Home / Berita / Dua Tersangka Pembantaian 200 Warga Muslim Bosnia Ditahan

Dua Tersangka Pembantaian 200 Warga Muslim Bosnia Ditahan

dakwatuna.com – Sarajevo. Polisi menahan dua warga Serbia Bosnia, Kamis, termasuk seorang perwira polisi, diduga terlibat pembantaian sekitar 200 warga Muslim dan Kroasia dalam perang Bosnia tahun 1992-1995, kata kantor kejaksaan negeri.

Branko Topola, 41 tahun ditahan di sebuah kantor polisi kota Prijedor di mana ia adalah perwira aktip. Petar Civic, 39 tahun ditahan di kota Gornye, di bagian barat daya negara itu.

“Kedua orang itu ditahan karena dicurigai bersama dengan para anggota lain pleton intervensi kepolisian Prijedor dan anggota satuan pertahanan wilayah, melakukan tindak kriminal kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata kantor itu dalam sebuah pernyataan.

Pembunuhan massal di Bosnia tengah terjadi 21 Agustus 1992, sebagai bagian dari satu kampanye “pembersihan etnik” ketika pasukan Serbia Bosnia terlibat konflik dengan warga Krosia Bosnia dan Muslim selama pecahnya bekas Yugoslavia.

Serbia Bosnia mengatakan kepada para tahanan dari kamp tahanan untuk warga non Serbia di daerah Prijedor barat, mereka akan dibebaskan dalam satu pertukaran tahanan tetapi mereka bukannya di masukkan dalam bus, tetapi dibariskan pada pinggiran daerah Mount Vlasic dan menembak mati mereka. Duabelas orang yang selamat karena terjun ke jurang.

Pengadilan kejahatan perang Bosnia kini mengadili sembilan polisi Serbia Bosnia yang dituduh melakukan penyiksaan. Dua orang mengaku dan berjanji akan membantu dalam penyelidikan-penyelidikan lebih jauh.

Para ahli forensik, Rabu mengatakan mereka menemukan tulang belulang 60 warga Muslim dan Kroasia di satu tempat di mana sekitar 200 tahanan dibunuh. Mereka mengatakan sejumlah mayat dibakar dan sejumlah lainnya dipindahkan untuk menghilangkan jejak kejahatan itu.

Pada Juli, pengadian kejahatan perang itu menghukum seorang mantan polisi Serbia dengan hukuman 14 tahun penjara atas kejahatan terhadap kemanusiaan karena melakukan pembunuhan di Mount Vlasic.

Pada tahun 2004, pengadilan kejahatan perang yang berpusat di Den Haag, Belanda untuk bekas Yugoslavia memenjarakan seorang polisi Serbia lainnya, Darko Mrdja selama 17 tahun atas kejahatan yang sama.

Lebih dari 3.500 warga Muslim dan Kroasia dibunuh dalam kampanye “pembersihan etnik” Serbia Bosnia di daerah Prijedor tahun 1992. (ant/reuters)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Munas IX Partai Golkar Kubu Agung Laksono.  (liputan6.com)

Temukan Bukti Pemalsuan Tandatangan, Polisi Akan Tetapkan Dua Tersangka dari Kubu Agung Laksono