Home / Berita / Mantan Mufti Mesir: Haram Blokade Gaza

Mantan Mufti Mesir: Haram Blokade Gaza

mantan-mufti-mesir
Mantan Mufti Mesir, Syaikh Washil

dakwatuna.com – Kairo, Mantan Mufti Mesir, Syaikh Nasher Farid Washil mengecam rezim Mesir yang masih menutup perbatasan antara Gaza dan Mesir. Ia menganggap pemblokiran terhadap Gaza sama dengan memerangi kaum muslimin dan berkomplot dengan Zionis.

Ia menjelaskan hal ini dalam pernyataanya yang dilansir harian Al-Quds Arab Senin (25/5). Ia mengatakan, walau bagaimanapun tidak mungkin membuat alasan-alasan untuk menutupi kekuranganya dalam membantu warga Palestina di Gaza. Ia mengatakan, jika Allah Ta’ala saja memasukan seorang perempuan ke dalam neraka hanya karena ia mengurung seekor kucing, apalagi bila seseorang mengurung dua juta warga Palestina di Gaza. Sementara sebagian mereka ada yang membutuhkan obat-obatan, makanan dan yang mau menuntut ilmu.

Tidak ada alasan bagi mereka yang tetap melanggengkan blockade. Orang-orang yang berbicara tentang perlindungan atas bahaya yang mengancam jiwanya, tidak paham bahwa kesempurnaan iman tidak akan diperoleh kecuali dengan mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya. Ia bertanya-tanya, apakah seseorang dapat menerima, bila keluarganya hidup dalam ketakutan, penganiayaan dan pengusiran dan dalam keadaan lapar selama beberapa tahun?. Sementara mereka berbicara tentang terowongan yang harus dihancurkan antara Rafah dan Gaza. Ia menolak mencari-cari alasan menutup perlintasan dengan terowongan yang masih ada antara Gaza dan Rafah.

Washil mengungkapkan, terowongan adalah satu-satunya urat nadi yang tersisa demi melanjutkan kehidupan.

Ia memfatwakan haramnya menghancurkan terowongan tersebut, karena tentu akan menimbulkan lebih banyak lagi kesengsaraan terhadap warga Palestina. Tidak halal bagi siapapun menghancurkan terowongan, walau apapun tuduhan yang dikenakan kepadanya.

Washil menegaskan mengikuti permintaan Amerika dan Zionis dalam masalah ini sama dengan membantu musuh dalam melawan saudaranya sendiri. Ia membantah ada nash al-Qur’an ataupun A-Sunnah yang membolehkan hal ini.

Dalam pada itu, Washil juga mengkritik rezim yang tidak mau membantu gerakan perlawanan, dengan dalih bertentangan dengan kepentingan rakyat Palestina.

Ia mengatakan, membantu gerakan Hamas dan saudaranya di Palestina merupakan fardu ain bagi setiap kaum muslimin yang mampu.

Hilangnya wilayah Palestina dari laut Gaza hingga sungai Yordan adalah kesalahan para pemimpin Arab dan para ulamanya yang membolehkan tindakan tersebut. Padahal di sisi lain, Zionis menyerobot setiap jengkal tanah kaum muslimin.

Pada kesempatan yang sama, ia mengkritik kurikulum di sekolah-sekolah dan universitas yang tidak mencantumkan masalah al-Quds dalam pelajaran mereka.

Ia mempertanyakan tentang hilangnya pembelajaran Palestina dan al-Quds dari kurikulim pengajaran yang mengakibatkan hilangnya ingatan tentang Palestina di hati-hati mereka. (asy/infopalestina/ut)

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Idris

    Jika Mantan Mufti Mesir sudah mengatakan Haram memblokade Gaza, seharusnya pemimpin yang bertanggung jawab terhadap perbatasan Rafah tidak buta dan tuli.

Lihat Juga

erdogan

Jangan Remehkan Perjuangan Erdogan untuk Gaza