Home / Narasi Islam / Life Skill / Bagaimana Menyentuh Hati

Bagaimana Menyentuh Hati

Love, Cinta, Valentinedakwatuna.com – Betapa senang jika kita punya banyak teman. Betapa gembira jika perkataan dan perintah kita diikuti orang lain. Ternyata kuncinya ada pada suasana qalbu kita. Sehingga Rasulullah saw. mengingatkan kita akan pentingnya menjaga hati yang bersih. Sebagaimana sabda beliau;

اَلاَ اِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَة اِذا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُهُ وَاِذا فَسَدَتْ فَسَدَالجَسَدُ كُلُهُ اَلاَ وَهِيَ القَلْبُ  (روه البخاري ومسلم)

“Ketahuilah bahwa sesunggunhynya dalam jasad itu terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya, ketahuilah bahwa ia adalah hati (qalbu).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sungguh beruntung bagi siapapun wabilkhusus aktifis dakwah , yang mampu menata qolbunya menjadi hati yang baik, bening, jernih, bersih, dan selamat (صَلَحَتْ ).

Sungguh berbahagia dan mengesankan bagi siapapun sekiranya memiliki qolbu yang tertata, terpelihara, dan terawat dengan sebaik-baiknya. Karena selain senantiasa merasakan kelapangan, ketenangan, ketenteraman, kesejukan, dan indahnya hidup di dunia ini, pancaran kebeningan hati pun akan tersemburat pula dari indahnya setiap aktivitas yang dilakukan  (صَلَحَ الجَسَدُ كُلُهُ) .

Betapa tidak, orang yang hatinya tertata dengan baik, wajahnya akan jauh lebih jernih, bagai embun menggelayut di ujung dedaunan di pagi hari yang cerah,  lalu terpancari sejuknya sinar mentari pagi; jernih, bersinar, sejuk, dan menyegarkan. Tidak berlebihan jika setiap orang akan merasa nikmat menatap pemilik wajah yang cerah, ceria, penuh sungging senyuman tulus seperti ini.

Begitu pula ketika berkata, kata-katanya akan bersih dari melukai, jauh dari kata-kata yang menyombongkan diri, terlebih lagi ia terpelihara dari kata-kata riya. Subhanallah!. Setiap butir kata yang keluar dari lisannya, yang telah tertata dengan baik ini, akan terasa sarat dengan hikmah, sarat dengan makna, dan sarat akan manfaat. Tutur katanya bernash dan berharga. Inilah buah dari gelegak keinginan di lubuk hatinya yang paling dalam untuk senantiasa membahagiakan orang lain.

Hati yang bersih merupakan buah dari amal yang diperbuat seseorang. Bakr bin Abdullah Al-Muzanni, seorang tabi’in mengungkapan akan hal ini seperti dalam penuturannya;

“إذَا وَجَدْتَ مِنْ إِخْوَانِكَ جَفَاءً، فَتُبْ إلىَ اللهِ فَإِنَّكَ أَحْدَثْتَ ذَنْبًا،

وَإِذَا وَجَدْتَ مِنْهُمْ زِيَادَةَ وُدٍّ، فَذَلِكَ لِطَاعَةٍ أَحْدَثْتَهَا فَاشْكُرِ اللهَ تعالى

Jika kalian mendapati pada saudaramu kekeringan, maka segeralah bertaubat kepada Allah, karena sesungguhnya itu merupakan akibat dari dosa yang ia kerjakan. Dan apabila kalian mendapati dari mereka bertambah kasih sayang,  yang demikian itu merupakan buah dari ketaatan, maka bersyukurlah kepada Allah.

Orang yang bersih hati, akal pikirannya pun akan jauh lebih jernih. Baginya tidak ada waktu untuk berpikir jelek. Apalagi berpikir untuk menzhalimi orang lain, sama sekali tidak terlintas dibenaknya. Waktu baginya sangat berharga. Mana mungkin sesuatu yang berharga digunakan untuk hal-hal yang tidak berharga? Sungguh suatu kebodohan yang tidak terkira. Karenanya dalam menjalani setiap waktu yang dilaluinya ia pusatkan segala kemampuannya untuk menyelesaikan setiap tugas hidupnya. Tak berlebihan jika orang yang bersih hati seperti ini akan lebih mudah memahami setiap permasalahan, lebih mudah menyerap aneka ilmu pengetahuan, dan lebih cerdas dalam melakukan beragam kreativitas pemikiran. Bersih hati ternyata telah membuahkan aneka solusi optimal dari kemampuan akal pikirannya. Subhanallah!

Kesehatan tubuh pun terpancari pula oleh kebeningan hati, buah dari kemampuannya menata qolbu. Detak jantung menjadi terpelihara, tekanan darah terjaga, ketegangan berkurang, dan kondisi diri yang senantiasa diliputi kedamaian. Tak berlebihan jika tubuh pun menjadi lebih sehat, lebih segar, dan lebih fit. Tentu saja tubuh yang sehat dan segar seperti ini akan jauh lebih memungkinkan untuk berbuat banyak kepada umat.

Tarnyata hati yang bersih, sangat banyak manfaatnya. Apalagi kita sebagai aktifis dakwah.  Aktifis dakwah  yang telah tertata hatinya adalah aktifis yang telah berhasil merintis tapak demi tapak jalan ke arah kebaikan. Tidak mengherankan ketika ia menjalin hubungan dengan sesama manusia pun menjadi sesuatu yang teramat mengesankan. Hati yang bersih akan mampu menaklukan hati orang lain dan itulah wasilah dakwah kita sebelum kita menaklukan hati orang lain. Abbas As-sisi mengatakan Abbas:

كَسْبُ الْقُلُوبُ مُقَدَّم على كَسْبِ العُقُولِ

”Menaklukan  hati lebih didahulukan sebelum menaklukan akalnya.”

Hati yang bersih, ibarat magnet yang dapat menarik benda-benda di sekitarnya.  Akan  terpancar darinya akhlak yang indah mempesona, rendah hati, dan penuh dengan kesantunan. Siapapun yang berjumpa dengannya akan merasakan kesan yang mendalam, siapapun yang bertemu dengannya akan memperoleh aneka manfaat kebaikan, bahkan ketika berpisah sekalipun, orang seperti ini menjadi buah kenangan yang tak mudah dilupakan. Dan tentunya bagi seorang aktifis dakwah, hati yang bersih merupakan modal untuk dapat menaklukan hati-hati manusia untuk diajak ke jalan yang benar yang kemudian digiring bersama-sama untuk berjuang di jalan Allah swt.

Penting bagi setiap aktifis dakwah untuk mentadabburi hadits Rasul saw. berikut ini;

الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ .) رواه البخاري ومسلم(

”Ruh-ruh itu bagaikan  prajurit yang selalu bersiap siaga. Maka siapa yang mengenalnya ia akan bersatu dan jika tidak mengenalnya akan berpecah.” (HR. Bukhori Muslim)

Subhanallah!, lebih dari semua itu, kebersihan  hati pun ternyata dapat membuat hubungan dengan Allah swt. menjadi luar biasa membawa manfaat. Dengan berbekal keyakinan yang mendalam, mengingat dan menyebut-Nya setiap saat, meyakini dan mengamalkan ayat-ayat-Nya, membuat hatinya menjadi tenang dan tenteram. Konsekuensinya, dia pun menjadi lebih akrab dengan Allah, ibadahnya lebih terasa nikmat dan lezat. Begitu pula doa-doanya menjadi luar biasa mustajab. Mustajabnya doa tentu akan menjadi solusi bagi persoalan-persoalan hidup yang dihadapinya. Dan yang paling luar biasa adalah karunia perjumpaan dengan Allah Azza wa Jalla di akhirat kelak, Allahu Akbar. Allahu a’lam

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (139 votes, average: 9,32 out of 10)
Loading...Loading...
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Berwudhu

Bersuci Hati dengan Kontinuitas Wudhu

  • http://dakwatuna.com azhar

    kasihsayang tuhan dapat bila ramai kawan.

  • fa

    muhasabah diriku..

  • Ndaru

    Subhanallah..
    semoga Alloh membimbing hati kita untuk selalu bening, betapa indahnya..
    jika kebeningan itu milik semua insan,,

  • http://yahoo maya haura

    amin…mudah2an ane termasuk kategori yg sedang di bahas…(hehe…narsis or optimis)

  • bowo

    Subhanallah..
    qolbu….
    menaklukan hati dulu,baru akal…
    hati berbicara jujur adanya…gak ada kebohongan di dlmnya
    hanya akal pikiranlah yg membuat kebohongan yg terucap lwat lisan…
    menata hati kok susah ya..hrus baca ulang lagi nii..
    Arigatou gozaimasu..

  • http://hidupinas.blogspot.com/ inas

    baru jumpa web ni.

    byk nye sy dpt belajar dari sini.
    alhamdulillah..

  • http://achmadfaisol.blogspot.com faisol

    terima kasih saya haturkan atas sharing yg begitu indah ini… saya ada saran: sebaiknya tim dakwatuna bertanya dulu kpd ustadz2 yg ada sebelum menulis Arab… ada yang salah di harakat Arab yg terjemahnya:
    Menaklukan hati lebih didahulukan sebelum menaklukan akalnya.”

    kesalahan di harakat “quluubu” dan “muqaddimun”

    insya Allah yg benar sbb:
    “kasbul quluubi muqaddamun ‘alaa kasbil ‘uquuli”

    memang terlihat sepele, tapi jd aneh bg yg pernah belajar nahwu & sharaf…

  • soraya

    indahnya hidup jika bs seperti itu…ya allah karuniakan kpd saya hati yang bersih itu…

  • Rido Kurnianto

    Titik pusat seluruh aktifitas insan adalah hati. Kata Rasul SAW bahwa muara seluruh ‘amal terletak di hati. Yang harus diwaspadai adalah perasaan suci dan jernih hati ketika mempersepsi diri atau kelompok seraya memandang pihak lain tidak “level”. Ibarat cermin, memantulkan sinar suci kepada orang lain hingga yang bersangkutan benar-benar masuk ke dalam cermin kita adalah buah yang harus terus kita tanam.

  • apep jasmani

    ehm…kebenaran adalah hal yang mutlak untuk disampaikan.tapi tak sedikit orang yang menolak kebenaran.karena kebenaran itu disampaikan tidak dengan hati

  • listya yunedi

    Subhanaallah,indah sekali jika seluruh manusia di muka bumi ini berhati bersih seperti ap yg di contohkan oleh Rosullallah SAW

  • sahrul efendi

    Lihatlah bagaimana orang-orang yang menzhalimi orang lain dan dirinya sendiri di sekitar kita adalah mereka yang senantiasa berkubang dalam prasangka buruk, dengki, maksiat, dan jauh dari Nur Ilahi. Sebaliknya, saksikanlah betapa para alim ulama, auliya’, atau shalihin adalah mereka yang selalu hidup dalam kekhusyukan, kesabaran, keikhlasan, kedermawanan, yang dipijarkan oleh Cahaya Ilahi yang memayungi seuntai hati cemerlang, sehingga mampu menerbitkan kebaikan dan ketenteraman bagi dirinya…

  • http://hamdiyya.ning.com akhwat

    Cara utk memiliki hati bersih bagaimana?

  • http://Www.sangpenyairpatah.blogspot.com Zulkarnain Adjidan

    Hati adalah pijakan jiwa. Ketika berbalik baik, maka baiklah hati. Ketika ia berbalik buruk, maka buruklah hati. Naskah tentang hati ini begitu terurai dengan baik. Perfect. Smoga orang yang telah membacanya dapat merealisasikannya dengan baik. Syukran.

  • Mahhmed

    mudah_mudahan orang yg membaca naskah ini,akan dbrsihkan hati nya oleh allah swt. sbrsih embun yg ada dsurga. amiiiiiin . . . . .

  • Siswo Hadi Jatmiko

    Assalam,wr.wb
    bgaimana hati ini bisa menjadi suci???

  • rathy

    subhanallah,inginnya aku menjadi seorang yang bersih hatinya,amiin

    • fajar karisma

      amin

  • fajar karisma

    Aku ingin menjadi baik :)

    “Ketahuilah bahwa sesunggunhynya dalam jasad itu terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya, ketahuilah bahwa ia adalah hati (qalbu).” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Sari kurniati

    Inti’y qta sbgai manusia hrus brfkr posif,klo hti n fkran qt posif insy4JJ1 hti qta tntram.mulailah dr hti n fkran qta yg brsih

  • gito restu buana

    Amiin…ijin share skalian tag ya Akhi…Syukran.

  • praba

    “Ketahuilah bahwa sesunggunhnya dalam jasad itu terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya, ketahuilah bahwa ia adalah hati (qalbu).” (HR. Bukhari dan Muslim)

    ada yang tau ga’ segumpal daging dalam jasad kita yang diberi nama hati (qalbu) posisinya dimana ya ? terimakasih

  • http://www.facebook.com/people/Febbie-Nawawi/1251994379 Febbie Nawawi

    …mari membersihkan hati, agar senantiasa menyenangkan sesama…dengan slalu mengingatNya…bismiLlah..

  • Djuhary

    memang hati yg bersih akan memancar pada tutur kata dan perilaku yang santun.dan seulas senyuman sudah cukup untuk menyenangkan manusia..