ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Bukan Jomblo, Tapi Single

Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA

23/1/2009 | 24 Muharram 1430 H Please wait
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

Sistem ECVT (Dr. Warsito)

Sistem ECVT (Dr. Warsito)

dakwatuna.com – Ilmuwan Indonesia menciptakan pemindai empat dimensi pertama di dunia. Laboratoriumnya hanya ruko sederhana. Sangat diperlukan untuk industri perminyakan. Teknologi tersebut adalah teknologi ECVT (electrical capacitance volume tomography). ECVT adalah sistem pemindai berbasis medan listrik statis yang mampu menghasilkan citra obyek volumetrik dan real time (seketika). Pada dasarnya, teknologi ECVT adalah teknologi scanning atau fotokopi yang bisa melihat secara real time dan 3 dimensi gerak bahan di dalam boiler, reaktor industri, pipa, dsb, meskipun bertekanan dan bersuhu tinggi. Teknologi ECVT bisa diterapkan di berbagai bidang mulai dari bidang industri, kedokteran, pertambangan, proses kimia, body scan untuk keperluan security, pencitraan aktifitas di dalam gunung berapi atau semburan lumpur panas, dll.

 

Teknologi tersebut kini dipakai oleh Badan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA). “Guna penerapan pada pemindaian obyek dielektrika pada saat misi antariksanya,” demikian tulis editorial jurnal Industrial and Engineering Chemistry Research edisi Januari 2009, yang diterbitkan oleh American Chemical Society. NASA, dalam jurnalnya yang dipublikasikan di Measurement Science and Technology yang terbit di Inggris, menyatakan telah memanfaatkan teknologi ECVT untuk memindai keberadaan air di permukaan luar pelapis sistem pelindung panas pada dinding pesawat ulang-aliknya. Teknologi ECVT mampu menghasilkan citra volumetrik dan real time dari konsentrasi air yang terakumulasi pada dinding luar pesawat ulang-alik.

Adalah Dr. Warsito yang menemukan dan mengembangkan teknologi ECVT ini. Ilmuwan muslim dari Indonesia ini juga sebagai pemilik paten ECVT yang didaftarkan di dokumen paten AS. Dr. Warsito meraih gelar pendidikan S1 s.d S3 di Shizuoka University, Jepang. Dia adalah Ketua Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) dan Ketua Dewan Penasehat Institute for Science and Technology Studies (Istecs). Pernah meraih penghargaan Tokoh Muda Indonesia (Gatra, 2003) dan meraih penghargaan Yang Mengubah Indonesia (Tempo, 2006). Dr. Warsito mengembangkan teknologi ECVT di Center for Tomography Research Laboratory (CTECH Labs), sebuah laboratorium pada ruang berukuran 5 x 8 meter di sebuah ruko berlantai dua di Tangerang. CTECH boleh saja disebut laboratorium “kelas ruko”, tapi karya yang dihasilkannya sungguh “berkualitas ekspor”. Betapa tidak, CTECH di bawah pimpinan Warsito berhasil menciptakan alat pemindai empat dimensi (4D) pertama di dunia. Karyanya itu diluncurkan pertama kali di Koffolt Laboratories, Department of Chemical and Biomolecular Engineering, Ohio State University, Columbus, Ohio, Amerika Serikat, November lalu.

Bangsa Indonesia harus bangga dengan temuan yang bisa diaplikasikan langsung secara luas di dunia industri ini. Temuan atas teknologi pencitraan secara 3 dimensi sempat menjadi headlines di media electronik maupun cetak yang menyangkut sains dan teknologi di seluruh dunia belum lama ini. Berita yang pertama kali dirilis oleh Ohio State Research News pada tanggal 27 Maret 2006 itu kemudian dikutip oleh ScienceDaily (AS), Scenta (Inggris), Chemical Online, Electronics Weekly dan hampir seluruh media pemberitaan iptek di segala bidang dari energi, kedokteran, fisika, biologi, kimia, industri, elektronika hingga nano-teknologi dan antariksa di seluruh dunia. (gtr/kt-uw/bi-mbu/hdn)

email

Keyword: , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (72 orang menilai, rata-rata: 9,54 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • muhai

    Alhamdulillah, ternyata orang islam indonesia tidak kalah hebat dari orang barat. Oleh karena itu kita harus menimba ilmu dan jangan malas belajar. Tulisan ini sangat menginspirasi, mungkin di tahun mendatang ilmuwan muslim indonesia dapat meraih nobel

  • maryam saraswati syahrir

    alhamdulilla….smoga ilmu yang dititipkan di Bapak warsito dapat bermanfaat dan menjadi bukti kebesaran Allah…slmat pak n salut

  • Auzan M hartanto

    Salut….salut…..semoga akan lebih banyak lagi temuan yg luar biasa dari anak bangsa Indonesia…..
    jangan hanya bank century saja yang di pikir…..tapi bangsa ini harus maju……Dr Warsito contohnya.
    beliau pasti tidak sempat memikirkan Pansus…Bank Century….Bp Boediono…..Maju bangsaku….

  • Isman

    wah………bisa ga yah klo q yg nyoba?

  • dyah nafsi

    masya Allah……………… yangmenciptakan akal manusia sedemikian sempurna. kenapatidak di pakei di Indinesiasaja yyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy??????????????????????????????? kan yang berhasil menciptakan orang INDONESIA.

  • Boedak lieur

    wah yg di kasih iradah oleh allah ciptain ECVT orang indonesia, knp bangsa lain yg memakainya? Adh lieur euy!

  • Billy

    Alhamdulilah di luar negri sana karya pak Warsito lebih diapresiasi dibanding dinegara sendiri

  • Sastra

    Alhamdulillahhirrobbil’alamin Allah telah memberikan Manusia Akal dan Pikiran, apa yang ada di alam dapat dipelajari dari Al Qur’an. Subhanallah. Amin. Muslim dan Muslimah berkarya demi Islam dan membela Nusa Bangsa.

  • Indra moeis

    itulah bukti pemerintah indonesia kurang/tidak mampu memakai sdm……yg ada di negri sendiri. gak tahu apa yang harus dilakukan dengan sdm yg banyak ini

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia