Navigasi: Home > Alam Islami > Kebangkitan Nasional, Menuju Indonesia Emas

Kebangkitan Nasional, Menuju Indonesia Emas

20/5/2008 | 15 Jumadil Awal 1429 H | Hits: 1.768
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

Bendera Merah Putihdakwatuna.com - Tanggal 20 Mei lazim diperingati oleh bangsa Indonesia sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Harkitnas tahun ini lebih istimewa karena genap berumur 100 tahun. Namun apakah angka yang terbilang umur dua generasi itu telah membawa perubahan berarti bagi bangsa Indonesia di segala bidang? Sebab, bagi suatu bangsa jika sekarang lebih baik dari sebelumnya, bangsa itu adalah bangsa yang maju.

Dalam rangka memperingati 100 tahun Harkitnas, Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ 165 mengadakan serangkaian kegiatan diantaranya Pentas Seni dan Pameran Korwil ESQ dari seluruh Indonesia, Talkshow untuk Pemuda dan Mahasiswa, dan Pagelaran Budaya. Puncaknya adalah Penandatangan Prasasti 7 Budi Utama dan dilanjutkan Gerak Jalan 100th Kebangkitan Nasional. Acara yang dipusatkan di Menara 165, Jakarta Selatan, Selasa, 20 Mei 2008, itu dihadiri lebih dari dua puluh ribu peserta dari berbagai daerah di Nusantara dan manca Negara seperti Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand, dan Filipina.

Sebelum kegiatan gerak jalan di mulai, ada beberapa rangkaian acara yang telah disiapkan. Sebagaimana tradisi ESQ, pembawa acara menyapa utusan peserta dari semua daerah, dan serunya ketika daerah mereka disebut, riuh-semangat dan tepuk tangan mewarnai suasana acara pembukaan itu. Tampak hadir pula sejumla tokoh nasional Taufiq Effendi, Adiaksa Dault, Fahmi Idris, AM Fatwa, dan Din Syamsuddin.

Ary Ginanjar Agustian, penggagas acara itu, dalam sambutannya mengatakan, “Negeri ini masih terbelit permasalahan yang pelik bak lingkaran setan. Krisis dan kondisi tidak menentu membayangi masa depan bangsa ini. Sehingga perlu ada usaha sungguh-sungguh dari semua elemen anak bangsa untuk bangkit memperbaiki diri dan memberi kontribusi untuk kemajuan bangsa besar ini.” Ia menegaskan,Langkah itu dimulai dari diri sendiri, yaitu dengan mengikrarkan diri 7 Budi Utama: jujur, tanggung Jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli. Itulah nilai moral bangsa menuju Indonesia Emas 2020.”

Menpora Adyaksa Dault melepas peserta gerak jalan dengan doa. Semua peserta khusyu’ mengamini munajat panjang itu. Semoga semangat Kebangkitan Nasional ini menjadi darah segar yang menguatkan tekad seluruh anak bangsa untuk berubah menjadi yang lebih baik.

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya. Dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” Al-Ra’du:11 (ut)

Gambar: blognya-deen.blogspot.com



Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (4 orang menilai, rata-rata: 5,75 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Sambut Ramadhan dengan pemahaman yang utuh, hati yang bersih, dan fisik yang sehat.
Simak kajian khusus Ramadhan, klik di sini.

Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.

Ada 4 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • prihatin mengatakan:

    Kalau saja penerima2 amanah yg menjalankan roda kehidupan bangsa ini berhati ikhlas, jujur, tdk hanya memikirkan diri sendiri atau golongannya dan tulus mengemban tugas yg berat dan mulia ini, tentu semangat kebangkitan bangsa ini akan terpateri jg dlm jiwa rakyat bangsa ini. Namun fakta yang terlihat adalah pada saat sebagian kecil anak bangsa ini memperingati 100 thn harkitnas, sebagian besarnya bergulat melawan kehidupan yang kian mencekik. Mereka tidak peduli dengan kata HARKITNAS karena kata itu bukan mantera yang dapat memmperbaiki nasib mereka. Mereka tidak butuh upacara2 yang tidak mengangkat nasib mereka kedalam kehidupan yang layak. Yang mereka butuhkan adalah kepekaan para penerima amanah, lapangan pekerjaan dan perbaikan kehidupan sehingga mereka bisa sejajar dengan bangsa2 yang lebih maju dan bangga menjadi anak bangsa Indonesia. Wallahu ‘Alam.

  • Satmoko mengatakan:

    Para petani nampaknya kurang mengerti makna kebangkitan, yang mereka tahu pada tgl. 20 malam mereka melihat di TV ada perayaan akbar di Jakarta yang dihadiri para tokok negara. mungkin wakil rakyat perlu turun menyampaikan penjelasan ttg kebangkitan ini kpd para petani, mengingat para petani itulah mayoritas yang memilih anggota DPR yang ada saat ini. semoga getaran pekik kebangkitan ini dapat menggetarkan radar hati semua lapisan bangsa ini sehingga bagi mereka yang biasa korup mau menghentikan kebiasaannya itu. Amiiiiiiiin

  • muhammad mengatakan:

    Salam setahu saya yang pakai kiraan tahun 2020 itu berasal dari gerakan Amerika Eagle 2020 gerakan yang menghapus Islam seluruh dunia .Apa kiranya Pak Ary dengan ESQ 165 dengan uslub dakwah berasas musik itu boleh menganjak kan warga indonesia.

  • [...] Ayo kawan saatnya kita bergerak, tentukan pilihan di Pemilu 2009 ini. Ayo bersama – sama kita melakukan yang terbaik sesuai bidang kita masing – masing untuk kemajuan negeri ini. Ayo kita bergerak menuju era kejayaan Indonesia Emas 2020! [...]

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »

Switch to our mobile site