ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Bukan Jomblo, Tapi Single

MUI DIY: Muballigh Jangan Takut Berdakwah

24/8/2009 | 03 Ramadhan 1430 H Please wait
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Yogyakarta, Para mubaligh jangan takut berdakwah karena apa yang menjadi pemikiran berdasarkan Alquran dan Hadits. Meskipun saat ini dari Polri melakukan pengawasan terhadap ceramah/khutbah agama.

Hal itu dikemukakan Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Propinsi DIY, Drs KRT. Ahmad Muhsin Kamaludingrat, di Yogyakarta, Senin (24/8). Sebagaimana yang diberitakan di //Republika// akhir-akhir ini yang menyebutkan bahwa pengawasan ceramah agama oleh Polri itu dimaksudkan untuk mencegah terorisme.

Sehubungan dengan hal itu Muhsin mengharapkan kepada para aparat yang ditugasi oleh Polri untuk melakukan pengawasan terhadap ceramah agama jangan dengan bersikap curiga. Karena sikap curiga tersebut akhirnya mencari-cari kesalahan.

Meskipun demikian dia mengatakan pengawasan terhadap ceramah agama diambil positifnya sebagaimana pendapat dari PP Muhammadiyah maupun MUI Pusat.

Muhsin mengemukakan pengawasan polisi terhadap khutbah agama mungkin ada hikmahnya. ”Polisi-polisi yang mendengarkan khutbah pada saat Subuh maupun Tarawih kita dakwahi sehingga tidak memusuhi dan mencurigai orang Islam serta bisa membela Islam. Karena Islam Rahmatan lil álamin,”ungkap dia.

Menurut Muhsin, selama bulan Ramadhan dari MUI juga melakukan sosialisasi ke masjid-masjid untuk menyampaikan buku tentang terorisme termasuk pendapat Islam tentang jihad.

Sementara itu menanggapi tentang aparat yang curiga terhadap orang Islam yang mengenakan celana komprang dan berjenggot, Muhsin mengatakan mereka mengenakan pakaian seperti itu dan berjenggot merupakan keyakinan mereka. Sejauh mereka tidak membuat kesesatan dan sepanjang akidahnya sesuai dengan Al-Qurán dan Hadits, saya rasa tidak masalah,”tutur dia.

Sementara itu Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr Dien Syamsuddin, dalam ceramah Tarawih Masjid UGM Sabtu (22/8) meminta kepada pihak aparat, MUI dan masyarakat untuk bekerjasama. ”Marilah kita bekerjasama menjalankan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing dan tidak terlalu berlebihan.

Dia mengatakan bahwa terorisme itu bukan Islam. Karena itu Din meminta kepada semua pihak untuk tidak mengaitkan teorisme dengan Islam. nri/taq/rep

email

Keyword: , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (3 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • http://azzamudin.wordpress.com wadiyo

    Assalamu ‘alaikum wr wb

    Jazzakumullohu khoiron katsiro atas artikelnya Insya alloh bermanfaat bagi Umat.Betul sekali jangan samapi kita takut berdakwah walaupun ada isu terorisme karena bila berdakwah karena Alloh maka Insya Alloh Alloh bersama kita ,bila perlu bapak-bapak di jajaran Kepolisian diajak untuk berdakwah menjadi da’i .Bila bapak-bapak di kepolisian semua menjadi da’i Insya Alloh negara ini akan aman .Gimana Pak Polisi dari pada hanya mengawasi da’i lebih baik bila bapak jadi…

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia