Home / Berita / Al-Qassam: Siapa Berani Sentuh Mujahidin!

Al-Qassam: Siapa Berani Sentuh Mujahidin!

al-qassam
Pasukan Elit Brigade Al-Qassam

dakwatuna.com – Gaza, Brigade al -Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas, menegaskan pihaknya akan tetap ada di Tepi Barat apapun aksi yang dilakukan penjajah dan pengekornya. Menurutnya, darah para mujahidin tidak akan menambah apa-apa kecuali kekuatan dan komitmen berpegang teguh pada perlawanan terhadap penjajah. Al-Qassam menilai Abbas dan Fayad bertanggung jawab atas pembunuhan para mujahidin di Qalqilia. Al-Qssam akan memburu mereka yang berpartisipasi dalam membasmi para mujahidin di Tepi Barat.

Jurubicara al-Qassam, Abu Ubaidah mengatakan, “Bila orang-orang yang sesat itu menyakini bahwa al-Qassam akan berakhir di Tepi Barat, maka kami yakinkan mereka bahwa al-Qassam di Tepi Barat menuju semangat dan kekuatan dengan izin Allah.”

Abu Ubaidah mengatakan bahwa al-Qassam masih tetap pada sikapnya terhadap geng-geng, yang tidak lain adalah milisi yang sudah keluar dari norma, moral dan nasional. Tidak ada perlakukan atas mereka kecuali dengan perlawanan dan perjuangan. Kami tidak akan memberi belas kasihan pada siapa saja yang memburu para pemimpin dan mujahid kami. Mereka tidak akan menemukan kecuali senjata dari kami.” Abu Ubaidah menyerukan kepada para pejuang perlawanan dan mujahidin di Tepi Barat untuk memperlakukan geng-geng Abbas di Tepi Barat layaknya kekuatan penjajah.

Menurutnya, Abbas dan Fayad secara pribadi dan langsung bertanggung jawab penuh atas kejahatan dan tertumpahnya darah para mujahid ini. Keduanya yang akan membayar harga semua itu. Masih menurut Abu Ubaidah bahwa semua dialog dan kesepaktan yang akan datang tidak mungkin memberi mereka keamanan dan ampunan atas kejahatan biadab ini.

Mengenai realitas aksi pembunuhan para mujahid di Qalqilia, kemarin, Abu Ubaidah mengatakan, “Geng-geng yang lahir dari keranjang Fayad – Zionis – Amerika sejak kamis pagi mengepung 3 mujahid al-Qassam yang menolak menyerahkan diri mereka ke geng-geng yang keluar dari barisan nasional dan berada di bawah perintah Jenderal Amerika Keith Dayton. Para mujahid bertekad meninggalkan lokasi untuk melanjutkan perlawanan terhadap penjajah dan mengusirnya. Namun geng-geng yang terdiri dari ratusan personel dan puluhan kendaraan dan jeep militer terus mengepung dan menembaki rumah yang dijadikan perlindungan para mujahid. Dengan segala cara geng-geng ini melakukan tekanan dan tindakan represif terhadap warga yang ramai-ramai datang untuk menyelamatkan para mujahid. Milisi Abbas – Dayton ini menggunakan semua yang digunakan tuan mereka, Zionis Israel, untuk menerong orang-orang dan memaksa para mujahid agar menyerahkan diri. Namun mereka tetap menolak untuk menyerahkan diri kepada para pembunuh yang beberapa hari sebelumnya telah membunuh rekan-rekan mereka di kota yang sama, termasuk dua komandan al-Qassam Muhammad Saman dan Muhammad Yasin. Makan geng-geng ini memperketat pengepulan rumah dari berbagai penjuru, meledakan sejumlah bom dan peledak. Di bawah hujan serangan yang dilakukan geng-geng ini berhasil menyerbu rumah dan membunuh tiga mujahid al-Qassam. Mereka adalah Muhammad Atiyah, Iyad Abtali dan Ala Diyab.” (seto/infopalestina)

About these ads

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (28 votes, average: 9,86 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • septo

    semoga seluruh mujahid yangsyahid di jalan Allah di beri tempat di jannah Nya.salam jihad dari saudara di indonesia

  • acan

    fatah dan tepi barat memang sudah di genggam oleh israel,hanya hams lah harapan kami

Lihat Juga

Pangeran Turky Al-Faishal (aljazeera.net)

Hamas Bantah Pernyataan Al-Amir Turky Al-Faishal