Home / Berita / Saatnya Ulama Mengubah Kondisi Umat

Saatnya Ulama Mengubah Kondisi Umat

dakwatuna.comIndonesia saat ini mencerminkan kondisi umat Islam. Sebab, umat Islam yang hidup di Nusantara ini mencapai 207 juta jiwa dari sekitar 230 juta total populasi penduduk. Maret 2009 lalu, Biro Pusat Statistik (BPS) mengumumkan sebanyak 32,5 juta penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan.

”Kemiskinan yang terjadi di Indonesia,  identik dengan kemiskinan umat Islam, karena mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim,” tutur Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Amidhan dalam acara  Wisuda Program  Pendidikan Kader Ulama (PKU) di Bogor, Jawa Barat,  Kamis (13/8) lalu.

Perbandingan kemiskinan di pedesaan dan perkotaan, papar Amidhan, dapat bertukar tempat. Penduduk miskin di desa akan menurun jumlahnya, bila pertanian tak lagi bisa diandalkan. Warga desa pun lari ke kota untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Akibatnya, penduduk miskin di kota pun meningkat.

Sebaliknya, jika pemutusan hubungan kerja (PHK) massal  melanda buruh pabrik di perkotaan, mereka berbondong-bondong kemabali ke desa. Tentu saja, penduduk miskin di desa pun jadi melonjak. Ya, inilah potret sesungguhnya umat Islam di Tanah Air.

”Yang lebih, menurut perkiraan badan dunia yang menangani masalah pangan (WFP),  pada tahun 2008,  jumlah anak Indonesia yang menderita kelaparan akibat kekurangan pangan mencapai 13 juta jiwa,”  papar Kiai Amidhan mengingatkan.

Ulama, papar Kiai Amidhan, tak boleh tinggal diam melihat kondisi umat yang memprihatinkan itu.  Menurut dia, perlua ada gerakan moral untuk mengubah kondisi umat Islam menjadi kondisi yang lebih baik. ”Para ulama harus tampil mengubah kondisi umatnya dengan ilmu dan kompetensi yang dimilikinya,” ungkap Kiai Amidhan.

Ia berharap, para ulama bisa berperan penting dalam mengatasi berbagai persoalan hidup yang dihadapi umat Islam di Indonesia.  Sejatinya, para ulama tak hanya berkutat dalam masalah ibadah,  yang tak kalah pentingnya  ulama juga harus berperan dalam masalah muamalah.

”Ulama sebagai panutan, karena ilmu dan integritasnya sangat dibutuhkan untuk memberikan bimbingan kepada umatnya, karena posisinya yang sentral, maka dituntut  untuk meberi pencerahan  tidak hanya dalam aspek ibadah, melainkan juga dalam dimensi muamalahnya,”  ujar Kiai Amidhan.

Diakuinya, jumlah jamaah haji Indonesia yang menunaikan ibadah jai ke makkah, merupakan yang terbesar di dunia. Tahun ini, jumlah calon jamaah haji yang akan diberangkatkan mencapai 210 ribu orang. Hingga 2009, jumlah umat Islam yang terdaftar  sebagai calon jamaah haji di Departemen Agama sudah mencapai  811 ribu orang.

”Di Kalimantan Selatan, bila kita mendaftar tahun ini, baru bisa berangkat sembilan tahun yang akan datang,” tutur Amidhan. Jika melihat jumlah jamaah haji Indonesia yang begitu tinggi, papar mantan Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Departemen Agama itu, ada kesan kesejahteraan umat Islam di negeri ini cukup tinggi. Namun, nyatanya masih puluhan juta umat Muslim di negeri ini yang hidup berkalang kemiskinan.

Bupati Bogor, Rachmat Yasin, meminta para ulama untuk aktif membantu mengatasi permasalahan umat, tidak hanya di bidang ibadah, tapi juga masalah kehidupan umat sehari-hari seperti bidang kesehatan, kemiskinan, pendidikan, kebersihan dan lainnya. Rachmat juga meminta peran penting para ulama dan kader ulama dalam memberikan bimbingan agama yang benar termasuk kepada generasi muda Muslim.

Ketua Umum MUI Kabupaten Bogor Dr H Ahmad Mukri Ajie MA, MH mengungkapkan, Program PKU angkatan ketiga diikuti 47 peserta; 40 peserta perwakilan MUI tiap kecamatan di Kabupaten Bogor dan tujuh peserta dari dinas di lingkungan Pemkab Bogor.

”Mereka mengikuti program selama enam bulan dengan pendalaman di bidang agama dan permasalahan yang dihadapi umat,” jelasnya. Tampilnya para kader ulama itu diharapkan dapat menjadi pendorong perubahan umat Islam Indonesia di masa mendatang. Dengan terbebas dari kemiskinan, umat Islam di negeri ini akan lebih bermartabat.  damanhuri zuhri/taq/rep

About these ads

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 8,29 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (Foto: lensaindonesia.com)

Islam di Indonesia, Jangan Ibarat Air Susu Dibalas Air Tuba