Home / Berita / MUI DIY: Muballigh Jangan Takut Berdakwah

MUI DIY: Muballigh Jangan Takut Berdakwah

dakwatuna.com – Yogyakarta, Para mubaligh jangan takut berdakwah karena apa yang menjadi pemikiran berdasarkan Alquran dan Hadits. Meskipun saat ini dari Polri melakukan pengawasan terhadap ceramah/khutbah agama.

Hal itu dikemukakan Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Propinsi DIY, Drs KRT. Ahmad Muhsin Kamaludingrat, di Yogyakarta, Senin (24/8). Sebagaimana yang diberitakan di //Republika// akhir-akhir ini yang menyebutkan bahwa pengawasan ceramah agama oleh Polri itu dimaksudkan untuk mencegah terorisme.

Sehubungan dengan hal itu Muhsin mengharapkan kepada para aparat yang ditugasi oleh Polri untuk melakukan pengawasan terhadap ceramah agama jangan dengan bersikap curiga. Karena sikap curiga tersebut akhirnya mencari-cari kesalahan.

Meskipun demikian dia mengatakan pengawasan terhadap ceramah agama diambil positifnya sebagaimana pendapat dari PP Muhammadiyah maupun MUI Pusat.

Muhsin mengemukakan pengawasan polisi terhadap khutbah agama mungkin ada hikmahnya. ”Polisi-polisi yang mendengarkan khutbah pada saat Subuh maupun Tarawih kita dakwahi sehingga tidak memusuhi dan mencurigai orang Islam serta bisa membela Islam. Karena Islam Rahmatan lil álamin,”ungkap dia.

Menurut Muhsin, selama bulan Ramadhan dari MUI juga melakukan sosialisasi ke masjid-masjid untuk menyampaikan buku tentang terorisme termasuk pendapat Islam tentang jihad.

Sementara itu menanggapi tentang aparat yang curiga terhadap orang Islam yang mengenakan celana komprang dan berjenggot, Muhsin mengatakan mereka mengenakan pakaian seperti itu dan berjenggot merupakan keyakinan mereka. Sejauh mereka tidak membuat kesesatan dan sepanjang akidahnya sesuai dengan Al-Qurán dan Hadits, saya rasa tidak masalah,”tutur dia.

Sementara itu Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr Dien Syamsuddin, dalam ceramah Tarawih Masjid UGM Sabtu (22/8) meminta kepada pihak aparat, MUI dan masyarakat untuk bekerjasama. ”Marilah kita bekerjasama menjalankan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing dan tidak terlalu berlebihan.

Dia mengatakan bahwa terorisme itu bukan Islam. Karena itu Din meminta kepada semua pihak untuk tidak mengaitkan teorisme dengan Islam. nri/taq/rep

About these ads

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Assalamu ‘alaikum wr wb

    Jazzakumullohu khoiron katsiro atas artikelnya Insya alloh bermanfaat bagi Umat.Betul sekali jangan samapi kita takut berdakwah walaupun ada isu terorisme karena bila berdakwah karena Alloh maka Insya Alloh Alloh bersama kita ,bila perlu bapak-bapak di jajaran Kepolisian diajak untuk berdakwah menjadi da’i .Bila bapak-bapak di kepolisian semua menjadi da’i Insya Alloh negara ini akan aman .Gimana Pak Polisi dari pada hanya mengawasi da’i lebih baik bila bapak jadi…

Lihat Juga

Ilustrasi. (Foto: lensaindonesia.com)

Islam di Indonesia, Jangan Ibarat Air Susu Dibalas Air Tuba

Organization