Home / Berita / Pameran Karya Seni Di Tengah Blokade

Pameran Karya Seni Di Tengah Blokade

haniya & huffadhdakwatuna.com – Gaza, PM Palestina Ismail Haniya melakukan kunjungan pemantauan Senin, 10 Agustus 09,  di pameran karya seni ke III dengan tajuk “Meski Blokade, Tangan Kami Tetap Merajut Asa” di bawah pantuan Departemen Wakaf. Menurutnya, terselenggaranya pameran ini dengan fasilitas yang terbatas adalah capaian besar di tengah kondisi blockade.

Kunjungan itu ditemani oleh Menteri Wakaf, Dr. Thalib Abu Syi’r dan wakil menteri Dr. Abdullah Abu Jarbok serta jubir pemerintah Palestina Thahir Nono.

Haniya menegaskan pentingnya pameran ini dalam menyampaikan informasi warisan budaya Palestina kepada generasi mendatang, mengenal akal masalah Palestina dan ini dianggap sebagai bukti paling kuat identitas Palestina dan penderitaan yang dialaminya dalam segala lini sejak tahun 1948 hingga sekarang.

Menurutnya, terselenggaranya pameran ini dengan fasilitas yang terbatas adalah capaian besar di tengah kondisi blockade dan langkah menuju penyatuan langkah dan upaya berdasarkan program perlawanan yang kukuh terhadap Israel dan menjaga warisan budaya seni Palestina dalam mengadapi segala upaya penghapusan dari peta dunia.

Dalam kunjungan ini, dipamerkan juga tayanyan visual sebagian asset Palestina yang hancur akibat agresi Israel terakhir di Jalur Gaza dan bagaimana menghadapinya. (bn-bsyr/ip)

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 9,17 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Semoga Alloh memberi kekuatan kepada bangsa Palestina dalan menegakkan Agama Alloh di muka bumi.Mari kita bantu dengan apa yang kita miliki ,minimal dengan do’a

Lihat Juga

Tembok rasis di Palestina. (alresalah.ps)

Guna Hadapi Terowongan Bawah Tanah Hamas, Israel Bangun Tembok Rasis di Gaza