Hong Kong Menyelami Perbankan Islam

3/12/2008 | 04 Zulhijjah 1429 H | Hits: 784
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Hongkong, meskipun gonjang-ganjing finansial menghantam pasar dunia, namun Hongkong tetap akan mengeluarkan produk-produk keuangan Islam, sebagai langkah awal dan penting, agar tetap menjadi kiblat industri keuangan Islam di Asia.

Dalam rilis yang disampaikan di perwakilan berita Barnama, Wakil Ketua Lembaga Keuangan Hongkong, Eddie Yue mengatakan:

“Tidak ada keraguan sedikit pun dalam langkah kami untuk menerbitkan produk industri keuangan Islam di Hong Kong. Prioritas kami adalah menancapkan kaki kuat dalam membentuk pasar produk-produk Islam.”

Ia menjelaskan target dari program ini adalah agar Hong Kong memberi kesempatan bagi para investor Timur Tengah dan Asia yang peduli dengan industri keuangan Islam.

Yue menjelaskan bahwa dengan masuknya industri keuangan Islam merupakan produk baru dalam sistem keuangan Hong Kong, dengan demikian akan menambah prestasi Hong Kong dalam hal pelayanan keuangan di Asia.

Singapura Mengikuti Jejak Berikutnya

Yue mengatakan bahwa dalam waktu dekat Hongkong akan bekerjasama dengan negara tetangga, Singapura dalam hal penerbitan fasilitas sukuk, tahun depan. Gunanya untuk menguatkan pertumbuhan industri keuangan Islam.

Direktur Utama Pusat Bank Singapura mengatakan: “Bahwa sejumlah lembaga-lembaga keuangan menunjukkan perhatiannya dalam mengatur fasilitas sukuk Islam.”

Sukuk Islam sendiri sesuai dengan syariah Islam yang melarang menarik riba atau manfaat tambahan, dan berdasarkan atas pembagian keuntungan. Lembaga-lembaga yang konsen dalam menggunakan produk-produk Islam, selalu memberikan sejumlah laba atau uang untuk investor dari keuntungan proyek-proyek perdagangan, sebagai ganti dari riba.

Sebagaimana penerbitan fasilitas sukuk Islam juga tidak berinvestasi dalam kegiatan-kegiatan yang diharamkan, seperti terkait alkohol, perjudian, bisnnis persenjataan, tembakau, daging babi, dan materi-materi pronografi.

Persaingan

Pengamat ekonomi melihat bahwa kesuksesan Hongkong bisa dilihat dari kiprah dan kiblatnya bagi sistem keuangan di Asia, meskipun sebagai pemain baru. Dan dengan masuknya sistem industri keuangan Islam, akan menambah menarik para investor.

Para pengamat itu mengingatkan bahwa Hongkong dan Singapura akan menghadapi persaingan kuat dari negara tetangganya, Malaysia sebagai pusat keuangan dan perbankan Islam di Asia.

Industri keuangan Islam, merupakan salah satu produk keuangan dunia yang berkembang sangat pesat, karena nilai investasinya mampu melebihi 1 trilyun dollar.

Pengamat ekonomi menegaskann bahwa penerbitan fasilitas sukuk Islam mampu menarik jumlah besar investor dari berbagai belahan dunia, yang menjadikan beberapa negara membuka produk Islam ini.

Sebagaimana dalam survai terbaru, bahwa pembelian dan pengeluaran fasilitas sukuk Islam tidak hanya khusus bagi investor dunia Islam, bahkan Eropa dan Amerika Serikat tertarik untuk mengembangkan produk-produk Islami ini. (io/ut)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (1 orang menilai, rata-rata: 6,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 3 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • ashofat mengatakan:

    negara yang islamnya minoritas banyak yg melirik pada produk keuangan islam, ini menandakan bahwa hukum islam memndang kedepan untuk kemaslhatan umat manusia.
    negara kita yg mayoritas jangan sampe tertinggal, perbanyak bank yang berbasis syariah, yang bener2 syariah bukan hanya kedok saja.

  • jundullah mengatakan:

    Indonesia harusnya lebih unggul dalam mengeluarkan industri produk2 ekonomi Islam dibandingkan negera jiran Malaysia. Namun kenyataannya tidak. PR buat kita semua, bahwa harus ada i’tikad baik dari pribadi-pribadi muslim untuk ikut terlibat dalam produk2 ekonomi syari’ah.

  • yusuf mengatakan:

    Alhamdulillah, banyak sekali informasi menggembirakan sekaligus membanggakan akan penerimaan sistem ekonomi Islam di dunia Barat maupun Timur. Alangkah baiknya kalau informsi-informasinya lebih lengkap menjawab 5H W, sehingga bisa dijadikan rujukan. Artikel ini maupun beberapa artikel sebelumnya belum cukup memberikan informasi itu. Syukron

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »