ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Bukan Jomblo, Tapi Single
DR. Amir Faishol Fath

Umat Islam, Bersatulah!

3/1/2009 | 05 Muharram 1430 H Please wait

Kirim Print

dakwatuna.com – Dalam surah Ali Imran: 103, Allah swt. memerintahkan agar kita berpegang teguh terhadap tali Allah dan jauhi perpecahan. Dalam ayat tersebut Allah berfirman: wa’tashimuu bihablillah jamii’aw walaa tafarraquu. Dalam kata wa’tashmuu terkesan makna keharusan bersungguh-sungguh memegang tali Allah. Jangan main-main –apalagi mempermainkan– sedikitpun. Lalu dari kata jamii’aa, tergambar makna bersama-sama, saling melengkapi, penuh nuansa persaudaraan, tanpa sedikitpun permusuhan. Lalu dipertegas lagi dengan kata walaa tafarraquu yang artinya jangan berpecah belah. Allah tidak berfirman: walaa takhtalifuu (jangan berbeda pendapat), sebab perbedaan pendapat dalam wilayah fikih adalah fitrah. Masing-masing manusia Allah bekali kecerdasan akal yang berbeda. Pun juga masing-masing mempunyai kesungguhan yang berbeda dalam mencari ilmu. Maka sudah pasti perbedaan pendapat akan sulit dihindari. Karenanya Allah tidak melarang perbedaan pendapat.

Berdasarkan hal tersebut, perbedaan pendapat pasti akan terjadi sekalipun di zaman Rasulullah saw. Banyak riwayat yang merekam perbedaan pendapat antara para sahabat seperti perbedaan pendapat terhadap teks hadits yang memerintahkan shalat Ashar di Bani Quraidzah. Sebagian sahabat paham bahwa maksudnya bukan tempatnya, melainkan segeranya pergi ke Bani Quradzah. Sebab, shalat Ashar ada waktunya yang tidak bisa ditunda. Namun sebagian sahabat memahami hadits apa adanya, sekalipun kemudian mereka shalat Ashar setelah masuk waktu Maghrib di Bani Quraidzah. Tetapi ternyata perbedaan pendapat tersebut tidak mebuat mereka berpecah-belah. Mereka tetap bersatu dan bersinergi. Demikian juga perbedaan pendapat antara para imam madzhab fikih yang empat: Hanafi, Maliki, Hanbali, dan Syafi’i. Mereka sangat toleran dan saling menghormati. Bahwa perbedaan fikih bukan suatu yang harus menyebabkan perpecahan. Ketika Imam Syafi’i diminta menjadi imam shalat Subuh di pusat wilayah madzhab Hanafi, ia tidak membaca qunut. Ketika ditanya, ia menjelaskan bahwa itu sikap hormat terhadap pendapat madzhab Hanafi yang tidak membaca qunut pada saat shalat Subuh.

Lebih-lebih sekarang, kita menyaksikan umat Islam dibantai dari berbagai arah. Bukan hanya serangan pemikiran, melainkan lebih dari itu: serangan senjata yang menelan ratusan nyawa. Maka bukan saatnya lagi kita centang perenang sibuk dengan perbedaan fikih, perbedaan bendera partai, atau perbedaan nama golongan. Allah yang kita sembah masih sama. Kiblat shalat kita juga masih sama. Jumlah rakaat shalat fardhu kita tidak ada bedanya. Nabi yang kita ikuti juga sama. Nama agama kita sama. Tempat kita melaksanakan ibadah haji juga sama. Lalu apa yang akan membuat kita tidak mau bekerja sama? Apakah hanya karena perbedaan pemahaman terhadap satu teks ayat atau hadits secara fikih lalu kita berpecah belah, saling menjatuhkan bahkan saling menyesatkan?

Sejauh yang saya amati, perbedaan antara kelompok umat Islam yang ada masih sekitar perbedaan fikih dan cara berdakwah. Sebagian mengambil yang tradisional dan sebagian lebih akademis. Sebagian menitikberatkan kepada dakwah dari masjid ke masjid, dan sebagian yang lain fokus pada ashalah sunnah sesuai dengan teks sahih dari Rasulullah saw. Karenanya, kelompok ini sangat teliti mengecek kesahihan hadits dan menyajikannya secara ilmiah. Sebagian fokus pada perbaikan sosial politik supaya lebih bersih, lebih memihak kepada kemaslahan masyarakat secara umum dan lebih sesuai dengan ajaran Islam yang kaffah. Sebagian yang lain memilih misi dakwahnya mengcounter pemikiran sesat. Semua kondisi ini sungguh tidak cukup alasan untuk berpecah-belah.

Karena itu, ayo bersatulah, wahai umat Islam! Umat ini sangat membutuhkan persatuan kalian. Tidak ada persaudaraan tanpa persatuan. Allah tidak akan pernah menurunkan rahmat dan pertolonganNya kepada umat yang berpecah-belah. Karena itu, tanamkan budaya ishlah “fa ashlihuu” karena ini jalan satu-satunya untuk menegakkan persaudaraan (ukhuwah). Allah berfirman dalam surah Al-Hujuraat: 10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu; dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat).”

Wallahu a’lam bishshawab.

Dr. Amir Faishol Fath

email

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (16 orang menilai, rata-rata: 8,44 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • http://abdillahmt.blogspot.com Abu Irsa

    Pernakah kita memperhatikan sebuah rumah yang indah? Kita semua tahu kalau rumah tersebut tersusun dan terbentuk dari berbagai macam unsur berbeda; air, besi, kayu, batu dll. Tapi mereka saling menguatkan dan memahami tugas mereka masing2. Sehingga batu bata ikhlash kalau dirinya dilapisi oleh semen dan pasir. Semen dan pasir rela kalau dirinya dilapisi oleh cat. tetapi mereka begitu HARMONIS dan berSINEGI untuk membentuk sebuah bangunan yang kokoh dan indah.

    Wahai umat Islam…..! MARILAH kita bersinergi dalam satu bangunan ISLAM sehingga orang akan ta'jub melihat keindahan bangunan ISLAM ini….

    الله أكبر

  • Celly

    Bener banget….Umat islam hrs bersatu….kalo gak wah….berantakan deh. Tapi koq malah sesama islam berantem berarti belum bersatu dong….

  • http://www.alqurandata.com budi pracoyo

    Sebuah hadist menyebutkan :

    “ada 73 golongan dalam islam, dan hanya 1 yang akan masuk jannah yaitu “Al Jama’ah”

    Bagi saya, Al Jama’ah adalah mereka yg bersatu dan tidak menggolongkan diri.

    QS.006.159 Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan ,tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.

    Wallahu a’lam

  • b.muhadi

    Subhanallah,jazakumullah khoiron katsiro,kpd yg kami hormati,guru kami Dr.Faisol.mudah-mudahan di panjangkan umurnya uantuk kepentingan ummat,juga sahabat kami Ust m.nuh,dan sabat-sahabat yg tidak bisa disebut satu per satu khususnya team dakwatuna mari berkarya terus untuk ummat agar umat ini lebih cerdas mensikapi permasalahan dunia untuk akherat,yaitu da’wah lewat situs ini.allahu Akbar walillahilkham.

  • ILHAM

    siapa yg terlebih dahulu harus bersatu? (tentunya ulama & umaronya). Umat islam saat ini sangat lemah karena tidak punya pemimpin, mayoritas miskin harta & ilmu, lemah semangat, tidak disiplin dan bercerai berai.

  • http://dakwatuna.com iswan hunaka

    Assalamualaikum saudaraku seiman,sebenarnya umat Islam tidak akan terpecah belah dan bercerai berai kalu setiap umat Islam mau memahamai dan mengamalkan Alquran dan Assunah, krn kita dininabbkan oleh keadaan zaman yg membuat kita lupa mengingat Allah, mengamalkan AlQura & Assunah. tidak ada yg membedakan lagi antara kaya,miskin,pegawai, petani, pedagang, semua itu ibarat satu tubuh, yaitu Islam saling menguatkan satu dg yg lain.

  • Delpiero

    Memble, tapi kece..

  • suhandi

    Mungkin sudah ribuan kali diserukan agar umat Islam ini bersatu, tapi sampai saat ini baru sampai tingkat seruan saja, bahkan seperti persatuan semakin jauh dari persatuan.Dan yang membikin tidak bersatu adalah para elite Islam yang ada di posisi pimpinan, karena yang bawah ini bisanya ngikut apa kata ulamanya. Jadi siapa yang salah?

  • http://nainunus.multiply.com kerandakayu

    assalamualaikum …

    jika disebut pada firman Allah yang bermaksud ” berpeganggan teguhlah kamu pada tali Allah jangan ada yang berpecah belah ” maka sudah tentu hanya yang benar dan teguh pada ruh dan jasad menjadi umat yang bersatu walau dimana benua mereka berada , dan barang pasti mereka yang kendur hanyalah menjadi hiasan duniawi .

  • Dino Rinaldi

    Terus terang sebetulnya sudah lama dan sering digaungkan himbauan untuk bersatu, tapi kenyataanya berkata lain! Saudara2 kita yang mungkin secara aqidah dan masalah2 fiqh sering sama, tapi untuk urusan perjuangan politik mereka malah menjelek-jelekan bahkan cenderung memecah belah kesatuan ummat. Hasilnya pemilu kemarin terlihat sekali, umat Islam banyak yang lari memilih partai sekuler!….

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia