Sekolah Tinggi “Ibnu Rusyd” Paris Raih 2 Prestasi

23/7/2008 | 20 Rajab 1429 H | Hits: 765
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com - Paris, Sebuah Sekolah Tinggi di wilayah bagian Utara Perancis meraih dua prestasi. Prestasi pertama, mendapatkan akuisasi resmi dari pemerintah, sehingga mendapatkan hak subsidi dana pendidikan dari Pemerintah, setelah selama lima tahun berjuang untuk mendapatkannya.

Prestasi kedua, semua mahasiswa lulus dengan prestasi memuaskan, Tingkat Diploma Tiga, pada tahun ini.

Ketua Sekolah Tinggi Dr. Ammar Al Ashfar dalam kesempatan wisuda akhir tahun menyatakan: “Pada hari ini kami bernafas lega, setelah lima tahun kami berjuang mendapatkan legalitas dari pemerintah. Selama ini kami berjuang sendiri dengan dibantu umat muslim Perancis.”

Undang-undang Perancis mensyaratkan sekurang-kurangnya lima tahun telah berjalan proses belajar-mengajar di universitas untuk mendapatkan subsidi dari pemerintah dengan memperhatikan capaian-capain akademik yang sangat ketat.

Sekolah Tinggi “Ibnu Rusyd” didirikan pada tahun 2003. Lembaga ini menjadi lembaga pertama yang menampung mahasiswi muslimah yang terkendala kuliah di lembaga pemerintah hanya karena mereka berhijab, karena ada undang-undang yang melarang adanya simbol-simbol agama dalam dunia pendidikan.

Al Ashfar menambahkan: “Kami akan mendapatkan subsidi dari pemerintah pada tahun depan sekitar tujuh puluh persen dari total kebutuhan pendidikan. Kami akan menerima bantuan sebesar tiga ratus ribu Euro. Terlepas dari subsidi materi ini, yang lebih penting adalah bahwa kami merupakan pertama Sekolah Tinggi dan Lembaga Pendidikan Muslim yang diakusi Pemerintah dalam sejarah Perancis.”

Selain “Ibnu Rusyd”, ada lembaga satu lagi yang berada di kawasan tengah Perancis, yaitu “Al Kindi”. Lembaga pendikan ini mendapatkan kendala pada tahun 2007 di dalam memulai pembukaan pendidikan. Dan tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah sampai sekarang.

Sekolah Tinggi “Ibnu Ruysd” yang dibuka pada tahu 2003 itu hanya memiliki mahasiswa enam belas mahasiswa-mahasiswi saja. Sekarang telah mencapai sembilan puluh mahasiswa dan mahasiswi, dan mahasiswinya kesemuanya memakai hijab. Dan target pada tahun ajaran mendatang mencapai seratus tujuh mahasiswa-mahasiswi. (io/ut)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (2 orang menilai, rata-rata: 6,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 3 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »