Home / Berita / Media Terlalu Berlebihan Meliput Teroris

Media Terlalu Berlebihan Meliput Teroris

dakwatuna.com – Yogyakarta, Ketua Dewan Pers Ichlasul Amal menilai pola pemberitaan yang dilakukan media dalam kasus terorisme terutama penangkapan terorisme di Temanggung terlalu berlebihan.

Pemberitaan ini menyebabkan teroris seperti Noordin M Top menjadi semakin merasa jadi jagoan dalam meneror masyarakat.

“Noordin jadi setengah jagoan dalam melakukan teror akibat lebih banyak diangkat oleh pers,” kata Prof Dr Ichlasul Amal dalam diskusi “Mengukur Keberhasilan Penaganganan Teroris di Indonesia,” di Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan (PPSK) di Terban, Blimbingsari, Yogyakarta, Jumat (14/8/2009).

Sementara itu dosen Hubungan Internasional (UGM) Dr Erick Hiarej menegaskan terorisme bukan masalah bom, tapi melancarkan serangan teror kepada masyakat dalam bertahun-tahun. Dia hanya khawatir dengan pemberitaan di media besar-besaran itu justru teroris akan memanfaatakan media untuk meneror masyarakat.

“Yang dicari pelaku adalah publisitas dari media,” katanya.

Menurut dia, pemerintah harus serius ingin melawan terorisme. Namun hal itu tidak cukup membuat kebijakan UU anti teror.
Karena para teroris juga menggunakan kecanggihan teknologi. Mereka juga mengikuti perkembangan penanganan teroris yang dilakukan pemerintah.

“Saat ini untuk mencari Noordin tidak mudah, Eropa dan Amerika saja untuk menangkap Osama Bin Laden selama 8 tahun, juga tidak berhasil. Padahal dengan alat yang lebih canggih lagi,” pungkas dia.  (bgs/rdf/detik)

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 9,17 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjalan melalui kerumunan rakyat Turki di jalan-jalan Istanbul, yang bergembira atas kegagalan upaya kudeta (16/7/2016). (Reuters / aljazeera.net)

Ketika Media-Media Barat ‘Bersepakat’ dalam Menanggapi Gagalnya Kudeta di Turki