Home / Berita / Turki Izin Mesir Jadi Mediator Dialog Hamas-Fatah

Turki Izin Mesir Jadi Mediator Dialog Hamas-Fatah

dakwatuna.com Turki melayangkan surat resmi permohonan kepada pemerintah Mesir agar diperkenankan memediasi dialog antara Hamas dan Fatah yang sekarang disponsori oleh Mesir. Sebagaimana dimuat oleh aljazeera.net, Turki telah mengajukan permintaan kepada Kepala Intelejen Mesir, Umar Sulaiman untuk dapat memainkan perannya dalam mengadakan pendekatan perspektif antara Hamas dan Fatah, agar konflik antara kedua kubu segera berakhir.

Lebih lanjut, Turki meminta Presiden Palestina, Abu Mazen untuk melobi pemerintah Mesir agar Turki dapat berpatisipasi membantu berjalannya dialog tanpa mesti diketahui oleh media manapun. Namun pemerintah Mesir belum memberikan tanggapan terhadap permintaan Turki. Sebelumnya Turki pernah berupaya menjadi perantara dalam perundingan Hamas-Israel terkait dengan pertukaran tahanan kedua belah pihak.

Pada hari keenam agresi Israel ke jalur Gaza, Perdana Menteri (PM) Turki, Rajab Thayyib Erdogan menemui Presiden Husni Mubarak untuk menghentikan agresi militer tersebut. Kunjungan Erdogan ini merupakan sambutan atas kunjugan Menlu Mesir, Muhammad Abul Ghaith ke Turki dalam rangka menyampaikan pesan dari Presiden Mesir, Husni Mubarak kepada Presiden Turki, Abdullah Ghul.

Dalam kunjungan tersebut, Abul Ghaith menyatakan adanya kesamaan pandangan antara Turki dan Mesir. Sementara itu Erdogan mengatakan, Turki hanya ingin membantu penyelesaian konflik yang terjadi di Palestina. Dan tidak ingin mengambil alih peranan Mesir dalam percaturan politik internasional.

Peranan Turki di tengah Konflik Arab-Israel, hanya ingin menjadi bagian dari proses perdamaian konflik Arab-Israel. Karena Turki memiliki hubungan diplomatis dengan otoritas Palestina. Pada waktu yang sama juga memiliki hubungan bilateral dengan penjajah Israel. Turki sengaja ikut campur dalam peneyelsaian konflik Arab-Israel. Dan mengajak para petinggi Hamas agar mau megadakan perundingan dengan Israel. Tapi Hamas dengan tegas menolak untuk berdialog dengan Israel. Berdialog dengan Israel sama saja dengan mengakui legalitas Israel yang menajajah negeri Palestina.(sinai/mh/imo)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 7,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • wah bagus tu….
    rupanya pentolan lama mulai bermain kembali…
    moga-moga aja ada kata sepakat dari pihak-pihak bersangkutan.
    Amiin

  • abu haniya

    turki sekarang lebih islami, dan mulai banyak memainkan peran sebagai pemimpin umat
    memang sisa2 jiwa kepemimpinan khilafah dinasti utsmaniyyah masih ada
    ane mengagumi dengan sepak terjang turki akhir2 ini
    bagaimana dengan negara kita???

Lihat Juga

Perbatasan Jalur Gaza-Israel. (aa.tr.com)

Israel Bangun Pagar Beton Tutup Terowongan Bawah Tanah Hamas