Home / Narasi Islam / Dakwah / Agar Futur Tidak Menghantui

Agar Futur Tidak Menghantui

juice1
Tetaplah Semangat! Layaknya Juice yang Nikmat

dakwatuna.com “Dan berapa banyak Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)

Saudaraku…

Pengikut yang bertaqwa adalah mereka yang tidak menjadi lemah karena bencana, ujian, ketidakberuntungan yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak lesu dan tidak pula menyerah kepada musuh Allah dan Allah menyukai orang-orang yang bersabar.

Ada fenomena kelesuan atau futur dalam dimensi aqidah dan umumnya terjadi karena pergeseran orientasi hidup, lebih berorientasi pada materi duniawi an sich. Dan ada juga dalam dimensi ibadah dengan lemahnya disiplin -indhibath- terhadap amaliyah ubudiyah yaumiyah (harian). Adapun dalam dimensi fikriyah terlihat dengan lemahnya semangat meningkatkan ilmu. Di sisi lain pergeseran adab islami menyelimuti akhlaq mereka, belum lagi rasa jenuh dalam mengikuti aktivitas tarbawiyah atau pembinaan keislaman dan hubungan yang terlalu longgar antar lawan jenis.

Dalam hidup akan banyak ditemui bermacam jalan. Kadang datar, kadang menurun, kadang pula meninggi. Begitu pula dalam perjalanan dakwah. Ada saatnya para muharrik (orang yang bergerak) menemui jalan yang lurus dan mudah. Namun tidak jarang menjumpai onak dan duri. Hal demikian juga terjadi pada muharrik. Suatu saat ia memiliki kondisi iman yang tinggi. Di saat lain, iapun dapat mengalami degradasi iman. Tabiat manusia memang menggariskan demikian.

Dalam kondisi iman yang turun ini, para muharrik kadang terkena satu penyakit yang membahayakan kelangsungan gerang langkah dakwah. Yaitu penyakit futur atau kelesuan.

Saudaraku…

Futur berarti putusnya kegiatan setelah kontinyu bergerak atau diam setelah bergerak, atau malas, lamban dan santai setelah sungguh-sungguh.

Terjadinya futur bagi muharrik, sebenarnya merupakan hal yang wajar. Asal saja tidak mengakibatkan terlepasnya muharrik dari roda dakwah. Hanya malaikat yang mampu kontinyu mengabdi kepada Allah dengan kualitas terbaik.

Firman Allah, “dan kepunyaan-Nyalah segala apa yang di langit dan di bumi dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak pula merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada hentinya.” (Al-Anbiya: 19-20)

Karena itu Rasulallah sering berdoa:

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku akhirnya. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik amalku keridhaan-Mu. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik hariku saat bertemu dengan-Mu.”

Penyebab Futur

Walaupun futur merupakan hal yang mungkin terjadi bagi muharrik, ada beberapa penyebab yang dapat menyegerakan timbulnya:

Pertama, berlebihan dalam din (Bersikap keras dan berlebihan dalam beragama)

Berlebihan pada suatu jenis amal akan berdampak kepada terabaikannya kewajiban-kewajiban lainnya. Dan sikap yang dituntut pada kita dalam beramal adalah washathiyyah atau sedang dan tengah-tengah agar tidak terperangkap dalam ifrath dan tafrith (mengabaikan kewajiban yang lain).

Dalam hadits yang lain Rasul bersabda:

“Sesungguhnya Din itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulitnya kecuali akan dikalahkan atau menjadi berat mengamalkannya.” (H.R. Muslim)

Karena itu, amal yang paling di sukai Allah swt. adalah yang sedikit dan kontinyu.

Kedua, berlebih-lebihan dalam hal yang mubah. (Berlebihan dan melampaui batas dalam mengkonsumsi hal-hal yang diperbolehkan)

Mubah adalah sesuatu yang dibolehkan. Namun para sahabat sangat menjaganya. Mereka lebih memilih untuk menjauhkan diri dari hal yang mubah karena takut terjatuh pada yang haram. Berlebihan dalam makanan menyebabkan seseorang menjadi gemuk. Kegemukan akan memberatkan badan. Sehingga orang menjadi malas. Malas membuat seseorang menjadi santai. Dan santai mengakibatkan kemunduran. Karena itu secara keseluruhan hal ini bisa menghalangi dalam amal dakwah.

Ketiga, memisahkan diri dari kebersamaan atau jamaah (Mengedepankan hidup menyendiri dan berlepas dari organisasi atau berjamaah)

Jauhnya seseorang dari berjamaah membuatnya mudah didekati syaitan. Rasul bersabda: “Setan itu akan menerkam manusia yang menyendiri, seperti serigala menerkam domba yang terpisah dari kawanannya.” (H.R. Ahmad)

Jika setan telah memasuki hatinya, maka tak sungkan hatinya akan melahirkan zhan (prasangka) yang tidak pada tempatnya kepada organisasi atau jamaah. Jika berlanjut, hal ini menyebabkan hilangnya sikap tsiqah (kepercayaan) kepada organisasi atau jamaah.

Dengan berjamaah, seseorang akan selalu mendapatkan adanya kegiatan yang selalu baru. Ini terjadi karena jamaah merupakan kumpulan pribadi, yang masing-masing memiliki gagasan dan ide baru. Sedang tanpa jamaah seseorang dapat terperosok kepada kebosanan yang terjadi akibat kerutinan. Karena itu imam Ali berkata: “Sekeruh-keruh hidup berjamaah, lebih baik dari bergemingnya hidup sendiri.”

Keempat, sedikit mengingat akhirat (Lemah dalam mengingat kematian dan kehidupan akhirat)

Saudaraku…

Banyak mengingat kehidupan akhirat membuat seseorang giat beramal. Selalu diingat akan adanya hisab atas setiap amalnya. Kebalikannya, sedikit mengingat kehidupan akhirat menyulitkan seseorang untuk giat beramal. Ini disebabkan tidak adanya pemacu amal berupa keinginan untuk mendapatkan ganjaran di sisi Allah pada hari yaumul hisab nanti. Karena itu Rasulullah bersabda: “Jika sekiranya engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”

Kelima, melalaikan amalan siang dan malam (Tidak memiliki komitmen yang baik dalam mengamalkan aktivitas ’ubudiyah harian)

Pelaksanaan ibadah secara tekun, membuat seseorang selalu ada dalam perlindungan Allah. Selalu terjaga komunikasi sambung rasa antara ia dengan Allah swt. Ini membuatnya mempersiapkan kondisi ruhiyah atau spiritual yang baik sebagai dasar untuk bergerak dakwah. Namun sebaliknya, kelalaian untuk melaksanakan amalan, berupa rangkaian ibadah baik yang wajib maupun sunnah, dapat membuat seseorang terjerumus untuk sedikit demi sedikit merenggangkan hubungannya dengan Allah. jika ini terjadi, maka sulit baginya menjaga kondisi ruhiyah dalam keadaan taat kepada Allah. kadang hal ini juga berkaitan dengan kemampuan untuk berbicara kepada hati. Dakwah yang benar, selalu memulainya dengan memanggil hati manusia, sementara sedikitnya pelaksanaan ibadah membuatnya sedikit memiliki cahaya.

Allah berfirman: “Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, tiadalah ia mempunyai cahaya sedikit pun.” (An-Nur: 40)

Keenam, masuknya barang haram ke dalam perut (Mengkonsumsi sesuatu yang syubhat, apalagi haram)

Ketujuh, tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan. (Tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai rintangan dan tantangan dakwah)

Setiap perjuangan selalu menghadapi tantangan. Haq dan bathil selalu berusaha untuk memperbesar pengaruhnya masing-masing. Akan selalu ada orang-orang Pendukung Islam. Di lain pihak akan selalu tumbuh orang-orang pendukung hawa nafsu. Dan dalam waktu yang Allah kehendaki akan bertemu dalam suatu “fitnah”. Dalam bahasa Arab, kata “fitnah” berasal dari kata yang digunakan untuk menggambarkan proses penyaringan emas dari batu-batu lainnya. Karena itu “fitnah” merupakan sunnatullah yang akan mengenai para pelaku dakwah. Dengan “fitnah” Allah juga menyaring siapa hamba yang masuk golongan shadiqin dan siapa yang kadzib (dusta). Dan jika fitnah itu datang, sementara ia tidak siap menerimanya, besar kemungkinan akan terjadi pengubahan orientasi dalam perjuangannya. Dan itu membuat futur. Allah Berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka hati-hatilah kamu terhadap mereka.” (Al-Ahqaf: 14)

Kedelapan, bersahabat dengan orang-orang yang lemah (Berteman dengan orang-orang yang buruk dan bersemangat rendah)

Kondisi lingkungan (biah) dapat menentukan kualitas seseorang. Teman yang baik akan melahirkan lingkungan yang baik. Akan tumbuh suasana ta’awun atau tolong-menolong dan saling menasihatkan. Sementara teman yang buruk dapat melunturkan hamasah (kemauan) yang semula telah menjadi tekad. Karena itu Rasulullah bersabda:

“Seseorang atas diri sahabatnya, hendaklah melihat salah seorang di antara kalian siapa ia berteman.” (H.R. Abu Daud)

Kesembilan, spontanitas dalam beramal (Tidak ada perencanaan yang baik dalam beramal, baik dalam skala individu atau fardi maupun komunitas atau jama’i)

Amal yang tidak terencana, yang tidak memiliki tujuan sasaran dan sarana yang jelas, tidak dapat melahirkan hasil yang diharapkan. Hanya akan timbul kepenatan dalam berdakwah, sementara hasil yang ditunggu tak kunjung datang. Karena itu setiap amal harus memiliki minhajiatul amal (sistematika kerja). Hal ini akan membuat ringan dan mudahnya suatu amal.

Kesepuluh, jatuh dalam kemaksiatan (Meremehkan dosa dan maksiat)

Perbuatan maksiat membuat hati tertutup dengan kefasikan. Jika kondisi ini terjadi, sulit diharapkan seorang juru dakwah mampu beramal untuk jamaahnya. Bahkan untuk menjaga diri sendiri pun sulit.

Cara Mengobati Kelesuan

Saudaraku…

Untuk mengobati penyakit futur ini, beberapa ulama memberikan beberapa resep.

Pertama, jauhi kemaksiatan

Kemaksiatan akan mendatangkan kemungkaran Allah. Dan pada akhirnya membawa kepada kesesatan. Allah berfirman:

“Dan janganlah kamu melampaui batas yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barang siapa ditimpa musibah oleh kemurkaan-Ku, maka binasalah ia.” (Thaha: 81)

Jauh dari kemaksiatan akan mendatangkan hidup yang akan lebih berkah. Dengan keberkahan ini orang dapat terhindar dari penyakit futur. Allah berfirman:

“Jikalau penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan dari bumi.” (Al-A’raf: 96)

Kedua, tekun mengamalkan amalan siang dan malam

Amalan siang dan malam dapat melindungi dan menjaga pelaku dakwah untuk selalu berhubungan dengan Allah swt. Hal ini dapat menjauhkannya dari perbuatan yang tidak mendapat restu dari Allah.

Allah berfirman:

“Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu, ialah orang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang (mengandung) keselamatan. Dan orang-orang yang melalui malam harinya dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.” (Al-Furqan: 63-64)

Ketiga, mengintai waktu-waktu yang baik

Dalam banyak hadits Rasulullah saw. banyak menginformasikan adanya waktu-waktu tertentu dimana Allah swt. lebih memperhatikan doa hamba-Nya. Sepertiga malam terakhir, hari Jum’at, antara dua khutbah, ba’da Ashar hari Jum’at, bulan Ramadhan, bulan Zulqaedah, Zulhijjah, Muharram, rajab dll. Waktu-waktu itu memiliki keistimewaan yang dapat mengangkat derajat seseorang di hadapan Allah.

Keempat, menjauhi hal-hal yang berlebihan.

Berlebihan dalam kebaikan bukan merupakan tindakan bijaksana. Apalagi berlebihan dalam keburukan. Allah memerintah manusia sesuai dengan kemampuannya.

Firman Allah:

“Maka bertaqwalah kamu kepada Allah sesuai dengan kesanggupanmu!” (At-Taghabun: 6)

Islam adalah Din tawazun (keseimbangan). Disuruhnya pemeluknya memperhatikan akhirat, namun jangan melupakan kehidupan dunia. Seluruh anggota tubuh dan jiwa mempunyai haknya masing-masing yang harus ditunaikan. Dalam ayat lain Allah berfirman:

“Demikianlah kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat pertengahan (adil) dan pilihan. (Al-Baqarah: 143)

Kelima, melazimi Jamaah

“Berjamaah itu rahmat, Firqah (perpecahan) itu azab.” demikian sabda Rasulullah. Dalam hadits yang lain beliau bersabda: “Barangsiapa yang menghendaki tengahnya surga, hendaklah ia melazimi jamaah.”

Dengan jamaah seorang muharrik akan selalu berada dalam majelis dzikir dan pikir. Hal ini membuatnya selalu terikat dengan komitmennya semula. Juga jamaah dapat memberikan program dan kegiatan yang variatif. Sehingga terhindarlah ia dari kebosanan dan rutinitas.

Keenam, mengenal kendala yang akan menghadang

Saudaraku…

Pengetahuan pelaku dakwah dan pejuang akan tabiat jalan yang hendak dilalui serta rambu-rambu yang ada, akan membuatnya siap, minimal tidak gentar, untuk menjalani rintangan yang akan datang. Allah berfirman:

“Dan beberapa banyak Nabi yang berperang bersama mereka sebagian besar karena bencana yang menimpa di jalan Allah, dan tidak pula lesu dan tidak pula menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)

Ketujuh, teliti dan sistemik dalam kerja.

Dengan perencanaan yang baik, Pembagian tugas yang jelas, serta kesadaran akan tanggung jawab yang diemban, dapat membuat harakah menjadi harakatul muntijah (harakah yang berhasil). Perencanaan akan menyadarkan pejuang, bahwa jalan yang ditempuh amat panjang. Tujuan yang akan dicapai amat besar. Karena itu juga dibutuhkan waktu, amal dan percobaan yang besar. Jika ini semua telah dimengerti, insya Allah akan tercapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan.

Kedelapan, memilih teman yang shalih

Rasulullah bersabda:

“Seseorang tergantung pada sahabatnya, maka hendaklah ia melihat dengan siapa ia berteman.” (H.R. Abu Daud)

Kesembilan, menghibur diri dengan hal yang mubah

Bercengkerama dengan keluarga, mengambil secukupnya kegiatan rekreatif serta memberikan hak badan secara cukup mampu membuat diri menjadi segar kembali untuk melanjutkan amal yang sedang dikerjakan.

Kesepuluh, mengingat mati, surga dan neraka

Rasulullah bersabda: “Jika sekiranya engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”

Saudaraku…

Ketahuilah, bahwa futur menyebabkan jalan dakwah yang harus di tempuh menjadi lebih panjang, sebab tidak mendapatkan ma’iyatullah (kebersamaan dan pembelaan Allah) dan daya intilaq (lompatan) kita menjadi lebih berat, baik karena borosnya biaya dan rontoknya para pejuang dan penyeru dakwah. Mudah-mudahan Allah selalu menjaga kita, Amin. Wallahu a’lam bis shawab

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (142 votes, average: 9,51 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Drs. Mahfudz Siddiq, M.Si
  • Jzkk. Amat bermanfaat. Jika setiap langkah di atas mampu ditelitikan terhadap diri dan kemudian dipraktiskan secara berdisiplin, insya Allah, moga-moga Allah SWT meneguhkan hati dan pendirian kita.

  • MUSTAQIM

    Good Notice, it can be motivation for Soldier of dakwah, Allahu Akbar

  • Abu Yandri

    Ass WW.
    Jzkk Akhi.
    Saya diingatkan dengan membaca maizoh hasanah tersebut, karena dari 10 penyebab futur sebagian ada pada saya.
    Saya bertobat kepada Allah SWT atas kekhilafan saya tersebut.
    Sekali lagi jzkk.
    Wassalam.

  • sholichah

    actually this is a kind of supporting article that i luv. jzk guys

  • umu salma

    Beramal harus istiqomah, walaupun sedikit (lebih disukai Allah) dan syaratnya harus benar (menurut tuntunan Allah SWT dan Rasul SAW)dan ikhlas hanya untuk mencari ridlo Allah. InsyaAllah dapat menjauhkan kita dari futur.

  • thanks a lot da’watuna…
    ane ambil tulisnnya ya…coz
    lg futur ni,mg ja g’lama2 dan sgera mengthui penyebbnya…

  • munifah

    NO FUTURE if we’r FUTUR….

  • ok juga nih buat bahan materi…thanks ya team dakwatuna,ane ga perlu repot2 nyari lgi nich…coz udh super duper lengkap sich,moga bermanfaat n menjadi pemberat timbangan kebaikan kita nanti..amin.

  • Sebagai hamba Allah harus selalu waspada dalam segala hal, termasuk mewaspadai “penyakit” yg ada pada diri sendiri. Futur adalah penyakit yg jika tidak diwaspadai akan merusak tatanan yang ada, baik pada individu maupun pada jamaah/organisasi.Tulisan diatas memberi solusi yang pas jika qt berusaha melakukannya dengan maksimal..

  • muhammad umar

    kita membutuhkan orang-orang shalih menjadi orang terdekat,saat iman melemah dan kecenderungan akan dunia lebih dominan disitulah fungsi teman yang shalih mengingatkan kita.

  • Ismail

    Alhamdulillah ane ngerasa tersegarkan kembali ruhiyahnya ketika kita mampu bermujahadah sekuat tenaga untuk tetap istiqomah,menghindari kefuturan. sukran,

  • Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Ingat..jauhi dari futur..lesu…lemah..loyo…. Hidup ini singkat, kita harus kuat,semangat untuk terus berjihad

  • tanto

    kepada siapa kita akan bertanya dan berguru menambah ilmu agama? apalagi tekanan kehidupan semakin berat. Namun setelah ada akses ke dakwatuna bagai ketemu guru baru Alhamdilillah, dirumah juga ada akses internet, bier lemot tapi masih bisa. Mudah2an dakwatuna selalu ada tuk menebar kabajikan didinia yg sudah usang dan banyak kemaksiatan ini. Trimakasih, pada seganap team Dakwatuna.

  • Acu Saepudin

    Subhanallh….
    sangat bermanfaat wat saya jazakkumullh khoir….
    Mari kita tingkatkan pendekatan kita kepada Allh swt….biar smangat terus menyertai kit semua…

  • sarymah

    tafakkur di atas setiap kefuturan…

  • Ghusni

    Alhamdulillah washalawatu ‘alaa Rasulihi.
    Jazaakumullaah, semoga Allah senantiasa mengumpulkan kita dalam shaff jama’ah da’wah ini.

  • Banon

    jzk tim dakwatuna,,
    semoga senantiasa menghadirkan santapan2 ruhani yang menyegarkan dimana smakin gencarnya hantaman perang pemikiran dari orang2 yang membenci islam …

  • Norma

    Jazakallah khairan…
    mohon ijin untuk menyebarkannya ke teman2 ana.

  • reni

    Subhanallah materi” dari tim dakwatuna bagus banget… InsyaAllah akan saya sampaikan ke temen”.

  • yoseb

    Alhamdulillah
    Jazakalloh Khoir ustadz
    pas bgt, ane sdng dalam ujian yg sampai bikin mata sembab. Terus ane mengadu kpd Alloh prihal ini.
    Artikel ini mencerahkan dan menginspirasi, layak untuk disebarkan.
    Smg Alloh istiqomahkan kita semua berjalan di atas fitrah islam-Nya, hingga firdaus menjadi tempat berkumpul kita kenbali, Amin
    Allohuakbar!

  • sifa

    syukron jazilan ya ustadz
    ana setelah membaca tausiyah ini ana tersentak kembali untuk lebih memperbaiki diri ana lg.

  • Subhanallah artikelnya sangat menyentuh sekali…mudah-mudahan menjadi motivasi bagi yang sedang futur nih dan bisa bangkit kembali..Allahu Akbar!!!

  • Abdul Hakim

    Jazakallah

  • Rizky

    saya share yah…
    saya dan temen2 lagi bener2 BT (Butuh Tausiyah) nih…

  • ninik

    tepat banget sama keadaan saya sekarang…. seolah diingatkan…moga kita slalu dalam rahmat dan ridhoNya…

  • wisnu

    jazakillah khair….sudah diingatkan…dan sangat bermanfaat untuk saya…

  • semangaattt… :-)

  • iin

    pas banget ulasanya, pas lagi butuh diingatkan. jazakakllah khair

  • ari

    jzkmlh mudh2n qt sell istqmh smp akhr nanti

  • hafazfurqan

    artikel y sgt2 membantu ana tuk segera bangkit tatkala iman tengah sangat2 menurun~

  • alhamdulillah bener-bener menjadi sebuah ispirasi dalam menjalanin dakwah ini

  • naurah

    assalamualaikumwrwb
    dilihat penyebabnya ada yang perlu dikritisi karena sepertinya faktornya melulu pada subyek yang futur karena kalanya eksternal atau jamaah itu sendiri menjadi faktornya. kasus yang senada pernah ana alami dan beberapa yang lain diantaranya yaitu kezhaliman yang dirasakan sehingga subyek tersebut memilih menjauh dan uzlah sesaat tersebut mampu membuatnya mengalami peningkatan signifikan dalam perubahan amali dan imani jadi kebersamaan dalam jamaah itu indah sepanjang mengindahkan keadilan syariat.jazakumullah khair.insyaAllah istiqomah dijalanNya……..

  • t_whole

    sepertinya ana mulai akan bangkit beraksi kembali setelah membaca artikel diatas …..
    apalagi kalau lihat jusnya enak bener ….
    syukron atas solusinya….

  • saza

    asalam’alaikum
    akhirnya kutemukan vitamin rohani ku.
    jazakumullahu khoir katsir

  • Nia

    Alhamdulillah, jzklh u tim dakwatuna yg setia menyuguhkn mtr2 yg bmutu, insya Allah qt akan ttap dlm krta dakwah ni sampai maut mjemput n smg Allah kelak d yaumul akhir mhimpun qt dlm jamaah Rasulullah, amiin

  • Mumtaz, wa jazakumulloh khoiron

  • Miska

    Syukron, bagus sekali artikelnya.
    Harus jadi refleksi dan bahan renungan bagi diri ini.

  • terima kasih ya….. dg ini, saya akn kembali…..^_^

  • mevie

    Alhamdulillah, membaca artikel ini menguatkan saya unt terus berada di 2 ‘jamaah’ yg selama ini saya ikuti. Setidaknya jamaah ini akan selalu menjaga iman saya dan menjadi jalan dakwah serta ladang ilmu dan ibadah. Terima kasih sudah menguatkan.

  • Ulfa

    ok… maju terus para mujahid mujahidah

  • azzahra

    alhamdulillah, saya telah menemukan jawaban yang sudah lama tertanam di benak saya..
    syukron

  • Adil

    Alhamdulillah, jazakumullah…senangnya melihat taushiyah ustadz kita “turun” kembali di sisi-sisi kita….

  • sofyan

    ehm… segar…. allahu akbar

  • nina

    ternyata ini penyakit yg sedang menjangkiti. ketika minta nasehat ke saudara tidak ana dapat, pelarian ke dunia maya, alhamdulillah membuahkan hasil. Mohon iizin nyimpan tulisan ini.. semoga selalu di anugrahi keistiqomahan..

  • muhamad muriyanto

    subhanalloh, penjelasan yang luar biasa.mudah-mudahan dapat menjadi referensi untuk menguatkan semangat dalam mengemban amanah dakwah dan memotivasi teman-teman agar selamat dari sifat futur.

  • NN

    saya mohon ijin tulisannya untuk bahan tulisan saya . syukron.

  • Ibnu

    Alhamdulillah, ana harap para ustadz ustadzah lebih banyak bertemu dengan jamaah. Membangkitkan semangat jihad ini….

  • anas

    semoga dihindarkan kita dar ipenyakit futur ..

  • nik_andra

    adem banget ustad… Syukran katsir

  • salam.

    terima kasih ustaz. Artikel yang sangat baik alhamdulillah. Jazakallahu khair =)

  • Tia

    Ust, jzklh atas tausiyahnya. Bagaimana sikap jamaah atau teman2 terdekat apabila mengetahui ada salah satu muharrik teridentifikasi tanda2 futur? apakah dibiarkan saja sp dia sadar sendiri dan kembali ke jamaah? dari tulisan seolah2 saya liat semua penyebab dan obat-nya tergantung individu yg terkena futur. Syukron

  • Abu Fatih – NTB

    Subahanallah…

    Semoga Aktifis Dakwha membaca artikel ini, sebagai bekal dakwah.

    Wassalam
    Abu Fatih (KSB-NTB)

  • murti Jakarta

    Assalamu’alaikum,
    Mo tanya aja pak Mahfuz Siddiq, MSQ..
    Kenapa kebanyakan Ulama or Ustad ceramahnya lembek, padahal dizaman Khalifah Abu Bakar memerangi pembangkan Zakat.
    Wa’alaikum salam

  • yuhdi

    assalamualaikum, ana juga punya ulasan mengenai futur kang, sebab” internal futur kang, mampir ya http://www.dakwahremaja.webege.com/futur-series-sebab-sebab-internal-part-1

  • kikolast

    semoga ruangan dakwah ini diridhoi,doakan saya ya agar mudah dalam beribadah,untuk mencapai tempat tertinggi disisi allah

Lihat Juga

Bersabarlah Dalam Dakwah