ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Bukan Jomblo, Tapi Single

Al-Qaradhawi, Peringatan Maulid Tidak Bid’ah

8/3/2009 | 12 Rabbi al-Awwal 1430 H Please wait
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

Syaikh Yusuf Al Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Internasional

dakwatuna.com – Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Internasional menyatakan bahwa anggapan merayakan maulid Nabi saw. adalah bid’ah, dan setiap bid’ah pasti sesat, dan setiap yang sesat pasti masuk neraka, tidak semuanya benar.

Beliau meluruskan, yang kita ingkari dalam hal perayaan maulid adalah ketika ada pencampuradukkan dengan kemungkaran, ketika perayaan maulid itu bercampur-aduk dengan hal-hal yang menyalahi syari’at, ketika perayaan maulid itu tidak sesuai dengan Al-Qur’an, sebagaimana praktek-praktek ini masih ada di sebagian negara Islam.

Contohnya, praktek syirik, dengan mengadakan sesajian, berkurban untuk alam, laut misalkan, pemubadziran makanan atau harta, ikhtilath atau campur baur laki-laki dan perempuan, praktek yang mengancam jiwa dengan berdesak-desakan atau rebutan makanan, dan lainnya yang bertentangan dengan syari’at.

Jika peringatan maulid itu dalam rangka mengingat kembali sejarah kehidupan Rasulullah saw., mengingat kepribadian beliau yang agung, mengingat misinya yang universal dan abadi, misi yang Allah tegaskan sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Ketika acara maulid seperti demikian, alasan apa masih disebut dengan bid’ah?

Pernyataan beliau yang dimuat dalam media online pribadi beliau itu juga ditambahkan:

“Ketika kita berbicara tentang peristiwa maulid ini, kita sedang mengingatkan umat akan nikmat pemberian yang sangat besar, nikmat keberlangsungan risalah, nikmat kelanjutan kenabian. Dan berbicara atau membicarakan nikmat sangatlah dianjurkan oleh syariat dan sangat dibutuhkan.”

Allah swt. memerintahkan demikian kepada kita dalam banyak firman-Nya. Misalnya:

(يا أيها الذين آمنوا اذكروا نعمة الله عليكم إذ جاءتكم جنود فأرسلنا عليهم ريحاً وجنوداً لم تروها وكان الله بما تعملون بصيرًا، إذ جاءوكم من فوقكم ومن أسفل منكم وإذ زاغت الأبصار وبلغت القلوب الحناجر وتظنون بالله الظنونا)

“Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikuruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha melihat akan apa yang kamu kerjakan. (Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.” (Al-Ahzab:9-10)

Allah memerintahkan kita mengingat suatu peperangan, misalnya perang Khandaq atau perang Ahzab, di mana kafir Quraisy dan Suku Ghathfan mengepung Rasulullah saw. Dalam kondisi serba sulit ini, Allah swt. menurunkan bala bantuannya berupa angin kencang dan bantuan Malaikat.

Ingatlah peristiwa itu, ingatlah, jangan kalian lupakan itu semua.

Ini jelas menunjukkan bahwa kita diperintahkan untuk mengingat nikmat dan tidak melupakannya.

Dalam ayat lain, Allah berfirman:

(يا أيها الذين آمنوا اذكروا نعمة الله عليكم إذ هم قوم أن يبسطوا إليكم أيديهم

فكف أيدهم عنكم واتقوا الله وعلى الله فليتوكل المؤمنون)

“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (Al-Anfal:30)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa orang-orang Yahudi Bani Qainuqa’ telah besepakat untuk mengkhianati Rasulullah saw. di Madinah, mereka membuat makar, mereka membuat tipu daya, namun makar dan tipu daya Allah swt. lebih kuat dan lebih cepat dari mereka.

ويمكرون ويمكر الله والله خير الماكرين

“Mereka membuat makar, dan Allah membuat makar (juga), Dan Allah sebaik-baik pembuat makar.”

Perayaan yang demikian tidaklah bid’ah, bahkan dianjurkan. Wallahu a’lam (it/ut)

email

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (72 orang menilai, rata-rata: 9,14 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • Ritonga Medan

    itulah salahnya “kita” ummat islam ini, yang selalu dilakukan adalah ‘menyalahkan’.
    kalau saya katakan ‘Puasa Haram’ bagaimana? tentu semua mengatakan saya gila. padahal yang saya katakan adalah Puasa orang yang haid-nifas.
    sama halnya dengan maulid, tidak ada yang salah dalam maulid! yang ada dalam maulid adalah perbedaan pendapat-tidak sampai mengatakan bid’ah! itulah yang dikatakan muhaddits2 yg faqih dahulu. beda dengan “kita” pd umumnya yang sok muhaddits atau yang belagu faqih…

  • Yusuf Mulana

    Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh saudaraku kaum muslimin rohimakumulloh saya mengutip dari seorang ulama besar di jawa barat , dalam ceramah nya mengatakan dari zaman kolonial belanda, sampai saat ini, agama nasrani dan yahudi sulit berkembang di jawa barat , karena minml setiap tahun para umat Nabi Muhamad, Qolbunya selalu disiram dengan wejangan para ulama, melalui peraya an hari2 besar Islam. misalnya dengan perayaan Maulid dan Isra Mi’raj serta tahlilan. semua diisi dgn crmh agama

  • herisuharmani

    Bid’ah terbagi menjadi 5 macam ? itu menurut anda, guru anda atau hadits yang shahih dari rasullalah ?

    • Rakha_z

      itu menurut Ulama, Dan Sahabat serta Rasulullah sendiri

    • http://profile.yahoo.com/H7S6SX6SSPROK3ZYNW5QVDPYRA paat qibie

      Karena bid’ah bukan hukum syara’  yang masih harus dipertimbangkan secara hukum syara’ yang berdasarkan Al Qur-an dan Al hadits.. Wallohu a’lam

  • james bon

    kalau bisa dakwatuna mengecek apa arti dari maulid dan apa isinya !
    dan kalau bisa dakwatuna mencari orang yang ahli tafsir yang netral terus suru menafsirkan satu persatu sekian dakwatuna asalamualaikum

  • Mardani

    Knp kt mmperdebdkan mslh maulid, mau mmbca maulid habsyi ataupun maulid yg lain yg penting kt bersholawat kpd nabi, sprti yg disuruh dlm al-qur’an. knp org2 yg berkaroke ria, berorkes ria tdk pernh diperdebatkan. jd mnrut saya “LANAA ‘A MALUNAA WA LAKUM ‘A MALUKUM”

  • Pitung_betawi

    “Siapa saja yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, Allah memperjalankannya di atas salah satu jalan surga. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap mereka karena ridha kepada penuntut ilmu. Sesungguhnya seorang alim itu dimintakan ampunan oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi hingga ikan yang ada di dasar lautan. Sesungguhnya keutamaan seorang alim atas seorang abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan mewariskan ilmu. Karena itu, siapa saja yang mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang besar.” (HR Abu Dawud, Ibn Majah, at-Tirmidzi, Ahmad, ad-Darimi, al-Hakim, al-Baihaqi dan Ibn Hibban).

  • Esykun

    masya Alloh….

  • Esykun

    masya Alloh..

  • Sayurhaseum

    bukankah dengan merayakan ulangtahun kelahiran rasulullahnya saja itu sudah menyalahi syari’at ? a haada min indillah ? ahaada min indi rasuul ? ma kaana laisa fii rasulillah fahuwa raddun maa kaana laisa minallah wahuwa laisal ibaadah. jangan katakan ini adalah bagian dari syari’at karena kan menambah dosa bagi kamu sekalian.

  • Atojef

     PENGERTIAN BID’AH BELUM TERLALU DI MENGERTI OLEH MUSLIM DI DUNIA, TERMASUK SAYA

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia