Home / Berita / Remaja Waspadai Bujukan “Jalan Pintas Masuk Surga”

Remaja Waspadai Bujukan “Jalan Pintas Masuk Surga”

dakwatuna.com – Medan, Para remaja diimbau untuk tidak mudah terprovokasi untuk mencari jalan menuju surga secara pintas yang memang merupakan idaman seluruh umat Islam.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sumatera Utara, Prof. Dr. H Abdullah Syah, kepada ANTARA di Medan, Jumat, mengatakan, dalam menjalankan ketaatan dalam menunaikan ajaran-ajaran agama Islam sesuai yang diperintahkan agama, harus sesuai tuntunan yang sebenarnya.

Hal tersebut penting untuk diperhatikan, agar mereka tidak terjerumus pada paham-paham yang menyesatkan remaja dengan berbagai iming-iming surga dengan cara yang sesat.

Menurut Abdullah, remaja disarankan untuk banyak belajar ilmu agama secara serius, agar dengan pengetahuan agama yang baik tersebut tidak mudah terpengaruhi oleh paham-paham aliran sesat.

Permasalahan masuk surga atau tidak, lebih baik diserahkan kepada Tuhan. Ganjaran masuk surga pasti diberikan kepada hambaNya yang benar-benar taat menjalankan perinta Tuhan.

Untuk itu, para remaja harus menuntut ilmu agama dari seorang yang memang memiliki ilmu agama dan pemahaman islam yang baik.

Upaya tersebut penting dilakukan, agar para remaja tidak mudah terpengaruhi dengan ide-ide liar dari pihak menyesatkan, termasuk provokasi untuk melakukan bom bunuh diri agar cepat masuk surga.

Dekan Psikologi Universitas Medan Area, Irna Minauli,M.Psi mengataan, kecenderungan remaja yang memiliki idealis yang tinggi sangat berpotensi menjadi “target” perekrutan anggota baru untuk menjadi bagian dari golongan teroris.

Hali itu disebabkan faktor “sense of belonging” mereka yang sangat tinggi terhadap sebuah golongan tertentu yang mereka masuki.

Selain itu, keinginan menjadi pahlawan di golongan tertentu menjadi pendorong mereka untuk melakukan apa saja sesuai paham yang ditanamkan di golongan tersebut. Untuk itu, remaja perlu berdiskusi dengan banyak pihak dan sudut pandang yang berbeda, agar pemikiran mereka lebih luas dan tidak melihat dari satu sudut pandang hitam atau putih. ant/taq/rep

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (13 votes, average: 7,92 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • setuju…

  • Prakoso

    Menurutku tdk semudah itu mereka terbujuk, bisa saja mereka sebenarnya diculik lalu dicuci otak/dihipnotis untuk melakukan keinginan aktor bom. Selama ini blm ada pengakuan konkrit dr tersangka bhw akan/telah melakukan bom bunuh diri. Bukti yg ditunjukkan kpd publik cuma ada kata jihad, bukan bom bunuh diri.
    Kita harus lebih kritis, Seperti dalam Al Quran surat Al Hujarat ayat 6

  • moe_chan

    aslkm,,,menurut saya ada faktor2 lain yg mendukung mereka berani melakukan itu,,,mgkn rasa kekecewaan yg besar terhadap ketidakadilan di dunia ini,,,,apalagi sprti kita ketahui masa remaja itu merupakan masa dimana idealisme itu sgt tinggi,,dan masa ajng pencarian jati diri ,,,,

  • someone

    realistis juga sekarang lagi marak master hipnotis melakukan aksi2x di TV

    boleh jadi seseorang yang diperalat dan dihipnotis untuk melakukan hal itu.

    demi tujuan rekayasa opini publik dengan target umat islam

Lihat Juga

Sarasehan Remaja Berbicara” yang gelar oleh Garuda Keadilan bertempat di Balong Dalem, Kuningan. Ahad (28/8/2016). (Azhar Fakhru Rijal/Garuda Keadilan)

Garuda Keadilan Kuningan Gelar “Sarasehan Remaja Berbicara”