Home / Berita / “Mahkota Ketegaran” untuk Penghafal Al-Qur’an

“Mahkota Ketegaran” untuk Penghafal Al-Qur’an

hanyaandquran_300_0dakwatuna.com – Gaza, PM Palestina Ismail Haniyah menyatakan telah menyiapkan hadiah untuk penghafal al-Quran terbaik dari acara “Taajul Waqar” (mahkota ketegaran) dan menunaikan umrah ke tanah suci Makkah.

Hal tersebut disampaikan Haniyah dalam inspeksi ke perkemahan “Tajul Waqar” yang diselenggarakan Darul Quran dan Sunnah di distrik Gaza. Di sela-sela kunjungan, Haniyah mendengarkan para penghafal al Quran dan merasa kagum dengan tilawah dan hafalan mereka.

Haniyah menegaskan bahwa pembebasan tanah Palestina tidak akan terjadi kecuali di tangan para generasi yang menghafal kita suci Allah dan mengamalkannya. Dia menambahkan, “Kemenangan Gaza dalam “perang pembeda” terakhir tidak lain karena keutamaan al Quran dan para ahli al Quran. Seluruh dunia harus begadang dan menghabiskan berjuta-juta untuk mendidik anak-anak mereka berdansa dan bernyanyi. Mereka menyelenggarakan program-program dan pelatihan-pelatihan serta yang lainnya. Namun warga Gaza begadang untuk mendidik anak-anak mereka al Quran dan ilmunya.”

Perdana menteri menyampaikan terima kasih kepada Darul Quran dan Sunnah atas usahanya untuk menjaga kitab suci Allah.

Menurut Ketua Darul Quran dan Sunnah, Dr. Abdurrahman al Jamal, program ini dilaksanakan pada saat liburan sekolah musim panas. Dengan tujuan memanfaatkan masa liburan ini untuk membentuk generasi Qur’an yang siap dan mampu bertanggungjawab membebaskan tanah air dan kewajiban berdakwah di jalan Allah ta’ala.

Ia menyebutkan bahwa program mahkota ketegaran ini serempak diselenggarakan di seluruh penjuru wilayah Jalur Gaza dan berlangsung selama 60 hari diikuti 10 ribu siswa-siswi yang ingin menghafal al Qur’an.

Program mahkota ketegaran ini adalah program lanjutan untuk Tahfidzul Qur’an (menghafal al Qur’an) yang digalang lembaga Darul Qur’an dan Sunnah selama ini. Setelah sebelumnya pada liburan musim panas tahun 2007 program yang sama dilaksanakan selama 60 hari. Dari program ini di tahun 2007, tercatat ada 400 hafidz dan hafidzoh (penghafal) al Qur’an penuh (30 juz), sebagian lain hanya hafal sejumlah juz. Musim panas tahun 2008, program hafalan al Qur’an dengan nama ”Tabashir Nasr” digelar dan berhasil mencetak sekitar 3 ribu siswa-siswa penghafal al Qur’an baru. (seto/ip)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (28 votes, average: 9,46 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Alhamdulillah…..
    Kalau saja di Indonesia ada program seperti ini………
    Mudah2an akan lahir untuk lebih mengedepankan kepentingan agama agar tercipta insan2 yang kuat.
    Aamiin

  • mu’mien mualimien

    tak ada yang lebih aku syukuri melainkan keimanan di hati.
    andai dunia tak secanggih sekarang,sudah pasti tak ada yang ku temui lewat situs ini.
    syukron buat yang bikin smua ini,THANK YOU ALLOH SWT…..

  • Erwin Ibnu Abbas

    Subhanallah…
    Allah yang menurunkan Al-Quran.
    Allah juga yang menjaganya.
    Semoga kita terpilih sebagai orang yang mampu menghafal dan mengerti kandungan Al-quran.
    Amin…

  • Mushahib Lakoda

    Subhanallah..,setiap rencana yang dibuat manusia telah didahului oleh rencana yang dibuat oleh Allah. Begitu hebatnya yahudi merencanakan kejahatan untuk Plaestina, tentu jauh lebih hebat tekhnologi Alqur’an, tekhnologi KAF dan NUN. Jika Allah berkehendak cukup dengan Kun Fayakun…Selamat berjuang saudaraku, anak negri Palestina..Engkau akan berjaya dengan alqur’an.

  • arif

    para pembawa panji2 al quran Allah bersamamu.Allahu Akbar

  • jundullah

    Sekarang saatnya di Indonesia untuk mencetak para penghafal Qur’an yang berkualitas. LANJUTKAN!!

  • siti aisyah

    askum…
    maaf sebelumnya saya mau tanya.
    saya baru belajar menghafal alquran, niat saya sudah ada sejak dulu, namun baru terlaksana pada saat saya mempunyai pacar.
    awalnya saya tidak pernah pacaran n berusaha agar tidak pacaran, tapi cinta itu tidak bisa saya bendung. pada saat pacar saya meminta saya menjadi pacarnya, saya sempat menolak bahkan dengan alasan saya sedang menghafal alquran(padahal blm menghafal) jd g boleh pacaran. tp hati saya trus senang jk bersamanya, n akhirnya kami…

    • siti aisyah

      kami pacaran, kebohongan alasan saya pada pacar saya membuat saya menjadikannya suatu kebenaran,(saya malu:niat saya adalah takut jika pacar saya tahu bahwa saya bukan kufat )
      saya mencari guru, n berniat menghafal alquran.
      awal menghafal sangat lancar karna saya baru berpacaran dan pacar saya ada di sisi saya, tp setelah pacar saya bekerja di Bali(luar pulau) saya mulai malas, apalagi saya merasa ke enakan saat berhenti menghafal (spt tdk pnya beban) dan saya sedang mengerjakan skripsi,…

      • siti aisyah

        ketidak mampuan membagi waktu juga menjadi alasan saya berhenti sejenak. dan akan meneruskannya lagi.
        akhirnya setelah mendapat 2 1/2 juz saya berhenti namun tetap menghafal yang sudah hafal.
        kini saya ingin bisa menghafal lagi,,,dan sudah mulai lagi saat ini…
        mohon bimbingnnya ustdz, jika saya memutuskan pacar saya sepertinya saya g kuat, saya juga sudah sholat istikharah tuk dy dg bantuan teman2 yang lebih ahli dan hasilnya baik, saya juga sudah mantap denganny.

        saya juga punya…

  • siti aisyah

    saya juga punya persoalan gini, setelah dia pulang nanti sehabis lebaran, tentunya kami tidak bisa membendung rasa rindu ini, dan pastinya akan ada banyak dosa yang saya kerjakan.
    dan jalan untuk menghindari dosa itu adalah menikah, ayah dia juga sudah sgt setuju tapi ibunya kurang setuju karna dia masih kecil dan adik2nya masih butuh banyak biaya, dan sebenarnya pacar saya sudah ingin menikah. di keluarga dia kurang mampu dalam harta. jadi perlu persiapan untuk menikah. apakah saya harus…

  • siti aisyah

    apakah saya harus menyadarkan ibunya? atau gimana?…
    sedangkan di keluarga saya, keluarga saya belum tahu jika saya punya pacar, bukannya dilarang tapi saya belum memberitahu. keinginan keluarga saya adalah saya mempunyai suami yag bertitel, kaya dan dapat dibanggakan. apa yang harus saya katakan pada ibu saya???
    mohon bimbingannya ustdz,,
    trima kasih sebelumnya…

  • Mari memperbanyak membaca Al-Quran.

    Kalo pngn membaca dan mendengarkan ayat-ayat Quran secara online, bisa berkunjung ke halaman ini.

  • wadiyo

    Semoga para penghafal Al-qur’an ini menjadikan bantuan dan pertolongan Alloh SWT turun pada rakyat Palestina.Amien

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina