ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Bukan Jomblo, Tapi Single

Kunjungan Carter Tegaskan Eksistensi Hamas

17/6/2009 | 23 Jumada al-Thanni 1430 H Please wait
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

logo-hamasdakwatuna.com – Gaza, Anggota parlemen dari Hamas Ir. Ismail al-Asyqar menegaskan pentingnya kunjungan mantan Presiden Amerika Jimmy Carter ke Jalur Gaza dan pertemuannya dengan PM Ismail Haniyah.

Asyqar menyatakan kunjungan itu penting karena Carter adalah mantan presiden Amerika, tokoh berpengaruh di dunia dan dihormati di kalangan politik dunia. Melalui pengalaman polilik dan kemampuannya menganalisa peristiwa, dia tahu bahwasanya tidak mungkin meninggalkan Hamas, tidak seorang pun bisa menghapusnya dari peta kawasan timur tengah, sebagaimana halnya tidak mungkin menciptakan perdamaian tanpa melibatkan gerakan ini. Karena Hamas masih mewakili mayoritas Palestina di luar dan di dalam, dan juga gerakan perjuangan terbesar di kawasan itu.

Asyqar menjelaskan bahwa Hamas tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip bangsa Palestina dan menjaga hak-hak rakyat yang telah menempatkan gerakan pada posisi yang kuat di jantung rakyat sampai menjadi gerakan terbesar dan terkuat baik di tingkat rakyat, politik dan social di Palestina.

Bahkan dunia tahu hari demi hari tidak mungkin memberangus dan menghabisinya. Karenanya mereka harus duduk dan berinteraksi dengan Hamas sebagai wakil yang terpilih secara mayoritas oleh rakyat Palestina, yang menjaga hak-hak dan prinsip-prinsip mereka, sekaligus sebagai pemain utama di Palestina.

Dia menyatakan bahwa kunjungan Carter merupakan keinginan sejumlah pihak internasional dalam mengevaluasi kembali peta politik di kawasan dan mereka tahu pentingnya rakyat Palestina mendapatkan hak-hak mereka dan haknya dalam menentukan nasibnya sendiri.

Asyqar mengatakan, “Kami berpendapat bahwa pemerintah Amerika yang di pimpin Obama – yang berasal dari satu partai dengan Carter – harus melihat kembali pada hak rakyat Palestina dalam menentukan nasibnya sendiri, tidak terlalu jauh mendukung Israel dan melompati hak-hak rakyat Palestina.

Amerika, sejak pendirian Israel, telah memberikan dukungan dana, politik, ekonomi dan militer kepadanya. Hal inilah yang mendorong Israel terus melanggar hukum internasional dan melanggar HAM sampai menjadi negara teroris dan keluar dari hukum.

“Dia menegaskan Palestina adalah persoalan central dan menjadi asas stabilitas di timur tengah.” (seto/ip/ut)

email

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (7 orang menilai, rata-rata: 9,71 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia