Akhyar kepada ANTARA News di Surabaya, Senin.

Menurut pengasuh Pesantren Miftachussunnah, Kedungtarukan, Surabaya itu, hadiah yang menggiurkan seperti mobil atau haji membuat banyak orang yang tertarik dengan keberuntungan itu.

“Cara seperti itu merupakan judi, karena ada unsur untung-untungan dan ada unsur tipuan, karena pengelola SMS itu pasti untung lebih besar lagi hingga miliaran rupiah,” katanya.

Bahkan, katanya, bila fasilitas “premium call” itu digunakan menjawab kuis, maka ada uang yang masuk ke penyelenggara kuis, karena untuk menjawab kuis dibutuhkan waktu tiga menit.

Ia menilai televisi selama Ramadhan merupakan media massa yang patut disikapi secara hati-hati, karena bila tidak mampu menahan diri, akan membuat orang yang berpuasa tidak berzikir.

“Kalau kita seharian tidak tidur dan hanya nonton televisi, maka kita mungkin akan tergolong orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan apa-apa, kecuali lapar dan haus,” katanya.

Ditanya cara mengantisipasi keinginan menonton televisi, ia mengatakan televisi tidak harus dimatikan, asalkan umat Islam yang berpuasa dapat mengendalikan diri.

“Kita harus tahu batas dengan menonton televisi yang berkaitan dengan tayangan yang menambah ilmu agama kita, sedangkan sisanya tetap digunakan untuk bekerja dan beribadah, termasuk membaca Al Quran,” katanya.

Ia mengatakan cara menonton televisi dengan tahu batas itu merupakan hal yang penting, mengingat Ramadhan merupakan bulan “obral” pahala dari Allah SWT.

“Kalau kita menonton televisi terus, kita akan rugi besar, karena pahala benar-benar diobral Allah SWT selama ramadhan, misalnya ibadah wajib dihitung hingga 70 kali lipat, sedangkan ibadah sudah dihitung sebagai ibadah wajib,” katanya.

Namun, katanya, orang yang berpuasa dengan mengendalikan diri dalam keseharian merupakan kelompok minoritas, karena mayoritas orang yang berpuasa justru hanya mendapatkan lapar dan haus. (ant)


Topik: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (1 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • http://azzamudin.wordpress.com wadiyo

    Assalamu ‘alaikum wr wb

    Acara televisi saat ini memang sudah sangat mengerikan bila ditinjau dari sudut pandang agama Islam.Walaupun bulan Romadlon masih banyak acara yang keluar dari aqlak Islam.Bahkan ada acara mencari jodoh dengan komentator seorang Ustazd ,padahal putra putri campu bawur jadi satu,dan lebih mengerikan lagi setelah dapat yang diincar mereka lalu bergandengan tangan didepan forum umum dengan pakaian yang sebagian sronok.Gimana ni pak hukumnya sebab komentatornya seorang…

  • http://demak-ku.blogspot.com ihsan

    ini lah subhat setan yang menghiasi keburukan dengan kata2 manis. hampir semua kemungkaran yang dipertontonkan di TV di labeli islam, mulai dari sinetron ramadhan, kuis(judi) ramadhan, hingga, konser religi. celakanya label islam ini telah menutup borok kemungkaran yang ditunjukkan stasiun TV. hanya orang2 yang diberi ilmu dan hidayah allah yang mampu melihat tipu daya setan dan kawannya.

    Oleh karena itu adalah tugas kita semua untuk menyadarkan umat akan tipu daya setan dan kawan2nya.

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Tentara Zionis dan Turis Nodai Masjid Al-Aqsha