Home / Berita / Organisasi Kemanusiaan Dunia: Puluhan Ribu Anak Terlantar di Gaza

Organisasi Kemanusiaan Dunia: Puluhan Ribu Anak Terlantar di Gaza

dakwatuna.com – Gaza, Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kemanusiaan Internasional yang konsen pada anak-anak menjelaskan, saat ini sedikitnya 100 ribu orang termasuk 56 ribu anak-anak terlantar di Jalur Gaza. Banyak di antara mereka yang masih tinggal di tenda-tenda atau di ruang tamu keluarga-keluarga lain.

Setelah sebulah pengumuman penghentian serangan ke Jalur Gaza, organisasi “Aliansi Penyelamat Anak-anak” (sebuah organisasi non pemerintah dari Inggris) ini memperkirakan 500 ribu orang, termasuk 280 anak telah dipaksa meninggalkan rumah-rumah mereka saat terjadi agresi yang dilancarkan Zionis Israel ke Jalur Gaza.

Laporan ini menambahkan “kota perkemahan” muncul di sejumlah perkampungan yang mengalami kehancuran total. Para pendudukanya sangat membutuhkan air bersih untuk minum dan kebutuhan MCK.

Direktur Orgasnisasi “Aliansi Penyelamat Anak-anak”, Jasmine Whitbread menyatakan kemah-kemah yang ada sangat kecil. Tidak cukup untuk melindungi dari terik panas di siang hari dan dingin di malam hari yang suhunya berkisar antara 7 – 8 derajat.

Dia menyatakan, sebuah kemah yang dihuni sekitar 40 keluarga hanya ada satu atau dua kamar mandi saja. Hal ini menimbulkan banyak masalah kesehatan. Sebagian besar perkemahan ini dari Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East), UNICEF dan organisasi bantuan lainnya baik lokal maupun internasional.

Sementara itu UNRWA menyebutkan pihaknya telah membagikan bantuan darurat pangan dan non pangan kepada ribuan warga Palestina Gaza yang terkena dampak konflik ini. Itu selain bantuan pangan yang biasa dibagikan UNRWA secara rutin kepada 900 ribu pengungsi Palestina di Jalur Gaza.

Berdasarkan laporan badan rekontruksi Gaza milik PBB, jumlah rumah yang rata dengan tanah akibat agersi Zionis Israel sebanyak 4 ribu rumah. Sementara itu tidak kurang dari 17 ribu rumah lainnya hancur. Sebanyak 50 ribu orang mengungsi di fasilitas milik UNRWA dalam kondisi sangat krisis dan puluhan ribu lainnya yang terlantar dalam kondisi sangat sulit. (infopalestina)

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 5,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Tembok rasis di Palestina. (alresalah.ps)

Guna Hadapi Terowongan Bawah Tanah Hamas, Israel Bangun Tembok Rasis di Gaza