Home / Berita / Kompetisi Roket Indonesia Dikagumi Dunia

Kompetisi Roket Indonesia Dikagumi Dunia

roket
ilustrasi peluncuran roket (detik)

dakwatuna.com – Yogyakarta, Perhelatan Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) telah diadakan dua kali yang mengambil tempat di pantai Pandansimo, Bantul, DI. Yogyakarta. Tak disangka, ajang tersebut meraih perhatian dunia internasional, bahkan mengundang kekaguman.

“Kompetisi roket antar mahasiswa seperti ini merupakan satu-satunya di area Asia Pasifik. Jadi banyak negara yang ingin tahu dan memperhatikan even ini,” klaim Handoko, Kepala Pusat Teknologi Dirgantara Terapan Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional).

Bahkan Handoko mengaku Lapan diundang untuk melakukan demo even tersebut ke beberapa negara seperti Thailand. Tak hanya itu, beberapa negara bahkan siap menjadi tuan rumah kompetisi roket antar mahasiswa dengan mengambil contoh perhelatan Korindo.

“Namun karena prosesnya ruwet, kami masih menolaknya,” tambah Handoko pada jumpa pers di Bantul, Jumat (14/8/2009).

Sedangkan pada perhelatan Korindo tahun 2009 ini, ada pula beberapa negara yang hendak mengirim perwakilan sebagai peninjau.

Menumbuhkan Cinta Dirgantara

Dengan perhelatan semacam Korindo ini, Lapan memang hendak menumbuhkan rasa cinta dirgantara pada masyarakat Indonesia, khususnya kaum muda. Ini karena teknologi kedirgantaraan dinilai sangat penting artinya.

Misalnya untuk rekayasa cuaca. Negara-negara seperti China misalnya, dikatakan sudah maksimal menerapkankannya. Selain itu juga untuk keperluan militer. Namun Handoko enggan membeberkan sejauh mana pemanfaatan teknologi roket Indonesia untuk kepentingan militer.

“Pokoknya teknologi roket untuk militer ini ditujukan untuk damai dan tidak untuk ofensif,” tukasnya. (fyk/faw/detik)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (23 votes, average: 9,48 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Bocah Suriah berusia 5 tahun, Omran Daqneesh, yang diselimuti debu dan darah, duduk di dalam ambulance setelah diselamatkan dari puing-puing reruntuhan bangunan yang terkena serangan udara Rusia di Aleppo pada 17 Agustus 2016. (Mahmoud Rslan / Getty Images)

Si Kecil Omran, Durrah, dan Tangisan Dunia