Home / Berita / Opini / Antara Facebook dan Manusia Produktif

Antara Facebook dan Manusia Produktif

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

facebookdakwatuna.comKecanggihan teknologi informasi khususnya internet telah membawa kemajuan yang sangat pesat di seluruh aspek kehidupan. Berapa banyak kawan lama yang kembali bersilaturahim berkat situs jejaring rekaan Mark Zuckerberg bernama Facebook. Berapa banyak bisnis berjalan mulus dan berkembang berkat distribusi dan jaringan melalui internet. Berapa pula banyak orang yang menjadi religius berkat siraman rohani dari berbagai situs dakwah yang bertebaran di dunia maya.

Namun dibalik manfaat kecanggihan internet itu tidak sedikit pula mudharat yang bakal menimpa penggunanya. Edward Richardson, pria asal London, Inggris tega membunuh mantan istrinya. Penyebabnya hal sepele, yakni setelah mengetahui kalau mantan istrinya tersebut telah mengubah status ‘single’ di Facebooknya. Tidak sedikit juga pengguna internet menjadi tidak produktif karena waktunya habis terbuang hanya untuk memperhatikan perkembangan Facebooknya.

Jika Facebook dan produk internet lainnya telah melalaikan dan menurunkan produktivitas kita sebagai seorang muslim itu tandanya kita harus waspada. Islam –dengan ke-syumul-annya– menawarkan konsep “manusia produktif” kepada setiap orang sekaligus mengantarkan mereka menembus nilai-nilai ilahiyyah yang sering tertutup oleh tabir kegelapan jahiliyyah. Sekurang-kurangnya ada empat prinsip yang diutarakan sebagai konsep Islam dalam membina manusia menjadi muslim produktif, duniawi dan ukhrawi.

Yang pertama, mengubah paradigma hidup dan ibadah. Dalam Islam, hidup bukanlah menuju kematian, akan tetapi menuju kehidupan yang abadi. Hidup merupakan ladang yang akan dituai hasilnya di kehidupan abadi nanti. Sehingga hidup ini merupakan durasi penyeleksian manusia dari amalan-amalannya, dari produktivitasnya di pentas dunia. Mana di antara mereka yang tingkat produktivitasnya tinggi dan mana yang tidak. Allah swt berfirman, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS 51:56)

Apabila paradigma (cara pandang) terhadap Facebook dan produk internet lainnya sebagai sarana atau media yang memberikan kemudahan kepada kita untuk beribadah kepada Allah SWT maka peningkatan produktivitas kita akan mengalami lonjakan kenaikan yang tinggi karena media itu telah memberi banyak manfaat kepada kita, bukan menjadi sarana yang menjerumuskan kita kepada kesia-siaan, waktu yang terbuang dan berbagai kemudharatan lainnya.

Yang kedua, memelihara kunci produktivitas, yaitu hati. Rasulullah saw bersabda: “Ingatlah dalam diri manusia ada segumpal daging, apabila daging itu baik maka akan baiklah seluruh jasadnya. Dan apabila daging itu rusak maka rusaklah seluruh jasadnya, itu tidak lain adalah hati”.

Hati merupakan “ruh” bagi semua potensi yang kita miliki. Jika hati kita bersih pikiran dan tenaga tidak akan tercurahkan serta tersalurkan hanya untuk melihat foto-foto orang lain, atau membaca komentar-komentar orang lain di Facebook. Jika hati kita bersih kita juga tidak akan berbuat iseng kepada orang lain dengan mengambil gambar orang lain untuk keperluan yang tidak bermanfaat.

Hati yang terpelihara dan terlindungi akan memancarkan energi yang mendorong manusia untuk beramal lebih banyak dan lebih berkualitas lagi. Produktivitasnya akan terjaga bahkan akan terus bertambah sedikit demi sedikit. Dan tidak hanya itu, ‘amaliyah-nya (produktivitas) pun akan mempunyai nilai yang abadi. Nilai ini adalah nilai keikhlasan yang jauh dari kepentingan-kepentingan pribadi dan duniawi.

Yang ketiga, bergerak dari sekarang. Seorang sahabat pernah berkata: “Jika engkau di pagi hari maka janganlah menunggu nanti sore, dan jika engkau di sore hari maka janganlah menunggu waktu besok”. Prinsip “bergerak dari sekarang” ini menunjukkan suatu etos kerja yang tinggi dan hamasah (semangat) beramal yang menggebu-gebu. Seorang muslim sangatlah tidak pantas jika menunda-nunda suatu amal, karena waktu dalam pandangan Islam sangatlah mahal (oleh karena itu, dalam Al-Qur’an Allah swt banyak bersumpah dengan waktu), Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna mengatakan bahwa “waktu adalah kehidupan” .

Dari prinsip ini, akan terlahir sosok-sosok manusia ‘amali. Manusia yang senantiasa menghiasi waktunya dengan produktivitas tinggi akan menjauhi hal-hal yang akan mengantarkannya kepada suatu yang sia-sia dan tak berguna. Apalagi menyibukkan waktunya untuk chatting yang tidak bermanfaat sampai melalaikan waktu shalat. Sosok muslim yang ideal telah digambarkan oleh Rasulullah saw dalam haditsnya, ia berkata: “Di antara tanda bagusnya Islam seseorang, ia senantiasa meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi dirinya”.

Yang keempat, kontinuitas dalam beramal. Dalam Islam, masa produktif ialah sepanjang hayat, selama ia masih menghirup kehidupan, maka ia dituntut untuk terus beramal dan menjaga produktivitasnya, walaupun amalan itu dilakukan sedikit demi sedikit.

Dengan prinsip kontinuitas ini, maka Islam dapat menjaga kestabilan produktivitas seorang muslim. Islam tidak membiarkan seorang muslim beramal “besar” kemudian setelah itu padam dan surut kembali. Dorongan kontinyu (dawam) dalam beramal dengan bentuk ahabul a’mali ilallah (yang paling disukai oleh Allah) merupakan dorongan terbesar bagi setiap muslim untuk senantiasa terus produktif dan menjaga produktivitasnya.

Seharusnya kita dapat menjadikan Facebook dan media internet lainnya sebagai sarana untuk menyebarkan fikrah Islamiyah yang bersih. Satu saja orang bisa tersentuh cahaya Allah melalui tangan kita tentu akan melapangkan jalan kita ke surga.

Dunia dan segala apa yang ada di dalamnya hanyalah sarana yang akan menghantarkan kita pada perjumpaan dengan yang Maha Pencipta. Jangan terlalu dicinta yang membuat waktu kita habis bersamanya. Amatlah merugi jika sarana itu justru menghantarkan kita kepada kehinaan di neraka jahanam. Sebagai seorang muslim kita memahami bahwa hidup ini hanya sekali. Hiasilah ia dengan sikap produktif, kreatif, inovatif dan prostatic. Semoga kita semua menjadi manusia yang beruntung. Amin… (Yesi Elsandra)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (175 votes, average: 9,39 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Konselor Laktasi dari Sentra Laktasi Indonesia dan Penggiat Smart Parenting. Dosen STIE Dharma Andalas Padang.
  • ass.wr.wb.Jazakallah,ust atas nasihat dalam artikel ini…ana sangat tersentuh,sebab,jika tidak waspada,memang internet wa bil khusus facebook akan hanya memberatkan urusan kita di yaumul kiamah kelak.Na`udzu billah…sangat setuju,kita harus hati-hati.
    wass.wr.wb

  • suparno

    jazakmulo khoiron kastiro atas nasehahnya syukron

  • enny

    pada dasarnya semua sarana adalah baik , hanya manusianya saja yang bisa membuat sarana tsb bermanfaat atau malah justru menjadikan keburukan

  • hunun

    betul

  • benar, semua tergantung kepada user yang menjadi dalang nya :)
    wallahu’alam…

  • dade

    spakat…

  • Rizky

    Asw.
    Syukran katsiraan atas nasihatnya. Af1, jikalau berkenan, ana hanya ingin memberikan informasi penting u para Facebooker. Silahkan Facebooker klik: http://www.haaretz.com/hasen/spages/970667
    Lalu setelah itu ber-istikharahlah & putuskan apakah Akun Facebook kita layak u dihapus atau tidak?
    Mhn maaf. Jzzk khair.
    Was.

  • Siti Hajar

    Pada dasarnya face book itu ada tidak memadhorotkan, seperti halnya Tv, tergantung yang mnggunakannya, apakah memakai aturan/tdk? kalo mmakai aturan ya tntunya tdk akan mnjadikan Madorot, malah semakin memaslahatkan, banyak Asatidz jg yang memakai /masuk Face book.Jd kalo mnrt sy , satu sj kuncinya trgantung / kmbali kpd penggunanya itu sndiri.bgmana memanage dng baik atau trgantung Niat, Innamal A’malu Binnniyat, kalo amal sdh di mulai dng sebuah niat yg baik, tntu kesananya akan baik jg.wslm,

  • Rendy

    Aslm..
    subhanalloh….
    Setuju bgt!
    Mudah-mudahan artikel ini bisa dibaca oleh semua umat muslim,khususnya di Indonesia…. Terutama buat generasi muda harapan bangsa dan tanah air tercinta, jangan sampai molor dan malas2an gara2 OL and Chatting aja! (amin ya robbal ‘alamin….) Tetap Semangat!
    100 nilai bwt artikelnya!

    Wslm…

  • YACH……
    seperti itulah yang namanya kesenangan, apa pun itu jenisnya yang di dunia,
    kalau sesuatu jenis kesenangan dunia itu sudah di buat kesenangan dunia yang berlebihan maka pastilah FATAL akibatnya, entah di dunia atau di akhirat.
    menurut ku…
    kesemuan ini, kunci intinya adalah jangan berlebih-lebihan dari jenis apa pun. yang berbau dunia.
    hehehe…. mungkin kali itu yach…

  • arief

    jazakallah khoir atas info dan taujihnya.
    semoga Allah melindungi setiap hamba yang bertakwa.

  • Facebook sekarang ini memang lagi ngetrend tapi kita jangan terlena dan menjadi lalai. Pemanfaatan Fb seharusnya kepada yang bermanfaat dan produktif, misalnya dakwah dan diskusi. Jangan hanya update dan melihat foto2 orang bahkan disalahgunakan. Ini pelanggaran dan dilarang keras oleh Islam. Namun semua fasilitas ini tergantung kepada penggunanya… :)

  • bayu

    Assallamu’alaikum.
    Bagus banget..
    Makasih udah diingetin.. =)

  • ardy

    Asslamualaikum
    Jazakallah khair khasiran
    terima kasih atas taujih ustad sehingga dapat memberikan pandangan pada kita semua

  • marhen

    mohon maaf karena artikelnya sangat bagus terpaksa ana copy dan ana sebar ke seluruh teman2 lewat FB…bolehkan

  • tiut

    Ana se7. Memang benar ketika sarana yang kita pakai kebanyakan mudharatnya daripada manfaatnya, maka lebih baik diingat lagi niatnya dan diatur penggunaan dan waktunya. Jangankan FB, HP aja kalo kelewatan sms-an atau online via phone…ya sudah…hati kita banyak lalainya. Semoga kita semua pandai memanfaatkan hati kita di jalur keridhaan Allah. Mari kita sibukkan hati kita dengan amal ibadah. Selamat Datang Bulan Rajab…Jelang Ramadhan…salam untuk seluruh umat muslimin…!

  • yadie

    subhanallah…syukron ats nasehatnya …mudah-mudahan ana kedepan lebih bisa memanfaatkanya dengan benar…jazakallah khoir khasiran..

  • Fritz Ahmad

    Saya cenderung setuju kpada komentar sdri Siti Hajar. Smua sarana itu tgantung pengguna. Contoh:coba anda fikir syapa yg bilang motor itu haram?tp bisa juga haram itu tgantung penggunanya . . . Kalau tu motor d gunakan untk maling n maksiat lainya ya kalian pasti bisa menilainya.tp apabila itu motor d gunakan untk kbaikan?anda juga sudah tau jwbanya . . . Bgitu pula halnya dngn facebook.itu smua tgantung pelaku.

  • Alhamdulillah…….
    Bertambah lagi perbendaharaan ilmu pengetahuan dengan berbagi ilmu seperti ini
    Kalimat yang sangat menyentuh hati saya adalah…..
    “Seharusnya kita dapat menjadikan Facebook dan media internet lainnya sebagai sarana untuk menyebarkan fikrah Islamiyah yang bersih. Satu saja orang bisa tersentuh cahaya Allah melalui tangan kita tentu akan melapangkan jalan kita ke surga”.
    Aamiin ….mudah2an usaha dakwah lewat FB saya niatkan ada mamfaatnya buat usaha dakwah.

  • sepakat sekali… subhanalloh.. meskipun FB penggunaannya tergantung penggunanya.. but artikel ini harus dibaca bagi siapapun… for mengingatkan kembali…

    but sY mo tanya sedikit mengenai yg kedua dari pointer ini… yaitu hati… bisa jelaaskan kaitan fisik dan non fisik makna dari hati itu sendiri.. dan kemudian di kaitkan dengan sabda Rasulullah SAW.. jazakumullah..

  • pungty

    Subhanallah!!! SETUJU!!!

  • Abdul Rozak Sidik

    Dengan adanya facebook banyak yang terlena, pekerjaan menjadi terlena dan aktifitas produktif lainnya menurun bahkan amanah kadang terbengkelai. semoga artikel ini menjadi pencerahan bagi yang masih lupa, kadang berjam-jam duduk didepan komputer hanya untuk mengakses info yang kadang belum tentu ada manfaatnya,semoga bisa menjadi manusia produktif dan banyak beramal kebaikan. Syukron artikelnya dan kami akan mempublikasikan ini ke yang lain.

  • baru pertama kali baca artikel internet plus dikaitkan dengan hukum islam

  • ok.. SIP.. SEMANGAT!!
    SEMANGAT UKHUWAH ISLAMIAH
    SEMANGAT BERKARYA

  • fara

    subhanallah……………..

    indah sekali…………..

    pesanna……..

  • Mabel

    Subhanalloh..artikel ini bener2 mengingatkan sy. memng bener tanpa kt sadari, waktu bnyk terbuang sia2.
    Trima ksh mb.

  • wati

    Alhamdulillah, diriku masih bertahan untuk tidak tergoda membuat account facebook.
    Jazakumullah khoiron atas artikelnya :)

  • mumtaz

    subhanallah…luar biasa!
    segala sesuatu memang hrus qt sikapi dg bijak..
    semangat!

  • yap sepakat, jadilah pribadi yang selalu berusaha menyikapi apa yang ada disekitar kita dengan baik, efektif, efisien

  • saya sudah lama resign dari facebook….dengan alasan sudah mengganggu pekerjaan dan hidup saya.

    Kata Mba Suri[..bangun tidur ..facebook….mau makan..sambil facebook…abis mandi…facebook lagi…sebelum tidur…buka facebook …pas tidur..mimpiin facebook…

    sudah kedanan dengan facebook akhirnya dengan kesadaran sendiri saya resign dari facebook…

    sayangnya facebook memang setan… profil saya tidak terhapus..jadi masih bisa aktif kalau tergoda…

  • secte

    Say No To FaceBook!!!!

    • Mas_Cherano

      Kayaknya jangan se-ekstrim gitu dech.

  • vandy

    Yup,Jangan jadi manusia gak produktif gara-gara “pestbook”

  • vandy

    Yup,Jangan jadi manusia gak produktif gara-gara pes*t*book

  • Balad

    Iya…facebook hanya alat saja, sebagaimana pisau maupun senjata api. Jadi sangat tergantung pada pemakainya, Syukuri apa yang ada dan manfaat secara baik. Insyaallah nasehatnya betul, untuk hati2 dalam segala hal….

  • rika karuna

    klu mnrt saya mending diambil positivnya ja yaitu menyambung silaturrahmi. . .

  • Layla

    Ass wr wb, setuju fb bwt dakwah. Slm kenal semua. Wslm

  • Loek2’il Maknoen

    Top bget,kt emg hrz produktif,gunakan facebook u mencri nilai ibadah…

  • chia

    aswr.wb.alhamduliullah tulisannya insya allah sangat bermanfaat.ana setuju.dunia maya memang merupakan salah satu sarana tuk berdakwah tapi memang kita harus menggunakan waktu qt dengan seefektif mungkin.ingat pesan Uzt Hasan Al-Banna “Sesungguhnya kewajiban kita lebih banyak dari pada waktu yang tersedia”.Wslm

  • Joko Pranoto

    asw wwr wb. facebook mubah, tapi kalo sudah menyimpang ya jadi haram… teknologi bagai pisau bermata dua, bisa digunakan untuk kebaikan atau sebaliknya. Wallohualam bisshawab.

  • juhriyanto

    Apappun halnya akal sehatlah yang digunakan.Jiwa manusia berpotensi baik dan jahat.Kedu potensi itu akan berkembang sesuai dengan kebiasaan kesehariannya;manakala sering dijejali dengan yang negatif maka yang akan lebih berkembang potensi negtiflah jadinya,begitu pula sebaliknya.Jadi mau yang mana ? Aku yakin anda bisa memilih.Pilihan anda punya konsekwensi moral dan anda akan menuainya di kemudian hari.Waspadalah…weaspadalah kata bang napi.

  • verry

    Memilih yang terbaik untuk diri dan segumpal hati. Apapun itu sortir menurut faedahnya. takwa atau futur??

  • alhamdulillah dapat pencerahan, semoga kita semua tidak terjebak dalam bisikan2 syetan, niatkan untuk ibadah dalam kerangka tawasaubil haq, watawa saubissobr. jazakumulloh khoir.

  • Gunakan Facebook untuk mencari ilmu pengetahuan dan sarana komunikasi serta silaturohmi dalam rangka berjihad menegakkan agama Islam bukan untuk iseng dan penyebaran pornografi dan kemaksiatan

  • komsatun

    Ijin share yaa…
    Terima kasih

  • Semua media sebenarnya sama saja, baik selama kita bisa memanfaatkan dengan baik.. :)

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Khutbah Idul Fitri 1437 H: Zaman Ini Membutuhkan Manusia-manusia Baru