Home / Berita / Anggota DPR RI Kritik Peningkatan Pengawasan Terhadap Ceramah Keagamaan

Anggota DPR RI Kritik Peningkatan Pengawasan Terhadap Ceramah Keagamaan

dakwatuna.com – Jakarta. Salah satu juru bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPR RI, Mutammimul Ula, di Jakarta, Sabtu, atas nama fraksinya mengkritisi kebijakan kepolisian meningkatkan pengawasan terhadap ceramah keagamaan dan kegiatan da`wah.

“Ini berpotensi menjadi sumber ketegangan baru antara umat Islam dan Pemerintah,” tandas Anggota Komisi I DPR RI ini menanggapi kebijakan tersebut.

Mutammimul Ula berpendapat, “Kita jangan menjadi negara polisionel, sebab hal itu sama bahayanya dengan negara militer”.

Karena itu, fraksinya jelas-jelas menolak sikap Kepolisian tersebut.

“Alasan pertama, yang telah saya katakan tadi, bahwa ini menjadi sumber ketegangan baru antara umat Islam dan Pemerintah. Dalam hal ini, umat Islam dalam posisi sebagai pihak yang dicurigai,” katanya.

Ia lalu mengungkapkan istilah-istilah yang diangkat dalam kaitan kebijakan itu, misalnya `da`wah provokatif dan melanggar hukum`.

“Itu semua kan bisa menjadi pasal karet dan politis,” tandasnya.

Alasan kedua, lanjut Mutammimul Ula, polisi hendaknya jangan panik dalam menghadapi aksi teroris yang seseungguhnya terbatas itu.

“Artinya, untuk menghadapi para teroris yang terbatas itu, jangan mengakibatkan polisi harus mengawasi umat yang mayoritas. Hal ini kan memerlukan energi besar,” katanya.

Ia mengingatkan, polisi sebetulnya tidak hanya bertugas memberantas teroris, tetapi juga ada tugas-tugas memberantas kejahatan lainnya.

“Seperti memberantas penyalahgunaan Narkoba dan lain-lain yang mengakibatkan kerusakan masyarakat sangat besar,” ujarnya.

Karena itu, ia sekali lagi mengharapkan, agar polisi harus bijak dan rasional.

“Janganlah negara demokrasi berubah menjadi negara plisionel. Ini tidak kalah bahayanya dengan negara militer,” tegas Mutammimul Ula. (ant)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (18 votes, average: 9,72 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Assalamu ‘alaikum wr wb

    Daripada hanya mengawasi ceramah keagamaan lebih baik bapak-bapak di Kepolisian ikut berdakwah atau ceramah keagamaan karena tugas dakwah tidak hanya tugas ulama atau ormas Islam tetapu tugas setiap orang yang mengaku muslim apapun kedudukannya termasuk bapak-bapak di kepolisian .Bila bapak-bapak di kepolisian mau ikut berdakwah Insya Alloh Indonesia akan mendapatkan Rohmat dari Alloh SWT .Semoga Alloh SWt selalu mebimbing kita semua amien.

    Wassalamu ‘alaikum wr…

  • siti nurjanah

    asw, pak polisi, coba pakpolisi juga belajar agama yang benar, islam itu rahmatan lil alamin, terus aja umat islam di obok-obok, pak polisi islam ngga sih? pak polisi ikutan berdakwah aja biar negara ini aman lahir bathin, tidak saling mencurigai,berbaur dengan masyarakat ikut taraweh, sholat berjamaah, tadarusan, bershodaqoh dll. salam

  • samisir patholmuin

    ini menunjukkan bahwa kerja polisi sama dengan cara kerja teroris yang mengeneralisir semua aktivitas dakwah dengan memata-matai semua aktivitas dakwah dengan aktivitas yang mengarah ke teroris yang hal tersebut akan menghalangi keinginan umat muslim yang ingin mendengarkan ceramah maupun yang mengin memberikan pncerahan di bidang dakwah. Seharusnya polisi harus bekerja lebih profesional dan proporsional.

  • yahya

    kita menghormati semua lapisan, tapi mana mungkin ada asap kalau tidak ada api, polisi berbuat seperti itu bukan berarti jelek tapi karena tuntutan keadaan meskipun tidak semua ceramah itu buruk tapi yang dikhawatirkan adalah ceramah yang telah ditunggangi oleh kepentingan pribadi dan menjurus kerana politik,kita harus bisa memilih mana yang benar benar berdakwah dan mana yang menyerempet masalah yang dapat menimbulkan gesekan yang dapt menggangu stabilitas nasional karena bangsa majemuk

Lihat Juga

Erdogan saat diwawancarai. (aljazeera mubasher)

Erdogan: Turki Sudah Perangi Terorisme Selama 35 Tahun, Jerman Malah Dukung Mereka

Organization