Home / Suara Redaksi / Editorial / Islam Agama Damai

Islam Agama Damai

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
burung
Hanya Ilustrasi Gambar Saja (Jihan Mahmud-islamtime.net)
dakwatuna.com Islam adalah agama damai, agama penuh toleransi, agama yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta menentang pengkrusakan atau pembunuhan, baik dilakukan secara massif atau terhadap individu.

Ada 5 hak asasi manusia yang sangat dihormati dan dipelihara oleh agama Islam, yaitu Agama, Nyawa, Harta, Nasab dan Kehormatan.

Siapun yang melakukan pelecehan dan tindak kejahatan terhadap kelima hak asasi manusia tersebut tidak bisa diterima, dan Islam memberikan hukuman yang sangat berat terhadap pelakunya.

Allah swt. berfirman:

“Barang siapa membunuh seorang manusia bukan karena orang itu membunuh orang lain (bukan karena qishash), atau bukan karena membuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan ia membunuh manusia seluruhnya; dan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan ia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya.” Al-Maidah: 32

Islam melarang menggunakan segala cara untuk meraih tujuan. Dalam suasana kecamuk perang sekali pun, Islam memberikan rambu-rambu dan etika berperang: tidak boleh membunuh orang yang telah menyerah, tidak boleh membunuh wanita, orang tua, anak kecil, tidak boleh merusak tanaman, atau tempat ibadah. Tawanan perang dalam Islam juga dijaga dan diperlakukan secara manusiawi.

Oleh karena itu, setiap tindak kekerasan, pembunuhan atau pemboman, maka tindakan itu tidak bisa ditolelir, tidak bisa diterima, siapapun pelakunya, apapun agamanya. Dan Islam berlepas diri dari tindakan tersebut. Allahu a’lam

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (37 votes, average: 8,70 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ulis Tofa, Lc
Lahir di kota Kudus, Jawa Tengah, pada tanggal 05 April 1975. Menyelesaikan jenjang pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah di Maahid Krapyak Kudus. Tahun 1994 melanjutkan kuliah di LIPIA Jakarta. Program Persiapan Bahasa Arab dan Pra Universitas. Tahun 2002 menyelesaikan program Sarjana LIPIA di bidang Syariah. Semasa di bangku sekolah menengah, sudah aktif di organisasi IRM, ketika di kampus aktif di Lembaga Dakwah Kampus LIPIA, terakhir diamanahi sebagai Sekretaris Umum LDK LIPIA tahun 2002. Menjadi salah satu Pendiri Lembaga Kajian Dakwatuna, lembaga ini yang membidangi lahirnya situs www.dakwatuna.com , sampai sekarang aktif sebagai pengelola situs dakwah ini. Sebagai Dewan Syariah Unit Pengelola Zakat Yayasan Inti Sejahtera (YIS) Jakarta, dan Konsultan Program Beasiswa Terpadu YIS. Merintis dakwah perkantoran di Elnusa di bawah Yayasan Baitul Hikmah Elnusa semenjak tahun 2000, dan sekarang sebagai tenaga ahli, terutama di bidang Pendidikan dan Dakwah. Aktif sebagai pembicara dan nara sumber di kampus, masjid perkantoran, dan umum. Berbagai pengalaman kegiatan internasional yang pernah diikuti: Peserta Pelatihan Life Skill dan Pengembangan Diri se-Asia dengan Trainer Dr. Ali Al-Hammadi, Direktur Creative Centre di Kawasan Timur Tengah, pada bulan Maret 2008. Peserta dalam kegiatan Muktamar Internasional untuk Kemanusian di Jakarta, bulan Oktober 2008. Sebagai Interpreter dalam acara The Meeting of Secretary General of International Humanitarian Conference on Assistanship for Victims of Occupation bulan April 2009. Peserta Training Asia Pasifik Curriculum Development Training di Bandung pada bulan Agustus 2009. Peserta TFT Nasional tentang Problematika Palestina di UI Depok, Juni 2010 dll. Karya-karya ilmiyah yang pernah ditulis: Fiqh Dakwah Aktifis Muslimah (terjemahan), Robbani Press Menjadi Alumni Universitas Ramadhan Yang Sukses (kumpulan artikel di situs www.dakwatuna.com), Maktaba Dakwatuna Buku Pintar Ramadhan (Kumpulan tulisan para asatidz), Maktaba Dakwatuna Artikel-artikel khusus yang siap diterbitkan, dll. Sudah berkeluarga dengan satu istri dan empat anak; Aufa Taqi Abdillah, Kayla Qisthi Adila, Hayya Nahwa Falihah dan Muhammad Ghaza Bassama. Bermanfaat bagi Sesama adalah motto hidupnya. Contak person via e-mail: ulistofa-at-gmail.com atau sms 021-92933141.
  • al efasi

    bagus artikelnya.. cuma ko gambarnya da burung pas di atas alQuran ya.. secara fiqih gambar seperti itu bagaimana ustadz??

  • ‘Afwan, artikelnya bagus. Ana juga keberatan dgn gambar burung diatas Qur’an itu?
    Apa arti damai identik dgn burung?

    • Prima

      ^.^’

  • jokocikopo

    bagus…. artikel ini bisa memberi pemahaman yang pas tentang Islam yang memang benar-2 agama yang damai… ana juga setuju klo gambar diatas cukup Al-Qur’an saja… tanpa ada gambar burungnya… takut salah menafsirkan…

    • Prima

      burung aja ko repot
      :)

  • supriyanto

    Hanya orang yang anti dan bodoh yang bicara kalau Islam itu tidak indah, Islam sempurna aturannya untuk keselamatan dunia akhirat, cuma masalahnya pemeluknya terkadang malah kurang mmahami hal ini bahkan banyak sekali yang seperti keledai yang memanggul kitab akhibatnya banyak orang yang mengaku muslim tapi masih gemar melakukan tindakan-tindakan yang terlarang dalam Kitab-Nya.Uraian yang bagus sekali.

  • Prima

    @ Untuk ketiga pengomentar yg mempermasalhkan/menanyakan knp hrs ad gambar bunrung//
    ..
    Kenapa ya gambar burung saja harus dipermasalahkan dan harus dikaji mendalam??

    :D
    salam damai

    (jangan 2 salam damai ini pula di permasalhkan..)

  • Dwi Santi

    ane suka artikelnya, soalnya pemakaian bahasanya mudah dipahami dan singkat serta jelas

  • Hana

    Sy prnh nyasar k sbuah situs gila yg isinya mnghujat Islam scr terang2n..sy sgt trluka mmbaca kalimat2 pnghinaan mrk,skaligus benci pd diri sy sndiri krn tidak mampu membantah pernyataan mrk, apalah daya..sy hanya seorang yg awam..belum memiliki pengetahuan luas untuk bisa membalas serangan itu..sy bahkan smpat trpengaruh dgn pernyataan mrk yg meragukan apakah Islam agama yg damai atau melegalkan kekerasan..tp stlh membaca artikel ini, sy yakin seyakin yakinnya bahwa Islam agama yg damai…

  • memang bagus apa yang telah bapak simpulkan dan saya sangat mendukungnya,tetapi sebaiknya jangan menambahkan apapun dalam al-quran maupun diluar atau didalamnya.semoga apa saya sampaikan bermanfaat.

  • Sukma

    Yap islam agama yang damai…

  • Artikel yang sangat menarik.
    Seandainya benar-benar dilaksanakan, tentu tidak akan ada kerusuhan berbau AGAMA, perusakan rumah ibadat, penghancuran patung di bekasi, pelarangan beribadah (GKI Yasmin, HKBP Mustika Jaya), tentu tidak ada pula Bom Bali dan Bom Natal, tentu Amrozi cs tidak dikatakan sebagai mujahidin, tentu tidak ada bom bunuh diri, tentu tidak ada aksi-aksi anarkis dari FPI.

    Sungguh indah-nya Indonesia bila itu terjadi.

    Salam Bhinneka Tunggal Ika!

  • Hangudi

    Sebagai muslim, saya malu tiap membaca tulisan
    seperti ini, belum lagi politikus2 (yang banyak munafik itu) sering bekoar di
    TV, agama damai…agama damai, tapi betulkah kenyataannya? Malu saya, golongan
    apa yang sering mempertontonkan kerusuham di negeri ini, sebodoh apapun
    masyarakat pasti tahu jawabannya

  • Hangudi

    Sebagai muslim, saya malu tiap membaca tulisan
    seperti ini, belum lagi politikus2 (yang banyak munafik itu) sering bekoar di
    TV, agama damai…agama damai, tapi betulkah kenyataannya? Malu saya, golongan
    apa yang sering mempertontonkan kerusuham di negeri ini, sebodoh apapun
    masyarakat pasti tahu jawabannya

Lihat Juga

Muslim membagi-bagikan Al-Quran di Eropa. (islammemo.cc)

Austria Larang Pembagian Al-Quran

Organization