Home / Berita / Opini / Change!

Change!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Sukses (safruddin.wordpress.com)dakwatuna.com Setelah profil saya muncul di rubrik “Tokoh” sebuah majalah, ada seseorang menelpon berkomentar tentang isi rubrik tersebut. Intinya ia mengucapkan selamat saya telah berhasil meraih gelar doktor.

Sahabat saya ini paling tau perkembangan saya dari kecil. Dia tau betul waktu masih menjadi pelajar saya tidak punya prestasi sama sekali untuk dibanggakan. Di Facebook teman SMA saya juga berkomentar bahwa dia tidak menyangka saya sekarang seperti ini.

Memang hidup ini bagai roda pedati, kadang kita di atas, kadang bisa pula di bawah. Semasa menjadi pelajar saya memang tergolong murid yang biasa-biasa saja. Tidak punya keistimewan, prestasipun tak ada. Maka wajar bila orang-orang yang dulu pernah mengenal saya terheran-heran kok saya bisa sekarang menjadi doktor dalam usia muda pula.

Tapi tidak dengan mereka yang mengenal saya sejak kuliah. Teman kuliah pernah menceritakan tentang diri saya kepada seseorang. Seseorang itu menceritakan lagi kepada saya. Katanya kerjaan saya waktu kuliah dulu belajar terus. Asal dia liat saya, saya biasanya lagi belajar. Pernah ditanya kok saya belajar terus. Ternyata jawaban saya waktu itu karena saya ingin melanjutkan S2 dan S3. Saya sendiri sudah lupa tentang itu.

Proses bermetafosanya saya dari murid yang biasa-biasa saja menjadi mahasiswa berprestasi tidak terlepas dari peran kakak saya yang memperkenalkan saya pada Forum Studi Islam. Sejak saat itu mulailah saya memperdalam agama. Saya menjadi begitu mencintai buku karena buku adalah jendela ilmu. Allah SWT begitu mencintai orang-orang yang berilmu.

Saya ingin menjadi orang yang dicintai Allah SWT. Sejak saat itu sayapun menutup aurat. Semakin saya perdalam agama semakin candu saya belajar. Ternyata begitu jelas arahan Allah SWT kepada ummat-Nya. Allah SWT yang menciptakan kita, Dia paling tau untuk apa kita diciptakan. Allah SWT ingin kita memimpin dunia, memimpin makhluk yang ada di atas bumi ini, menyeru mereka kepada Allah SWT.

Tapi tak semua orang dipilih Allah SWT untuk tugas mulia itu. Hanya orang-orang khusus, yang bermental baja, bernyali singga, yang menggunakan otaknya untuk memikirkan penciptaan-Nya, yang tak pernah jemu menengadah disepertiga malam saat orang-orang terlelap tidur. Semakin banyak saya berikan waktu saya kepada Allah SWT, semakin saya rasakan hidup ini begitu mudah. Semakin kuat cita-cita saya menyeru manusia kepada Allah SWT, semakin mudah saya memahami apa saja yang saya pelajari. Semakin saya dedikasikan diri saya untuk Allah SWT semakin Ia permudah segala urusan saya seperti jodoh, keuangan, kesehatan dll. Sesuai dengan janji Allah SWT, “Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS. Muhamad :7)

Kita semua tentu ingin mencintai dan dicintai Allah SWT. Kita semua berharap segala urusan kita dipermudah-Nya. Di antara kita mungkin banyak yang berharap diberikan jodoh yang sesuai, dilapangkan rezeki, diberi anak-anakh yang sehat dan sholeh. Bagi Allah SWT itu semua kecil dan mudah. Jangankan itu syurgapun sangat mudah Allah SWT berikan.

Hanya ada dua hal yang menjadi syaratnya, yaitu kita kerjakan seluruh yang diperintahkan dan kita tinggalkan seluruh yang menjadi larangan-Nya. Menyebutkannya memang mudah, tapi mengaplikasikannya dalam kehidupan yang sulit. Tapi kalau kita berpedoman pada apa yang dipesankan Rasulullah SAW. dijamin kita tidak akan mengalami kesulitan. Dua hal itu adalah Al-Quran dan Sunnah. Mari kita jadikan ia sebagai pedoman, rule of law, undang-undang, agar tidak kita dapati hidup ini memberatkan. Setelah itu kita berdoa. Mohonlah dengan hati yang dalam, pintalah dengan sungguh-sungguh, merajuklah pada-Nya, biarkan air mata itu mengalir deras menghapus dosa-dosa kita. Percayalah Allah SWT takkan membiarkan kita lemah dan kalah kalau kita benar-benar sungguh-sungguh. Selagi Allah SWT masih memberikan nafas, selagi mata ini masih bisa menatap langit, selagi hati ini belum Ia butakan, mari kita berubah.

Perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu, tapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah. Belum terlambat bagi kita memancangkan niat untuk menjadi hamba yang mukminin, manusia yang muttaqin, makhluk yang memancarkan kebaikan kepada sesama. Belum tertutup pintu taubat bagi hamba yang mau bertaubat.

Mari kita berubah, kita jadikan persinggahan yang sebentar di dunia ini sebagai wahana bagi kita berpetualang mengumpulakan amal sebanyak-banyak untuk bekal kelak di akhirat.

Saya bisa, dia bisa, mereka juga bisa, Anda tentu lebih bisa lagi!!! Get inspiration, do with motivation and create successfully……

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (41 votes, average: 9,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Konselor Laktasi dari Sentra Laktasi Indonesia dan Penggiat Smart Parenting. Dosen STIE Dharma Andalas Padang.
  • iin

    fastabiqul khairat. kalau niat kita berubah dan beramal karena Allah, kenapa kita ragu dengan pertolongan-Nya. yakinlah Allah bersama kita

  • Wila

    subhanallah uni Yesi, perubahan membutuhkan komitmen dan perjuangan…mohon doanya uni moga saya menjadi bagian orang-orang yang berbuat utk perubahan diri….

Lihat Juga

Presiden Qatar University, Dr. Hassan Rashid Al-Derham dan Presiden Turki, Recep Tayip Erdogan dalam seragam khas wisudawan di Hall Ibnu Khaldun, Universitas Qatar, Doha, Qatar (Sumber Foto: Kantor Kepresidenan Turki)

Erdogan Peroleh Gelar Doktor Kehormatan dari Qatar University

Organization