ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Menjual Semua Hartanya untuk Sedekah, Malah Kaya Raya…

Mesir Tolak Buka Perbatasan Rafah

9/1/2009 | 11 Muharram 1430 H Please wait
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print
email

dakwatuna.com- Jakarta – Salah satu misi kunjungan Hidayat Nur Wahid bersafari ke Timur Tengah adalah melobi pemerintah Mesir untuk membuka pintu Rafah. Namun misi itu gagal, bahkan Presiden Mesir Husni Mubarak menolak memenuhi undangan pertemuan dengan Ketua MPR-RI dan 13 pemimpin negara Arab.

“Kami berusaha menemui Presiden Mesir, namun beliau tidak bersedia ditemui dengan alasan waktunya tidak tepat,” kata Hidayat di Kantor DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (9/1/2009).

Namun demikian beliau berhasil mengadakan pertemuan langsung dengan 13 pimpinan negara-negara Timur Tengah. Hasil pertemuan adalah kesepakatan melanjutkan lobi dan tekanan pada pemerintah Mesir agar bersedia membuka pintu perbatasannya dengan Palestina di Rafah bagi para sukarelawan kemanusiaan.

Perbatasan Rafah merupakan satu-satunya jalur menuju Palestina yang tidak dijaga oleh militer Israel. Oleh karenanya jalur ini menjadi harapan para sukarelawan dari segala penjuru dunia untuk bisa menyampaikan bantuan mereka pada rakyat Palestina.

Sayangnya pihak Mesir berkeras tidak bersedia membuka gerbang Rafah kecuali ada persetujuan dari pihak Israel. Tanpa ada jaminan keselamatan dari Israel, maka gerbang Rafah tetap tertutup baik bagi warga Palestina yang berusaha keluar dari blokade atau masuknya bantuan kemanusiaan dari berbagai penjuru dunia ke Jalur Gaza.

Sementara itu puluhan aktivis Persaudaraan Muslimah Indonesia (SALIMAH) menggelar unjuk rasa di kedutaan besar pemerintah Mesir.

Wiryaningsih, ketua umum Persaudaraan Muslimah Indonesia, mengatakan Mesir tidak kunjung membuka perbatasannya di Rafah bagi para sukarelawan untuk memasuki Palestina. Alasannya daerah perbatasan yang dijaga tentara Mesir dan PBB tersebut juga tidak luput dari serangan udara Israel.usai diterima perwakilan Kedutaan Besar Mesir di kantor Kedutaan Besar Mesir, di Jl Teuku Umar, Jakarta, Jumat (9/1/2009).

“Pintu itu ditutup karena sering terjadi serangan udara di perbatasan. Tapi mereka bilang 6 bulan terakhir sudah mengirim bantuan lewat perbatasan itu,” ujar dia mengutip jawaban yang dia terima.

Menurutnya, prioritas utama pada sukarelawan ini adalah menyelamatkan ratusan anak-anak dan perempuan korban serangan militer Israel. Sejumlah spanduk menuntut penyelamatan anak-anak Palestina dibawa dalam unjuk rasa yang berlangsung tertib ini.

Ketika dunia, tanpa kecuali mengutuk serangan biadab Zionis Israel, bahkan negara sosialis, Venuzuela mengusir dubes Israil berikut pegawainya, mengapa Mesir masih tutup telinga dan tidak mau membuka pintu Rafah? Setiap umat yang masih mempunyai hati nurani hendaknya tergerakkan untuk membantu korban perang, anak-anak yang tidak berdosa, wanita yang tidak berdaya. Segera buka pintu perbatasan Rafah wahai penguasa Mesir! (detik/ut)


Topik: , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (6 orang menilai, rata-rata: 9,83 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • salma

    apakah ini pertanda bahwa PENYAKIT CINTA DUNIA DAN TAKUT MATI TELAH MENIMPA MESIRHUSNI MUBARAK ???!!Na'udzubillah!

  • Muhmmad ali musthofa

    Begitulah akibat dari runtuhnya Khilafah islamiyah, Segala Kepentingan Nasionalisme telah membunuh solidaritas dan kepentingan saudara seiman,Kekuasaan manusia lebih di takuti dari pada kekuasaan Allah Azawajalla,Kini saat nya kita semua sadar bahwa kekuasaan manusia atas manusia harus di luluhantakkan kita gantikan dengan kekuasaan Allah yang tiada batas..Insyaallah Kemakmuran akan tercurah dari langit …..Maju Terus allah selalu bersamamu..

  • Rika Fista

    tenang, pada akhirnya Yahudi Israel akan kalah. Bukankah Allah sudah menjanjikan? Bahwa Islam yang membunuh Yahudi yang menentang Islam itu halal! Bahkan mendapatkan pahala, sedangkan yang mati dalam medan perang melawan Yahudi akan diberikan surga. Pada akhirnya Islam akan menang, semua Yahudi dimanapun berada pasti akan terbunuh, pohon, batu-batu pun akan bersaksi dan berbicara tentang keberadaan Yahudi. Para Yahudi akan menerima azab dan siksa sesuai Al-Qur’an dan Firman-Nya.

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Harian Inggris: Ada “Mekah” di Kota London