Home / Narasi Islam / Ekonomi / Hukum Bisnis MLM dan Money Game (Bagian Pertama)

Hukum Bisnis MLM dan Money Game (Bagian Pertama)

Uangdakwatuna.com Semua bisnis termasuk yang menggunakan sistem MLM dalam literatur syari’ah Islam pada dasarnya termasuk kategori muamalat yang dibahas dalam bab Al-Buyu’ (Jual Beli) yang hukum asalnya secara prinsip adalah boleh berdasarkan kaidah fiqih, sebagaimana dikemukakan Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, “Pada dasarnya semua ibadah hukumnya haram, kecuali kalau ada dalil yang memerintahkannya, sedangkan asal dari hukum transaksi dan mu’amalah adalah halal kecuali kalau ada dalil yang melarangnya”. (I’lamul Muwaqi’in 1/344)

Hal itu tentunya selama bisnis yang dilakukan memenuhi unsur syariah yaitu bebas dari unsur-unsur haram di antaranya;
Riba (Transaksi Keuangan Berbasis Bunga); Dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Riba itu memiliki tujuh puluh tiga pintu yang paling ringan adalah semacam dosa seseorang yang berzina dengan ibunya sendiri” (HR. Ahmad 15/69/230, lihat Shahihul Jami 3375)
Gharar (Kontrak yang tidak Lengkap dan Jelas); Dari Abu Hurairah ra. berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam melarang jual beli gharar”. (HR. Muslim)
Penipuan (Tadlis/Ghisy); Dari Abu Hurairah ra. berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam melewati seseorang yang menjual makanan, maka beliau memasukkan tangannya pada makanan tersebut, ternyata beliau tertipu. Maka beliau bersabda, “Bukan termasuk golongan kami orang yang menipu”. (HR. Muslim 1/99/102, Abu Daud 3435, Ibnu Majah 2224)
Perjudian (Maysir atau Transaksi Spekulatif Tinggi yang tidak terkait dengan Produktivitas Riil); Firman Allah Taala:
“Hai orang-orang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib, adalah perbuatan syaithan maka jauhilah.” (Al-Maidah: 90)

Kezhaliman dan Eksploitatif (Zhulm). Firman Allah: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil…” (An-Nisa:29) Barang/Jasa yang dijual adalah berunsur atau mengandung hal yang haram. Dari Ibnu ‘Abbas ra. berkata,”Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah apabila mengharamkan atas suatu kaum untuk memakan sesuatu, maka Dia pasti mengharamkan harganya”. (HR. Abu Dawud dan Baihaqi dengan sanad shahih) (Lihat Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Zadul Ma’ad Imam Ibnul Qayyim 5/746, Al-Burnu, Al-Wajiz fi Idhah Qawa’id Al-Fiqh, hal. 191, 197, Asy-Syaukani, Irsyadul Fuhul, hal. 286, As-Suyuthi, Al-Asybah wan Nadzair, hal. 60)
Allah SWT. berfirman:
“Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (Al-Baqarah:275)
“Tolong menolonglah atas kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong atas dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah:2)
Sabda Rasulullah saw: “Perdagangan itu atas dasar sama-sama ridha.” (HR. Al-Baihaqi dan Ibnu Majah)
“Umat Islam terikat dengan persyaratan yang mereka buka.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Hakim)

Persoalan bisnis MLM yang ditanyakan mengenai status hukum halal-haram maupun status syubhatnya tidak bisa dipukul rata. Tidak dapat ditentukan oleh masuk tidaknya perusahaan itu dalam keanggotaan APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia) termasuk oleh klaim sepihak sebagai Perusahaan MLM Syari’ah karena harus ada penjamin syariah dan bukti atau sertifikat syariah atau kehalalannya yang dapat dipertanggungjawabkan seperti dari MUI, melainkan tergantung sejauh mana dalam praktek manajemen, sistem marketing, kegiatan operasionalnya serta barang/jasa yang dijualnya setelah melalui kajian dan penelitian sesuai syariah. Menurut catatan APLI, saat ini terdapat lebih dari 200-an perusahaan yang menggunakan sistem MLM dan masing-masing memiliki karakteristik, spesifikasi, pola, sistem dan model tersendiri yang menjadi dasar secara individual perusahaan MLM itu dinilai halal atau haram. Sejak masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 80-an, jaringan bisnis Penjualan Langsung (Direct Selling) MLM, terus marak dan subur menjamur dan bertambah merebak lagi setelah adanya badai krisis moneter dan ekonomi. Pemain yang terjun di dunia MLM yang memanfaatkan momentum dan situasi krisis untuk menawarakan solusi bisnis pemain asing maupun lokal. Yang sering disebut masyarakat di antaranya CNI, Amway, Avon, Tupperware, Sun Chlorella, DXN, Propolis Gold, Kamyabi-Net, Persada Network, termasuk yang Saudara tanyakan Tianshi bahkan juga yang berkedok MLM padahal bisnis money game (penggandaan uang) yang akhirnya bangkrut seperti Gee Cosmos.

Hal itu menunjukkan bahwa bisnis MLM banyak diminati banyak kalangan diantaranya mengingat jumlah populasi penduduk Indonesia yang sangat besar mencapai 200 juta jiwa. Bayangkan kalau rata-rata minimal belanja perbulan Rp. 10 ribu per jiwa, akan terjadi transaksi dan perputaran uang sejumlah Rp. 2 trilyun perbulan. Bisnis MLM ini dalam kajian fiqih kontemporer dapat ditinjau dari dua aspek; produk barang atau jasa yang dijual dan cara ataupun sistem penjualan dan pemasarannya (trading/marketing). Mengenai produk barang yang dijual, apakah halal atau haram tergantung kandungannya apakah terdapat unsur maupun komposisi yang diharamkan secara syariah ataukah tidak, demikian halnya jasa yang dijual. Sebagai contoh adakah di dalamnya terkandung unsur babi, khamr, bangkai, darah, pornografi dan pornoaksi, kemaksiatan, perjudian. Lebih mudahnya sebagian produk barang dapat dirujuk pada sertivikasi halal dari LP-POM MUI, maupun sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Halal dari Negara Lain yang diakreditasi oleh LP-POM MUI seperti The Islamic Food and Nutrition of America (IFANCA), meskipun produk yang belum disertivikasi halal memang belum tentu haram tergantung pada kandungannya.

Perusahaan yang menjalankan bisnisnya dengan sistem MLM tidak hanya sekedar menjalankan penjualan produk barang tetapi juga produk jasa yaitu jasa marketing yang berlevel-level (bertingkat-tingkat) dengan imbalan berupa marketing fee, bonus dan sebagainya tergantung level, prestasi penjualan dan status keanggotaan distributor. Jasa perantara penjualan ini (makelar) dalam terminologi fiqih disebut “Samsarah/simsar” ialah perantara perdagangan (orang yang menjualkan barang atau mencarikan pembeli) atau perantara antara penjual dan pembeli untuk memudahkan jual beli. (Sayid Sabiq, Fiqh As-Sunnah, vol. III/159) Kemunculan trend strategi pemasaran di dunia bisnis modern berupa multi level marketing memang sangat menguntungkan pengusaha dengan adanya penghematan biaya (minimizing cost) dalam iklan, promosi dan lainnya. Di samping menguntungkan para distributor sebagai simsar (makelar/broker/mitrakerja/agen/distributor) yang ingin bekerja secara mandiri dan bebas.

Pekerjaan samsarah/simsar berupa makelar, distributor, agen dan sebagainya dalam fiqih Islam adalah termasuk akad ijarah, yaitu suatu transaksi memanfaatkan jasa orang dengan imbalan. Pada dasarnya, para ulama seperti Ibnu ‘Abbas, Imam Bukhari, Ibnu Sirin, ‘Atha, Ibrahim, memandang boleh jasa ini. (Fiqh As-Sunnah, III/159). Namun untuk sahnya pekerjaan makelar ini harus memenuhi beberapa syarat disamping persyaratan diatas, antara lain sebagai berikut:
1. Perjanjian jelas kedua belah pihak (An-Nisa: 29)
2. Obyek akad bisa diketahui manfaatnya secara nyata dan dapat diserahkan.
3. Obyek akad bukan hal-hal yang maksiat atau haram. Distributor dan perusahaan harus jujur, ikhlas, transparan, tidak menipu dan tidak menjalankan bisnis yang haram dan syubhat (yang tidak jelas halal/haramnya). Distributor dalam hal ini berhak menerima imbalan setelah berhasil memenuhi akadnya, sedangkan pihak perusahaan yang menggunakan jasa marketing harus segera memberikan imbalan para distributor dan tidak boleh menghanguskan atau menghilangkannya. (Al-A’raf: 85), sesuai dengan hadits Nabi: “Berilah para pekerja itu upahnya sebelum kering keringatnya.” (HR. Ibnu Majah, Abu Ya’la dan Tabrani). Tiga orang yang menjadi musuh Rasulullah di hari Qiyamat diantaranya “seseorang yang memakai jasa orang, kemudian menunaikan tugas pekerjaannya tetapi orang itu tidak menepati pembayaran upahnya.” (HR. Bukhari).

Jumlah upah atau imbalan jasa yang harus diberikan kepada makelar atau distributor adalah menurut perjanjian, sesuai dengan firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad (perjanjian-perjanjian) itu.” (Al-Maidah:1) dan juga hadits Nabi: “orang-orang Islam itu terikat dengan perjanjian-perjanjian mereka.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Hakim dari Abu Hurairah). Bila terdapat unsur zhulm (kezhaliman) dalam pemenuhan hak dan kewajiban, seperti seseorang yang belum mendapatkan target dalam batas waktu tertentu maka ia tidak mendapat imbalan yang sesuai dengan kerja yang telah ia lakukan maka bisnis MLM tersebut tidak benar. Dalam menjalankan bisnis dengan sistem MLM perlu mewaspadai dampak negatif psikologis yang mungkin timbul sehingga membahayakan kepribadian diantaranya: obsesi yang berlebihan untuk mencapai target penjualan tertentu karena terpacu oleh sistem ini, suasana tidak kondusif yang kadang mengarah pada pola hidup hedonis ketika mengadakan acara rapat dan pertemuan bisnis, banyak yang keluar dari tugas dan pekerjaan tetapnya karena terobsesi akan mendapat harta yang banyak dengan waktu singkat, sistem ini akan memperlakukan seseorang (mitranya) berdasarkan target-target penjualan kuantitatif material yang mereka capai yang pada akhirnya dapat mengkndisikan seseorang berjiwa materialis dan melupakan tujuan asasinya untuk dekat kepada Allah di dunia dan akhirat. (Al-Qashash: 77 dan Al-Muthaffifin: 26)

IFANCA telah mengeluarkan edaran tentang produk MLM halal dan dibenarkan oleh agama. Dalam edarannya IFANCA mengingatkan umat Islam untuk meneliti dahulu kehalalan suatu bisnis MLM sebelum bergabung ataupun menggunakannya yaitu dengan mengkaji aspek:
Marketing Plan-nya, apakah ada unssur skema piramida atau tidak. Kalau ada unsur piamida yaitu distributor yang lebih duluan masuk selalu diuntungkan dengan mengurangi hak distributor belakangan sehingga merugikan down line dibawahnya, maka hukumnya haram.
Apakah perusahaan MLM, memiliki track record positif dan baik ataukah tiba-tiba muncul dan misterius, apalagi yang banyak kontriversinya. Apakah produknya mengandung zat-zat haram ataukah tidak, dan apakah produknya memiliki jaminan untuk dikembalikan atau tidak.
Apabila perusahaan lebih menekankan aspek targeting penghimpunan dana dan menganggap bahwa produk tidak penting ataupun hanya sebagai kedok atau kamuflase, apalagi uang pendaftarannya cukup besar nilainya, maka patut dicurigai sebagai arisan berantai (money game) yang menyerupai judi. Apakah perusahaan MLM menjanjikan kaya mendadak tanpa bekerja ataukah tidak demikian.
Selain kriteria penilaian di atas perlu diperhatikan pula hal-hal berikut:

Transparansi penjualan dan pembagian bonus serta komisis penjualan, disamping pembukuan yang menyangkut perpajakan dan perkembangan networking atau jaringan dan level, melalui laporan otomatis secara periodik. Penegasan niat dan tujuan bisnis MLM sebagai sarana penjualan langsung produk barang ataupun jasa yang bermanfaat, dan bukan permainan uang (money game).
Meyakinkan kehalalan produk yang menjadi objek transaksi riil (underlying transaction) dan tidak mendorong kepada kehidupan boros, hedonis, dan membahayakan eksistensi produk domestik terutama MLM produk asing. Tidak adanya excessive mark up (ghubn fakhisy) atas harga produk yang dijeluabelikan di atas covering biaya promosi dan marketing konvensional.
Harga barang dan bonus (komisi) penjualan diketahui secara jelas sejak awal dan dipastikan kebenarannya saat transaksi. Tidak adanya eksploitasi pada jenjang manapun antar distributor aataupun antara produsen dan distributor, terutama dalam pembagian bonus yang merupakan cerminan hasil usaha masing-masing anggota.

Mengenai beberapa bisnis yang memakai sistem MLM atau hanya berkedok MLM yang masih meragukan (syubhat) ataupun yang sudah jelas ketahuan tidak sehatnya bisnis tersebut baik dari segi kehalalan produknya, sistem marketing fee, legalitas formal, pertanggung jawaban, tidak terbebasnya dari unsur-unsur haram seperti; riba (permainan bunga ataupun penggandaan uang), zhulm dan gharar (merugikan nasabah dengan money game), maysir (perjudian), seperti kasus New Era 21, BMA, Solusi Centre, PT BUS (Republika, 25/7/1999, Adil, No.42 21-27 Juli 1999) sebaiknya ditinggalkan mengingat pesan Rasulullah saw: “Janganlah kalian membuat bahaya pada diri sendiri dan orang lain.” (HR. Ibnu Majah dan Daruquthni), “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas dan diantara keduanya ada hal-hal yang syubhat di mana sebagian besar manusia tidak tahu. Barangsiapa menjaga dari syubhat maka telah menjaga agama dan kehormatannya dan barangsiapa yang jatuh pada syubhat berarti telah jatuh pada yang haram.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dan sebagaimana pesan Ali bin Abi Thalib ra.: “Tinggalkanlah sesuatu yang meragukan untuk melakukan pada sesuatu yang tidak meragukan.” HR Tirmidzi dan Nasai).

Untuk lebih memudahkan dalam mengetahui status kehalalan atau kesyariahan perusahaan MLM, dapat diketahui bahwa sampai posisi sekarang ini (Oktober 2008), perusahaan yang telah terdaftar sebagai MLM syariah dan mendapatkan sertifikat bisnis syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI sekaligus mendapatkan jaminan kesesuaian syariah dalam produk dan kegiatan operasional bisnisnya dari MUI yang diwajibkan memiliki Dewan Pengawas Syariah baru tiga perusahaan, yaitu; 1. PT Ahad-Net Internasional, 2. PT Usahajaya Ficooprasional (UFO), 3. PT Exer Indonesia.Selain itu perlu kiranya dicermati beberapa isu syariah pada bisinis MLM diantaranya sebagaimana yang disoroti oleh MUI DKI dalam Fiqh Indonesia Himpunan Fatwa MUI DKI Jakarta (hal: 288) adalah; Barang-barang yang diperjualbelikan dalam sistem MLM menggunakan harga yang jauh lebih tinggi dari harga wajar, maka hukumnya haram karena secara tidak langsung pihak perusahaan telah menambahkan harga yang dibebankan kepada pihak pembeli sebagi sharing modal dalam akad syirkah (kemitraan) mengingat pembeli sekaligus akan menjadi member perusahaan yang apabila ia ikut memasarkan akan mendapat keuntungan estafet. Dengan demikian praktek perdagangan MLM juga mengandung unsur kesamaran atau penipuan karena terjadi kekaburan antara akad jual beli, syirkah dan mudharabah, karena pihak pembeli sesudah menjadi member juga berfungsi sebagai pekerja yang memasarkan produk perusahaan kepada calon pembeli atau member baru.

Selain itu, jika calon anggota mendaftar ke perusahaan MLM dengan membayar uang tertentu, dengan ketentuan dia harus membeli produk perusahaan baik untuk dijual lagi atau tidak dengan ketentuan yang telah ditetapkan untuk bisa mendapatkan point atau bonus. Dan apabila tidak bisa mencapai target tersebut maka keanggotaannya akan dicabut dan uangnya pun hangus. Skema seperti ini diharamkan karena mengandung unsur gharar yang sangat jelas dan kezhaliman terhadap anggota.Jika calon anggota mendaftar dengan membayar uang tertentu, tapi tidak ada keharusan untuk membeli atau menjual produk perusahaan, dia hanya berkewajiban mencari anggota baru dengan cara seperti di atas, yakni membayar uang pendaftaran. Semakin banyak anggota maka akan semakin banyak bonusnya. Ini merupakan salah satu transkasi berbasis riba karena menaruh uang diperusahaan tersebut kemudian mendapatkan hasil yang lebih banyak semacam money game.

Sebagaimana kasus perusahaan MLM yang melakukan kegiatan menjaring dana dari masyarakat untuk menanamkan modal disitu dengan janji akan diberikan bunga dan bonus dari modalnya dengan memutarnya diantaranya pada investasi ribawi seperti deposito perbankan konvenisonal. Ini jelas hukumnya haram karena mengandung unsur riba.

Redaktur: Samin Barkah, Lc., ME

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (84 votes, average: 9,02 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Dr. Setiawan Budi Utomo
Penulis adalah Alumnus terbaik Fakultas Syariah Madinah Islamic University, Arab Saudi. Saat ini aktif sebagai Anggota Dewan Syariah Nasional dan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Syuro Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Dewan Penguji Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah, Ketua Tim Akuntansi Zakat, anggota Komite Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Dewan Penguji Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah, Anggota Tim Koordinasi Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara dalam Valas, Anggota Tetap Tim Ahli Syariah Emisi Sukuk (Obligasi Syariah), Dewan Pakar Ikatan Ahli Ekonomi Syariah (IAEI), Dewan Pakar Shariah Economic and Banking Institute (SEBI), Anggota Tim Kajian Tafsir Tematik Lajnah Pentashih Al-Quran Depag, Dosen Pasca Sarjana dan Pengasuh Tetap Fikih Aktual Jaringan Trijaya FM, Pegiat Ekonomi Syariah dan Referensi Fikih Kontemporer Indonesia. Penulis juga merupakan salah satu peneliti di Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI).
  • Dhimas

    Saya setuju. Lebih baik menjual barang dripada mncari anggota buat MLM

  • Qomus

    mohon izin copy artikel ini ya dakwatuna…

    makasih banget, karna dah lama saya cari artikel tentang MLM

    Syukron

  • robi

    perusahaan MLM memeng menguntungkan dan sangat berpotensi untuk usaha bagi oarang-orang yang bergabung, tapi bagai mana dengan anggota yang terakhir yang tidak sukses bagai mana itu berarti merugikan.?????

    • pizz

      selama dunia blm kiamat manusia tidak akan ada habisnya.
      selama qta berusaha pasti ada jln.

  • Saya kira, hati kita bisa menentukan, tentang apa yang kita kejar dalam MLM. Uang kah? Ibadah kah? Penjualan produk kah? Barokah kah?

  • Mamas

    Mas, apa yang anda sampaikan, tidak mencerminkan keadaan sesungguhnya. MLM beda dengan Money Game. Anda bisa googling atau kirim email ke alamat saya. Akan saya jawab….

  • menurut penelitian saya hal ini sangat bermanfaat…
    contohnya;mentari,xl,simpati,3,im3,as,axis,hepi,star one,flexi,dll mungkin ada yang lain. dan salam bagi seluruh massives seindonesia

  • Dzaki

    4bulan ni ana membangun srvr pulsa Smpat bnyk yg minta jd MLM tp ana tetap pilih murni jualbeli walau prsaingan berat. Artikel ini mneguhkn bhwa pilihan ana sudh yg paling aman & syar’i. Jzklh ya dakwatuna.

  • Abu Fida

    umat islam memang harus hati-hai dengan yang berbau subhat, termasuk MLM.

  • saripin

    jika ingin berhasil seperti rasullah, jalankan usaha seperti yg dicontohkan rasullah.jangan yang lain.

  • acu saepudin

    sebaiknya berhati-hati terhadap bisnis yang apa bila orang yang paling tinggi penghasilannya diperoleh dengan tidak berusaha melainkan menindas orang yang bodoh karena merupakan penjajahan yang teselubung….maukah apa yang kita berikan buat kelauarga merupakan harta yang haram?

  • juanidi

    Mohon kiranya berkenan untuk memberikan pandangan tentang mlm hight desert,apakah termasuk mlm yang halal atau haram,terima-kasih.

  • Assalammualaikum,
    Kepada penulis yang budiman…
    saya sebagai orang yang awam sangat sulit menentukan mana itu MLM yg dibolehkan mana yg dilarang, cuman untuk jaga2 saya menganggab MLM subhat, agar saya tidak terjerumus..
    tetapi saya mohon jg kepada penulis untuk menyampaikan mana MLM yang sesuai dengan kaidah agama islam mana yg tidak.

    wassalam

  • alief

    MLM bagi gue g sejalan dengan akalku

  • dari pada mlm mending buka usaha sendiri hasil jelas, halal,dan tidak ragu ragu … eiit tapi bisnisnya juga mesti halal doong ya gaaak… ayooo buka usaha asal bukan mlm

  • hasan

    mlm yang benar : 1. ada barang yang dijual, 2. barang yang dijual mempunyi harga yang sesuai dengan kemanfaatannya, 3.uang pendaftaran murah (sama dengan/mendekati nilai barang yang diterima), 4. barang yang dijual halal, 5. yang mendapat hasil/bonus adalah orang yang bekerja keras, 6. pendaftaran member = pembelian hak berjualan (grosir sesuai harga grosir), 7. bila terjadi semua orang menjadi member, tidak akan ada kerugian atas pendaftaran member. 8.

  • sugeng

    Jika calon anggota mendaftar dengan membayar uang tertentu, tapi tidak ada keharusan untuk membeli atau menjual produk perusahaan, dia hanya berkewajiban mencari anggota baru dengan cara seperti di atas, yakni membayar uang pendaftaran. Semakin banyak anggota maka akan semakin banyak bonusnya. Ini merupakan salah satu transkasi berbasis riba karena menaruh uang diperusahaan tersebut kemudian mendapatkan hasil yang lebih banyak semacam money game.Alias, produk ga penting, yang penting Jaringan… Hati2lah saudaraku…..

  • Muchtar Alim

    MLM menurut saya adalah sesuatu yang sah, tergantung bagaimana bentuk perusahannya. kalau perusahaan itu hanya mencari omset semata atau bahkan pakai sistem memanfaatkan orang lain, itu yang ga boleh..

  • ana

    ahhh.. capek deh.. mendingan jual nasi bungkus… ketahuan halal..
    kalau sudah meragukan , hukumnya nggak jelas.., banyak orang yang menolak/nggak mau gabung, trus selalu disugestikan sukseslah, pasif incomelah, bla..bla..bla.. dan sampai harus kejar omset point kerja sampai malam dan melupakan ibadah.. ngapain dikerjain… tinggalin aja.. rejeki Allah yang kasih kok.. zaman dahulu nggak ada sistem MLM banyak orang kaya & sukses kok… itu sistem kapitalis.. apapun namanya.. ulama kok pada bingung sih.. itu kapitalis halusssss sekali.. hingga umat islam dibuat bingung antara halal dan haram.. kapitalis itu membuat orang takut miskin dan pingin cepat kaya unutk selamanya hingga melupakan tujuan hakiki penciptaan manusia yaitu semata untuk ibadah , rejeki harus dicari tapi bukan kejar point spt yang MLM doktrinkan..
    capek deh…

  • pramiko

    Assalamualikum..
    Mgkin tidaklah salah anda membuat Artikel itu….

    Saya merupakan agen/distributor MLM yg mungkin termuda di MLM yg sedang saya jalani sekarang ini,,
    Wahai Ustad yang terhormat…
    Sekarang udah tahun 2009…
    tolong dong diperbaharui data or artikelnya coz Kenapa MLM kami tak tercantum dlm data MLM Syari’ah yg anda paparkan..
    Menurut data yg saya ketehui,sampai saat ini tidak lebih dari 3 perusahaan yang terbukti Syariah..

    MLM kami buktinya memiliki DEWAN SYARIAH yang Dewan Sebelunya kini telah menjadi DUBES di Arab Saudi….

    Satu hal lagi,meskipun qt adlh dwnline yg akhiran bukan berarti qt tdk bisa sukses…

    Kan tergantung giat tidaknya seseorang itu bekerja…
    Daripada hanya bisa makan gaji buta dan merugikan negara yg jd pegawai-pegawai yg tak bertanggung jawab.
    Kami berusaha Membangun Perekonomian Umat Yang Religius..
    Dengan cara yang Syariah..

  • sandy

    Pramiko ente di MLM mana?Kagak jelas tuh!
    Teman-teman se Islam,
    Ane juga salah satu anggota MLM Tianshi.
    Apa yang dikomentari penulis artikel ini adalah benar.
    Doktrin/taqlid yang diamanatkan kepada para downlinenya sangat luar biasa berpengaruh!Secara lahiriah hampir melupakan kewajibannya sebagai umat Islam.
    Kalaupun menjalankan ibadah seperti sholat, itu tarasa hambar karena OTAK dan PIKIRANNYA mencari anggota sebanyaka banyaknya sehingga dapat bonus/keuntungan yang sebesar besarnya.
    Setiap mereka melakukan pertemuan dimana mana selalu yang dikedepankan adalah figur orang orang sukses dengan gaji bulanan Rp. 40,- juta lah, Rp. 500,- juta lah, dapat mercylah, dapat kapal pesiarlah, sehingga sidownline itu menghayal, mimpi dan berandai andai, persis kaya dongeng di sinetron stasion televisi Swasta di Indonesia.
    Mereka telah menempati dan mengikuti 1/2 kehidupan si QORUN!!!
    Wassalam.

    • toro

      mas sandy, kalo masalah melakukan ibadah itu hambar jangan dikaitkan dng pekerjaan, karena itu hubungannya dengan bagaimana niat kita ketika akan melaksanakan ibadah, kalau kita mau menjalankan ibadah ya..luruskan niat dan hanya karena Allah semata,tergantung pribadi dan pikiran masing masing,ada yang sholat karena ingin dilihat sebagai orang yang taat beragama, ada yang beramal tetapi ada maunya dan lain sebagainya,dari statmen anda, mngkn anda hrs belajar memisahkan urusan duniawi dng akherat

      • mas toro antara duniawi dengan akhirat tidak bs di pisahkan krn apa yg kita kerjakan di dunia ini akan menjadi penentu di akhirat, baik yg kita buat baik pula yg kita dapat ato sebaliknya buruk yg kita buat buruk pula yg kita dpt

  • Buat semuanya aja…kalo disini menyebut nama Perusahaan MLM yg belum jelas statusnya sepertinya kurang etis.

    Kebetulan saya pernah ikut beberapa kali…dengan niat awal cuma pake produknya…ternyata dari beberapa perusahaan tersebut sudah gulung tikar. Di sini saya belajar bahwa yang katanya perusahaan MLM selalu diuntungkan kok ternyata bisa bangkrut. Sebenarnya bisnis MLM dan Konvensional itu nggak beda jauh…karena di MLM ada juga yang bisa dihukumi HARAM..karena beberapa oknum yg menyalahgunakan sistem ini…So sebaiknya nggak dipukul rata semua MLM JELEK….soalnya di Konvensional juga bisa..HARAM …misalnya ketika syarat sah /rukun jual/beli tidak terpenuhi atau pedagang menipu secara halus (“Klo Rp.30.000,- modalnya aja blom dapet Neng…padahal si pedagang belinya Rp.25.000,-“); bisa juga mencuri timbangan; ato si Pedagang membuat team yang tugasnya menawar barang dengan harga tinggi agar konsumen terkecoh, dlsb.

  • fatan

    Mohon konfirmasinya donk bagaimana hukum bisnis marketing yang punya situs di http://www.zonetz.com
    cos aq ad yang nawarin nich tapi masih bingung..so please dech kasih tau aq jawabane

  • Bayu

    Saya pengen tanya tentang DBS dong, ust. Itu bikin banyak temen-temen di sekitar saya bertanya-tanya tentang kehalalalannya. Soalnya mengikutsertakan nama Aa Gym dan MUI Bandung. Jadi, kita mesti gimana tuh?

    • selis

      benar ustad, katanya sudah dapat pengakuan dari MUI tentang keSyariahannya !
      bagaimana sebenarnya ?

      • Ridho

        Tidak ada pengakuan tuh.. yang ada hanya fatwa umum mui ttg mlm dipajang di situsnya dbs. coba baca secara teliti di :
        http://www.duta4future.com/news.php?act=read&id=83
        Hati2 yah jangan ketipu…..
        MLM, No Way….!!!!!!!!!!

        • Umar

          Setuju, jangan liat orangnya. Emang siapa yang paling bertakwa? Objektif saja kita melihat masalah. Kalo memang salah ya salah…
          Good bye MLM…

          • Pemudaoke

            Asslmkm,PT.DFI dengan suport system DBS bukan murni MLM,ini murni bisnis tanpa Maisyir,gharar,rhiba..klo murni MLM ga mungkin BNI Syariah gabung,,dan klo penasaran boleh tanyakan langsung kpn Bpk H.Dr.M Syafi’i Antonio atau langsung tanya ke KH.AA Gym atau boleh kpd saya!!!

  • SAMPURDI

    Ass. wr wb

    Mohon penjelasan hukum MLM dari pembalut Lovemoon Anion? Terima kasih dan jzk

    Was wr wb
    Sampurdi

  • mungkin bisa dijelaskan jenis MLM yang boleh dan tidak….!

  • saza

    assalamualaikum, menarik banget tuk dikaji. hidup bisnis,,,,,,,,,,jazakallah

  • hasanudin.manaf

    wah . . . wah, baca ulasannya puuanjang sekali, tapi kesimpulannya apa yah? Jadi apa sebenarnya patokan untuk menentukan mana MLM yang halal dan mana MLM yang haram. Mohon bantuan para pembaca untuk menyimpulkan poin-poinnya. Trimakasih.

  • Walid

    Assalamu’alaikum
    langsung saja slama ini sya bertnya2,MLM halal atau haram,kemudian kmren sempet ditawari buat bergbung diMLM Lovemoon ANION,bgaimana Hukum dri MLM Anion?Halal kah?Tolong saya diberi penjelasan,

  • HAWA

    MOHON kejelasanya tentang MLM tiensi?sejelas-jelasnya..
    syukran……

  • Adam

    MLM oh No……!!!

  • dika

    MLM anion halal pa haram ?

  • anto

    Temenku beberapa kali datang kerumahku untuk menawarkan MLM PT.Melia Nature Indonesia produknya jual propolis. kira2x halal atw haram ya? mohon masukannya dari semua yang udah punya informasinya..

  • assalamu’alaikum, ustadz tolong dijelaskan tentang hukum bisnis MLM LIVEMOON (pembalut ANION)? jazakallah

  • ustadz, bagaimana hukumnya bisnis MLM pembalut ANION LIVEMOON? Mohon penjelasannya

  • setiawan

    terimakasih sekali ustad, penjelasannya sangat mendalam dan obyektif. saya setuju sekali bahwa penentuan suatu bisnis (jaringan) money game atau bukan tidak bisa dilihat hanya karena merupakan anggota APLI atau menyandang embel-embel syariah (atau bahkan dijalankan oleh seorang kyai ya?). good..good.. saya juga sekarang sedang menulis beberapa artike; tentang money game. berharap bisa mengkampenyekan gerakan anti money game ini (terutama di internet yang makin hari makin marak).

    wassalamu

  • ruhyadi

    Asalamu’alaikum wr wb.

    mohon dijelaskan terkait Umroh/Haji dengan menggunakan sistem MLM seperti yang dilakukan oleh PT MPM

  • adhie

    amazing ust. subhanALLAH….skrg ana mau tanya ttg BISNIS ONLINE yg kita pasang dana kisaran 200-300rb untuk registrasi dan qt dibikinkan blog sndri. dgn mnjanjikan asset jutaaan rupiah tnp hrs kerja, promosi product dll. Sy pikir sistemnya sama MLM2 jg, tetapi kemasannya virtual, bahkan ada yg berlebel syariah sgl. yg satu ini Hukumnya bgmn ust ?syukron, jazalakALLAH

  • Kdigger

    assalamu’alaikum warah matullahi wabarakatuh!!!!! saya mau tanya ustad!!!! saat ini banyak bisnis online!!!!! didalamnya banyak ditulis dengan embel2 no mlm, no money game, dll. apakah itu halal atau haram?????? terus minta penjelasan mlm yang menurut syari’ah seperti apa??

  • assalamualaikum…
    Saya mau tanya degn MLM CNI itu hukumnya apa y jika kita menjalnkannya..
    Apakah halal, atau haram?

  • Hamalah

    MLM apapun di Indonesia yang jadi leader yang duluan paling sukses dan kaya raya pasti para mata sipit, mungkin mereka memang pinter melihat peluang atau kita yang gampang dimanfaatkan?

  • ismail

    alhamdulillah MLM yang saya ikuti sudah dapat dari dewan MUI yang di keluarkan pada tahun 2009 sampai batas 2016. MLM yang saya ikuti bergerak di bidang kesehatan. Kalau ada saudara Bapak / Ibu yang terkena Diabetes basah dan kering (tipe 1 dan 2), strok, kangker payudara, atau penyakit kronis lainnya. Insya allah dengan perantara produk dari dari perusahaan kami bisa sembuh, tetapi semua kembali yang maha kuasa, kami hanya perantara.

    Mari Bapak dan Ibu yang berminat membantu saudara untuk kesehatan bisa hubungi saya.
    ismail 081336575753, 083831335315

Lihat Juga

Ilustrasi. (cloud.heibogor.com)

Suami Suka Marah Karena Kecanduan Game, Apa yang Harus Saya Lakukan?