ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Bukan Jomblo, Tapi Single

Mishri: Kenapa Netanyahu Masih Diterima di Arab?

11/5/2009 | 16 Jumada al-Ula 1430 H Please wait
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print
mishri

Sekjen Fraksi Hamas di Parlemen Palestina

dakwatuna.com- Gaza, Sekjen Fraksi Hamas di parlemen Palestina, Mushir Al-Mishri mengatakan, sayang sekali perdana menteri Zionis, Benyamin Netanyahu disambut di sejumlah kota Arab, pada saat ia memungkiri serta mendeklarasikan permusuhan pada rakyat Palestina.

Ia menambahkan, perdana menteri aggressor tersebut tidak pernah percaya terhadap perdamaian di tengah mega proyek yahudisasi Al-Quds dan pengusiran warganya. Ia senantiasa melakukan tindak permusuhan terhadap rakyat Palestina.

Pernyataan ini diungkapkan Mishri secara tertulis yang dilansir infopalestina Ahad (10/5). Ia mengatakan, yang harus dilakukan Arab saat ini adalah berpihak sepenuhnya terhadap rakyat Palestina dalam menghadapi arogansi Zionis dan pemerintahan yang paling radikal. Sikap diam terhadap apa yang terjadi saat ini sama dengan melindungi kejahatan mereka dalam memusuhi rakyat Palestina.

Ia menambahkan, orang yang tidak terlalu radikal seperti Netanyahu saja  masih menolak usulan dari sejumlah Negara Arab yang moderat. Tidak ada satupun dari pemimpin Zionis ini yang bisa dipercaya. Karena sikap bangsa Arab yang tidak pernah mengharuskan Zionis untuk berkomitmen terhadap semua kesepakatan dan yang telah ditanda tanganinya.

“Saya tidak tahu, apakah ada pemimpin Zionis yang akan mengakui inisiatif damai bangsa Arab. Semantara logika penjajah tidak sejalan dengan kelemahan bangsa Arab.” tukas Mishri.

Dalam pandanganya, masa depan Palestina dalam kondisi seperti ini adalah milik perlawanan. Pihak-pihak yang menjaga imunitas di kawasan, dialah yang akan meninggi suaranya, kekuatanya semakin mencengkram di medan pertempuran.

Pemimpin Hamas ini kemudian menegaskan, proyek Zionis semakin surut dan mengalami erosi. Semua upaya mereka mempropagandakan semangat perdamaian semu telah gagal. Tidak akan satu kekuatanpun yang mampu memaksa rakyat Palestina untuk menggunakan bahasa-bahasa kelemahan.

Adapun kunjungan Netanyahu terkait dengan dialog Palestina yang baru dimulai terutama berkaitan dengan masalah gencatan senjata dan serdadu Shalit,  Mishri mengisyaratkan, jikapun ada hubunganya antara kunjungan Netanyahu dengan proses dialog, maka berkaitan dengan kepentingan mereka. Saat ini bola berada di tangan Zionis. Semua masalah tergantung sikap Zionis apakah mau komitmen dengan ketentuan gencatan senjata dan mengakhiri semua bentuk permusuhanya terhadap rakyat Palestina, termasuk di dalamnya blockade dan pembukaan perlintasan, ungkap Mishri. (ip/ut)

email

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (1 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • Acu Saepudin

    Assalamu’alaikm…..
    wahai kaum muslimin berhati-hatilah kita terhadap orang yang munafik yang senantiasa memecah belah umat atas nama demokrasi ala mereka (Zionis)selama kita berpgang teguh kpada ajaran Allah mereka pasti kalah…dan…hancur….

    TAKBIR 3X

  • Acu Saepudin

    Asalamu’alaikum Wr.Wb….
    ……..terimaksih dakwatuna infonya menambah kepedulian saya terhadap kondisi muslimin di negara lain….jazakumullah khoir …

    TAKBIR….3X

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia