Donasi Dakwah
Mensikapi Berbagai Bencana dan Musibah
Hari ini: Jumat, 21 Dzulqaidah 1429 H - 21 Nopember 2008 M
"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?'." (Fushshilat: 33)

« sebelumnyasesudahnya »

29/6/2008 | 24 Jumadil Akhir 1429 H | Hits: 2.138

Uskup Perancis: Kenapa Masjid Penuh dan Gereja Kosong?!

Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim

dakwatuna.com - Paris, setelah kurang dari satu bulan adanya warning dari salah seorang pendeta Vatikan, berupa issu apa yang mereka sebut sebagai “Islamisasi Eropa”, di Perancis diadakan kegiatan Pertemuan Akbar Umat Masehi di bawah koordinasi Gereja Katholik, dengan agenda mengkaji Islam, upaya pengenalan Islam, sejarah dan peradabannya. Di tengah-tengah pertanyaan yang sering dilontarkan oleh beberapa uskup, tentang sebab kenapa masjid selalu penuh dengan orang shalat, sedangkan gereja kosong dari orang beribadah di Eropa secara umum.

Gereja Katholik merasa perhatian dengan adanya fenomena tersebar dan meluasnya Islam, berkembangnya pemeluk agama Islam secara pesat di Perancis dan Eropa.

Yang membuat mereka tambah heran adalah, tempat diadakannya kegiatan itu, ternyata melewati sebuah masjid kecil yang penuh dengan jama’ah Jum’atan. Di situ dikumandangkan khutbah dan selanjutnya didirikannya shalat Jum’at.

Perhelatan akbar itu diikuti sekitar 40 uskup dari seluruh penjuru Perancis. Salah seorang uskup berkomentar, bahwa pertanyaan seputar berkembangnya Islam secara pesat sudah ada semenjak beberapa tahun lalu, dan pentanyaan itu adalah, apa rahasia masjid penuh di Perancis, berbeda sama sekali dengan kondisi Gereja yang malah dijauhi?!

Sekularisasi… Adalah Sebabnya

Kajian seputar mengapa orang Perancis meninggalkan gereja, telah diungkapkan oleh seorang uskup, Michal. Ia berkata: “Fenomena ini bukanlah hal baru, karena ini berkaitan erat dengan sejarah permusuhan panjang antara negara dan gereja, di mana dalam banyak periode yang panjang, gereja dipinggirkan peranannya dalam kehidupan secara umum.”

Sebagaimana juga masyarakat Perancis lebih cenderung sekular, memisahkan agama dengan kehidupan atau negara.

Para peserta sepakat bahwa masjid-masjid di Perancis mejadi bukti penerimaan luar biasa masyarakat Perancis, dan itu tidak hanya dari kalangan imigran, justeru banyak juga dari orang-orang Perancis asli dari generasi ke dua atau ke tiga, yang mereka sama sekali tidak bisa berbahasa Arab.

Data statistik resmi Pemerintah Perancis menyebutkan bahwa jumlah orang yang kembali dan masuk ke agama Islam di Perancis sampai sekarang ada lima puluh (50) ribu orang, sedangkan total muslim Perancis ada enam (6) juta jiwa.

Pelataran Sebagai Bukti

Bukti jelas bahwa masjid mendapat penerimaan yang luar biasa dari masyarakat Perancis adalah tidak tertampungnya jama’ah shalat Jum’at di masjid, sehingga harus digelas tikar dan sajadah sampai ke luar area masjid, dan ini kadang menyulitkan samping kiri-kanan lingkungan masjid.

Haji Mamdu Ibrahim, salah seorang pengelola masjid “Al Fath” mengatakan bahwa setiap hari Jum’at kami harus menggelar tikar di luar area masjid dikarenakan jumlah jama’ah shalat Jum’at tidak tertampung lagi. Kondisi ini menyebabkan pemilik tempat sekitar masjid komplain.”

Ketua Persatuan Organisasi-organisasi Islam di Perancis, Ibriz menguatkan bahwa, “Tidak diragukan lagi adanya penerimaan luar biasa terhadap Islam di Benua Eropa, ini menandakan bahwa Islam sangat diterima dan mampu meyakinkan masyarakat, meskipun Islam sendiri diterpa issu penodaan dan pelecehan.”

Jumlah masjid di Perancis sekitar seribu lima ratus (1500) masjid. Data dari organisasi muslim di Perancis menunjukka bahwa jumlah umat Islam di Benua Eropa mendekati tiga puluh delapan (38) juta muslim Eropa, sekitar sepuluh persen (10%) total penduduk Eropa. (io/ut)

Kirim | | Trackback | Ke atas

Naskah Terkait:


Pembaca Naskah Ini, Juga Membaca:


Ada 7 Komentar:


  1. Isti menulis:

    Subhanallah!
    apakah ini merupakan salah satu tanda-tanda akhir zaman yang berbunyi “Matahari terbit dari barat dan tenggelam di timur”. Hal ini apakah dapat dianalogikan sbb : Islam = matahari / cahaya. Terbit dari barat = masuk ke negara barat/eropa. Tenggelam di timur = mulai menurun di negara timur / asia


  2. suargo menulis:

    namun sayangnya di Indonesia pertambahan gerejanya semakin meningkat….smoga ini menjadi evaluasi kita…Semoga Allah memelihara dakwah ini menuju kemenangan


  3. Abdullah H M menulis:

    Subhanallah, Allahu Akbar


  4. triesna menulis:

    Subhanallah,Allahu Akbar
    jelas masyarakat eropah sadar akan krisis rohani & krisis ahlak.., namun negeriku kelihatan sudah mendekati pupus ketidaksadaranya, sungguh terbalik (terutama kaum muda & remaja).


  5. sofi menulis:

    subhanallahtugas kita untuk memelihara dakwah di negeri ini,


  6. dean mark levene menulis:

    Semoga dengan meningkatnya jumlah muslim di Eropa, akan menyebabkan perbaikan akhlak european pada umumnya. Setelah jumlah muslim cukup banyak, harus dipikirkan agar umat dapat mempunyai wakil di parlemen, Insya Allah.


  7. deny al banna' menulis:

    al Islaamu ya’lu wala yu’la ‘alaih

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Semua komentar yang masuk akan kami review dahulu sebelum ditampilkan di sini.

« sebelumnyasesudahnya »