Home / Berita / Demo dan Seruan Boikot Internasional Sambut Kebrutalan Cina di Xinjiang

Demo dan Seruan Boikot Internasional Sambut Kebrutalan Cina di Xinjiang

Seorang Muslimah Uighur menghadapi pasukan keamanan bersenjata Cina (REUTERS/David Gray)
Seorang Muslimah Uighur menghadapi pasukan keamanan bersenjata Cina (REUTERS/David Gray)

dakwatuna.comUmat Islam dunia memprotes keras atas tindakan kejam Cina tehadap minoritas muslim di Xinjiang. Umat Islam Turki dan India menyeru untuk memboikot produk-produk dari Cina, atas perlakuan mereka terhadap minoritas muslim Uighur.

Pada demo anti Cina (Jumat, 10/07) di Ankara, Turki, seorang juru bicara dari Asosiasi Hak Konsumer Turki kepada Agence France Presse (AFP) mengatakan, “Konsumen adalah senjata yang paling efektif bagi kami.”

“Sejak hari ini, Asosiasi Konsumer kami mengumumkan aksi boikot besar-besaran terhadap Cina.”

Ungkapan serupa juga diutarakan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan Turki Nihat Ergun untuk mati-matian memboikot produk dari Cina, terlebih dari Beijing atas kekejaman yang terjadi terhadap umat Islam di Uighur.

“Para konsumen baiknya mencari tahu, apakah produk yang mereka gunakan berasal dari negara yang menghormati nilai-nilai kemanusiaan atau tidak?!”

Penduduk Urumqi (ibukota Xinjiang) dikepung pasukan keamanan bersenjata Cina (AP Photo/Ng Han Guan)
Penduduk Urumqi (ibukota Xinjiang) dikepung pasukan keamanan bersenjata Cina (AP Photo/Ng Han Guan)

Dari Beijing dilaporkan, sedikitnya 156 muslim tewas dan lebih dari 1.000 orang luka-luka, akibat tindak kekerasan yang dilakukan polisi Cina.

Tindakan brutal Cina ini mendapat kecaman keras dari dunia internasional, dan meminta agar pemimpin Cina untuk melakukan pengendalian diri.

Dari India, Imam Masjid terbesar di India Maulana Habiburrahman mengatakan, “Kami siap memboikota produk Cina.”

Imam besar dari India itu juga mengatakan, “Jika perlu, kami akan berbicara dengan Dewan Muslim India, kemudian kami akan mengeluarkan fatwa yang mengutuk produk Cina.”

Demontrasi Internasional

Pada Jumat lalu, ribuan umat Islam sedunia turun ke jalan-jalan pada hari untuk memprotes tindakan brutal polisi Cina di Uighurs.

Para demonstran melambaikan bendera Uighur yang bergambar sabit putih dengan latar belakang berwarna biru. Sedangkan beberapa orang lain tampak semangat membakar bendera Cina dan barang-barang yang diproduksi Cina.

Sekitar 200 muslim Turki yang Shalat di masjid Istambul Beyazit Mosque mengatakan, “Cina adalah pembunuh.”

Di Australia, ratusan umat Islam secara bertahap melakukan protes terhadap pembantaian umat Islam Xinjiang, Cina.

Di hadapan Gedung Parlemen Australia, Canberra, para demonstran meneriakkan, “Kemaitan bagi teroris Cina!”

Umat Islam Indonesia juga tidak tinggal diam. Partai Keadilan Sejahtera menggalang massa sebagai aksi solidaritas untuk umat Islam di Cina. Kepada AFP, Presiden PKS Tifatul Sembiring mengatakan, “Cina seharusnya tidak bertindak sebagai tirani dalam menghadapi warganya yang berbeda agama dan kepercayaan.”

Sementara itu Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) mengecam kebrutalan pemerintah Cina dan etnis Han terhadap minoritas Muslim Uighur, dan menyesalkan akan diamnya umat Islam yang mengabaikan penderitaan, penganiayaan serta diskriminasi yang dialami Muslim Uighur. Muslim Cna terpinggirkan dari dunia Islam. Mereka telah lama mengalami penindasan, tetapi mereka terabaikan,” kata juru bicara PITI Steven Indra Wijaya kepada The Jakarta Post via telepon.

“Kami menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk menolak penindasan serta membantu etnis Muslim Uighur.”

Terkait pembantaian di Cina, muslim Uighur menuding bahwa pemerintah Cina ingin mengatur jutaan warga suku Han di wilayah mereka, karena wilayah yang memiliki cadangan minyak dan gas bumi yang besar. Tujuan akhirnya adalah, setelah menguasai minyak, pemerintah Cina ingin menghapuskan identitas dan kebudayaan Islam di sana. (sinaimesir/tjp/Fks/iol)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 9,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Uus Sumardi

    Mmeskipun telat menyimak berita ini, saya ikut prihatin, dan saya setuju untuk memboikot produk cina sebagaimana yang dilakukan negara Turki dan India.

  • fadly maidany

    kalau membaca apa yang terjadi di cina, kita yang mengaku sebagai orang yang beragama islam tidak merasakan sakit, dan terihina oleh pemerintahan cina terhadap perlakuan yang tidak berprikemanusiaan itu, maka kita perlu bertanya apakah islam kita sudah benar,,,,???
    kemudian kalau jawabannya ia.. bagaimana sikap kita terhadapa hadts rosul yang mengatakan ” satu muslim denga muslim yang lain ibarat satu tubuh, bila sebahagian merasa sakit, maka yang lainnyapun akan merasa sakit… ” ???

Lihat Juga

KAMMI Mengecam Keras Larangan Puasa Ramadhan di Xinjiang