Pusat Informasi Jembatani Islam dan Hollywood

20/12/2008 | 21 Zulhijjah 1429 H | Hits: 817
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Abu Dhabi, Lembaga Kajian Brookings yang berpusat di Washington, Amerika bekerja sama dengan Persatuan Produser Film di Hollywood mendirikan Pusat Penyedia Informasi-Informasi yang benar dan objektif terkait tokoh-tokoh muslim yang konsen pada kerja perfilman atau pertelevisian guna membuat film-film Amerika.

“Pusat Informasi umat muslim untuk perfilman” ini bertujuan menghubungkan antara dunia Islam dan produksi perfilman terbesar di dunia -Hollywood-, dengan cara menyelenggarakan berbagai seminar, diskusi, yang melibatkan para pembuat kebijakan, politisi, dengan para pembuat film -produser, penulis skenario, pemain film, sutradara- berdiskusi seputar peristiwa dan hal-hal yang berhubungan dengan umat muslim.

Pusat Informasi ini membangun basis informasi dengan cara mengkaji, menganalisa pendapat, peristiwa yang terjadi secara cepat, kajian-kajian dan pengalaman-pengalaman orang tentang dunia Islam dan umat muslim, bekerja sama dengan Lembaga Kajian Pemikiran Umum Gallub di wilayah Amerika Serikat.

Pentingnya Pusat Informasi ini diungkapkan Michael Wolfe, salah satu pelaksana lembaga ini yang telah masuk Islam pada tahun 1980, pada surat kabar pemerintah “The National”:

“Surat kabar kami penuh dengan berita-berita seputar umat muslim, baik di Timur Tengah atau Timur Asia. Namun ketika dicoba dimasukkan dalam sebuah film, sangat minim informasi dan pengetahuan tentang mereka.”

Seorang produser sinema Amerika terkemuka (24), Howard Gordon mengemukakan:

“Bahwa Hollywood merupakan sebuah kota yang sempit, karena sahabat-sahabat saya sangat minim pengetahuannya tentang Islam, sebagaimana mereka tidak mengetahui kelompok-kelompok apa saja yang tidak berafiliasi terhadap Islam, juga terutama karena para penulis muslim di Hollywood sangat sedikit.”

Gordon mengisyaraktkan pada waktu musim akhir ini dari sinema 24 berusaha menampilkan tokoh-tokoh Islam dalam kajian-kajiannya, dan inilah salah satu tujuan pusat informasi ini.

Butuh Proses

Pusat Informasi ini berusaha menyuguhkan gambaran apa adanya tentang Islam dan umatnya di Barat secara umum, dan lebih khusus di masyarakat Amerika secara khusus.

Ini membutuhkan waktu yang panjang dan berproses dalam mengembalikan citra Islam dan muslim di mata masyarakat Amerika, dan karena para produser dan penulis di Hollywood memiliki keterbatasan waktu untuk mengkaji informasi-informasi seputar Islam dan umat muslim.

Senada dengannya, Dalia Mujahid, seorang peneliti di Lembaga Gallub menyebutkan: “Beragam sebab hubungan umat muslim dan masyarakat Amerika mengalami problem, sehingga membutuhkan waktu yang panjang untuk meluruskan dan memperbaikinya.”

Pusat informasi ini memberi layanan secara gratis lewat website yang dimilikinya, berupa fasilitas pertanyaan-pertanyaan yang mendalam seputar Islam dan umat muslim, dan pertanyaan-pertanyaan instan sehari-hari.

Pusat Informasi ini sudah mengadakan diskusi dengan judul “Hollywood dan Dunia Islam” di Pusat Pertunjukan Film Abu Dhabi pada bulan Oktober lalu, yang dihadiri lebih dari 100 pelaku perfilman, yang mendiskusikan seputar bagaimana mengambil manfaat dari informasi-informasi yanng disuguhkan Pusat Kajian ini. (io/ut)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (1 orang menilai, rata-rata: 5,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 5 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »