Home / Narasi Islam / Dakwah / Berpolitik Bagian Dari Dakwah

Berpolitik Bagian Dari Dakwah

Sidang Paripurna (presidenri.go.id)dakwatuna.com Allah SWT. telah menurunkan Risalah terakhir yang merangkum seluruh risalah nabi-nabi sebelumnya. Risalah yang bersifat “syaamilah mutakaamilah” (komprehensif dan integral). Risalah yang tidak ada satupun dimensi kehidupan kecuali ia mengaturnya secara sistemik baik secara global maupun secara spesifik. Oleh karenanya, Allah SWT berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah:208)

“Dan kami Telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang Telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang. sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang Telah kamu perselisihkan itu.” (Al-Maidah:48)

Risalah Islam ini sesungguhnya “Risalah Nabawiyah” yang terakhir yang sengaja diturunkan sebagai “way of life” (cara hidup) bagi seluruh manusia. Oleh karenanya ia bicara tentang seluruh dimensi kehidupan manusia. Baik dimensi aqidah, ibadah maupun dimensi akhlak. Dan yang termasuk dalam tiga dimensi ini adalah masalah ekonomi, sosial budaya, politik dan keamanan. Di sini, tidak boleh ada yang melakukan dikotomi dalam ajaran Islam. Tidak ada yang mengatakan: “Islam Yes, Politik No”, dan tidak ada lagi yang mengatakan: “Dakwah Yes, Politik No”. atau mengatakan: “Yang penting adalah aqidah, yang lain nggak penting.”

Selanjutnya bagaimana kita memiliki pemahaman yang komprehensif ini dan memperjuangkannya dalam kehidupan kita. Yang akhirnya lahirlah pencerahan dan perbaikan dalam dunia ekonomi, sosial budaya, politik dan keamanan yang berimpact kepada kebaikan dan maslahat umat.

Tarbiyah Siyasiyah

Tarbiyah siyasiah yang bermakna pendidikan atau pembinaan politik adalah sangat urgent dipahami oleh setiap muslim. Karena pemahaman politik yang sejatinya, tidak sama dengan pemahaman selama ini dalam ilmu politik secara umum, yaitu berpolitik yang hanya dimaksudkan untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan. Akan tetapi kita berpartisipasi dalam politik untuk menegakkan nilai-nilai kebenaran ilahiah dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Berkuasa untuk melayani umat, dan memimpin untuk memperbaiki sistem yang tidak berpihak kepada nilai-nilai kebaikan dan kebenaran.

Oleh karenanya, seluruh aktivitas yang berkaitan dengan gerakan berpartai dan berpolitik, disebut dengan “Jihad Siyasi” (Perjuangan Politik). Dalam bahasa Imam Hasan Al-Banna, perjuangan ini dikatagorikan dalam marhalah “rukun amal” yang disebut “Ishlahul Hukumah” (Perbaikan Pemerintahan).

Keberhasilan dan kesuksesan berpolitik atau jihad siyasi harus berimpact kepada dimensi kehidupan yang lain. Harus berimpact kepada dunia pendidikan dan dakwah. Yang berujung kepada pencerdasan anak bangsa dan pencetakan generasi rabbani. Harus berimpact kepada dunia ekonomi dan sosial budaya. Yang berakhir kepada pemeliharaan aset-aset negara dan pendayagunaan kepada masyarakat yang lebih luas. Begitu juga mampu memelihara identitas atau jati diri bangsa yang bertumpu pada pondasi spirituil dalam aspek sosial budaya.

Seruan dan anjuran kepada umat Islam untuk kembali ke barak atau ke dunia dakwah saja dengan pemahaman yang sempit, karena alasan bahwa dunia politik adalah dunia “rawan dan beranjau”, dunia yang sarat dengan kebohongan, ketidak jujuran, khianat, gunjing-menggunjing, halal menjadi haram, haram menjadi halal, atau menyetujui demokrasi yang merupakan produk Barat, adalah sebuah seruan kemunduran dalam berdakwah. Bukankah seruan ini seperti orang yang mengatakan dulu: “Islam Yes, Politik No”. Sebuah adigium yang dulu merupakan musuh bersama umat Islam dan da’i yang mengajak kembali manusia kepada Islam secara kaffah atau komprehensif.

Dan bila ada sebagian kader yang tergelincir dan terjerumus dalam permainan sistem yang destruktif negatif, maka tugas umat, organisasi massa Islam atau organisasi politik Islam untuk menyiapkan sarana dan prasarana agar setiap yang terjun ke dunia politik tetap istiqamah dalam menjalankan amanah yang dibebankan kepadanya dan  tetap menjaga integritas diri.

Baina Ad-Dakwah Was Siyasah

Apakah ada pertentangan antara dakwah dan siyasah atau politik?. Jawaban pertanyaan ini akan menyelesaikan kerisauan dan kegamangan kita dalam melakukan kerja-kerja dakwah selanjutnya yang bersinggungan dengan dunia politik dan langkah meraih kemenangan “Jihad Siyasi” dalam perhelatan pemilihan wakil-wakil rakyat dan pemimpin negeri ini.

Ayat di atas dan pengertian Islam yang didefinisikan oleh Imam Hasan Al-Banna di bawah ini adalah dalil yang menunjukkan tentang titik temunya amal da’awi dan amal siyasi dalam bingkai keislaman. Jadi tidak ada samasekali pertentangan antara dunia Dakwah dengan dunia Politik. Coba kita renungkan pernyataan Beliau dalam “Risalatut Ta’lim”:

الإسلامُ نِظَامٌ شَامِلٌ يَتَنَاوَلُ مَظَاهِرَ الحَيَاةِ جَمِيْعًا فهو دَوْلَةٌ وَوَطَنٌ أَوْ حُكَُوْمَةٌ وَأُمَّةٌ، وَهُوَ خُلُقٌ وَقَوَّةٌ أَوْ رَحْمَةٌ وَعَدَالَةٌ، وَهُوَ ثَقَافَةٌ وَقَانُوْنٌ أَوْ عِلْمٌ وَقَضَاءٌ، وَهُوَ مَادَّةٌ وَثَرْوَةٌ أَوْ كَسْبٌ وَغَِنىً، وَهُوَ جِهَادٌ وَدَعْوَةٌ أَوْ جَيْشٌ وَفِكْرَةٌ، كَمَا هُوَ عَقِيْدَةٌ صَادِقَةٌ وَعِباَدَةٌ صَحِيْحَةٌ سَوَاءٌ بِسَوَاءٍ

“Islam adalah nidzam (aturan) komprehensif yang memuat seluruh dimensi kehidupan. Ia adalah daulah dan tanah air atau pemerintahan dan ummat, ia adalah akhlak dan kekuatan atau rahmat dan keadilan. Ia adalah tsaqafah (wawasan) dan qanun (perundang-undangan) atau keilmuan dan peradilan, ia adalah materi dan kesejahteraan atau profesi dan kekayaan. Ia adalah jihad dan dakwah atau militer dan fikrah, sebagaimana ia adalah aqidah yang benar  dan ibadah yang shahih ( benar).”

Dakwah yang bertujuan menyeru manusia untuk kembali kepada nilai-nilai Islam secara komprehensif bisa dilakukan oleh kader di manapun ia berada dan apapun profesinya. Apakah ia seorang ekonom, pengusaha, pendidik, teknokrat, birokrat, petani, buruh,  politikus (aleg) dan eksekutif (menetri) bahkan seorang presiden sekalipun.  Jadi dakwah bukan suatu yang antagonis dengan dunia politik, akan tetapi dunia politik merupakan salah satu lahan dakwah.

Semoga tulisan singkat ini mampu memberi energi baru dan gelora semangat bagi kita umat Islam  untuk menguatkan persatuan dan kesatuan untuk menuju Indonesia yang lebih baik, yang diridhoi Allah swt. menuju “Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.” Allahu Akbar Walillahi alhamdu.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (15 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Ubams

    Ummat Islam sadarlah
    Ummat Islam bersatulah
    Ya Allah tolonglah kami
    Ya Allah menangkanlah dakwah dan para penolongnya. Amiin

  • soby

    apa di bolehkan perempuan untuk ikut berkampanye atau demo sedangkan islam melarang wnta u kluar rmh apalg ada ikhtilath nya..

  • Menarik. Mungkin akan lebih bagus kalau redaksi menampilkan berbagai pandangan yang muncul saat ini di kalangan umat Islam tentang demokrasi dan pemilu. Sebab, sulit dipungkiri adanya ikhtilaf yang tajam soal ini.

  • Alhamdulillah apa yang ana cari selama ini akhirnya ana temukan tentang berpolitik bagian dari dakwah

  • semoga bisa lebih menggelorakan aktivitas dakwah di dunia politik.

  • Alhamdulillah,wujud ukhuwah islamiyyah dukung orang shaleh da’wah di parlemen walau demokrasi bukan yang terbaik.Golput=memperbanyak orang zhalim dan kerusakan.

  • ya, setuju…berpolitik adalah bagaian dari dakwah

  • Sebgai agama yang syumul, Islampun mengatur urusan politik. termasuk berpolitik dalam mimbar parlemen, minimal untuk kondisi saat ini. Kalau tidak bisa diambil keseluruhan, jangan pula ditinggalakan keseluruhannya. Salam ukhwah bagi tim dakwatuna. semoga web ini membawa barokah dan pahala ibdah disisiNya. amin…

  • abu zain

    setiap perbuatan tergantung pada niatnya dan stp orang akan mdpt balasan sesuai niatnya, maka wajib hukumnya utk berpolitik guna menegakan kebenaran dan menolak kebatilan demi memperjuangkan yang Hak dan bergabung dengan barisan para aktivis dakwah.

  • Abdullah Mhj

    Masih banyak umat Islam yang buta tentang politik yang benar, mari kita beri pencerahan mereka sebagai bagian tugas dakwah kita.

  • irwan

    Ya Allah… semoga engkau ridhoi para pejuang islam di muka bumi ini… amien…

  • Politik itu jahat tapi semboyan ini mungkin dapat dihilangkan dengan dengan berpegang kepada Al-Quran dan Hadits, dimana telah diterangkan mana politik yang benar dan salah. Jangan berpegang kepada Ilmu Politik Barat yang hanya mengedepankan hawa nafsu saja.

  • abie al fawwaz

    Politik bisa diibaratkan sbgai pisau yg tajam.& politikus bisa diibaratkan sbgai “the man behind the knife”. Jika politik (Pisau, Red) berada di tangan org jahat(politukus jahat, Red) maka politik(pisau,Red) tersebut akan menjadi senjata yang dapat digunakan untuk kejahatan. tetapi apabila politik (pisau,Red) tersebut berada di tangan seorang koki yang hebat(politikus shaleh,red) maka pisau tersebut akan sangat berguna untuk meracik dan menyajikan hidangan nan lezat, yang bermanfaat bagi khalayak.

  • Ayah Fathimah

    Sepertinya materi ini tadi dibawakan oleh Khotib jum’at di gedung german center BSD :D

  • ibnu Aripin

    sebuah puisi nan indah: Antara jelek, politik, insan, dan tarbiyah insan

    yang jelek bukan politik
    yang kurang baik adalah insan
    maka itulah jalan untuk ditempuh, yaitu tarbiyah insan. wajah politik saat ini adalah penjelmaan sahaja. yaitu penjelmaan dari para insan yang “berpolitik”. maka itulah jalan, ya, tarbiyah insan. tarbiyah insan indonesia, maka itulah jalan terang benderang, tarbiyah insan. demikian dendang puisi nan indah ini. salam perjuangan. Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

  • Semoga dakwah diparlemen semakin menggelora,sehingga bangsa ini tidak dipegang oleh orang2 yg bermental pragmatis..ALLAHU AKBAR.

  • anggito

    alangkah indahnya ketika bisa mendapatkan daftar wakil rakyat terpilih yang memang ikhlas berdakwah….dengan system yang ada sekarang artinya harus terbentuk satu kesatuan insan dakwah (partai insan dakwah) yang memiliki kekuatan di parlemen dalam menyerukan dakwah. sedangkan ketika daftar terpilih belum ada yang mewakili untuk berdakwah….bagaimana kita akan memilih….???? Ya Alloh beri kami petunjuk….amin. Mungkin sebelum berdakwah di pentas politik…lebih baik berdakwah di lingkungan…

  • mas ion

    PENELANTARAN dakwah kepada dien yang haq dan menyimpang dari pedoman para nabi penyebabnya adalah , banyak nya para da’i sekarang ini yang menafsirkan nash-nash agama kepada konotasi politik. dan mengkhususkan dan mengkonsentrasikan dakwah kepada masalah-masalah politik saja. karena daya tarik politik yang begitu kuat, sehingga tergambar oleh mereka seolah-olah semua itu nyata. padahal semakin hari hanya menambahkan keterpurukan dan menggiring mereka mundur kebelakang tanpa disadari, itu juga merupakan fatamorgana hizbiyah yang lebih banyak menipu, sehingga tergambar seolah-olah seluruh jalan menjadi buntu kecuali dengan menyelisihi para nabi….jihad dengan hujjah dan ilmu, ini merupakan jihad khusus para pengikut rasul dan, inilah jihad para imam alim ulama , dan jihad jenis inilah yang paling utama karena manfaatnya sangat besar, sangat berat persiapannya dan sangat banyak musuh-musuhnya..”apakah benar politik bagian dari dakwah?”menurut anna politik cenderung mendorong perpecahan dalam tubuh islam…

  • Ahmad

    sungguh mengenaskan, umat islam terperangkap dlm jebakan..membentuk partai2 yg malah memecah umat islam itu sendiri..masing2 golongan bangga dgn golongan dan partainya sendiri..semakin banyak partai2 islam yg dibentuk maka potensi perpecahan semakin besar…sungguh perjuangan Rasulullah dulu adalah utk menyeru SEMUA manusia untuk MENYEMBAH ALLAH..tapi yg terjadi sekarang sangat berbeda..berpolitik demi kekuasaan, tahta dan jabatan, berpolitik tp setelah menang mereka mengambil hukum selain hukum Allah..mengenyampingkan peringatan Allah demi perolehan electoral threshold..resapilah..lihatlah di barat kini, mereka tdk berpolitik praktis tapi islam mampu menyebar cepat disana krn mereka berdakwah murni utk menyerukan manusia utk menyembah Allah dan menegakkan kalimat Allah..

Lihat Juga

Ilustrasi. (dakwatuna.com / hdn)

Berpolitik itu Jejak Sikap