Diperkirakan 350 Syuhada’ dan 800 Luka Parah di Gaza

28/12/2008 | 29 Zulhijjah 1429 H | Hits: 1.452
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print
Penduduk Gaza Palestina menyelamatkan barang-barang mereka setelah serangan udara militer Israel

Penduduk Gaza Palestina menyelamatkan barang-barang mereka setelah serangan udara militer Israel

dakwatuna.com- Gaza: Selama lebih dari 41 tahun Palestina di bawah penjajahan Israel, korban kali ini yang terbanyak. Lebih dari 271 warga Palestina gugur sebagai syuhada dan 750 lainya luka-luka dalam serangan besar-besaran roket Israel Sabtu (27/12).

Lebih dari 200 pesawat tempur F 16 Israel meraung-rang di atas langit Gaza. Mereka melancarkan serangan besar-besaran, membunuh warga Palestina tak berdosa. Lebih dari 50 titik serangan Israel kemarin bergema di seluruh Gaza. Kondisi ini diperparah dengan terputusnya aliran listrik di Gaza akibat blockade serta habisnya obat-obatan di sejumlah rumah sakit, mengakibatkan jumlah korban yang jatuh lebih banyak.

Departemen kesehatan Palestina menyebutkan, lebih dari 271 warga meninggal dan 750 lainya luka-luka. 200 diantaranya luka parah. Mereka terdiri dari anak-anak dan wanita. Kemungkinan korban akan terus bertambah. Jumlahnya bisa mencapai 350 orang.

Direktur emergency Palestina, Muawiyah Husnain menyebutkan, saat ini ada sekitar 15 syuhada yang gugur yang belum diketahui identitasnya. Sementara itu ada sekitar 80 syahid lainya yang sudah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Gaza dan puluhan lainya masih tertimbn di bawah reruntuhan gedung yang roboh akibat serangan udara Israel.

Hingga tadi pagi (Ahad 28/12) pasukan udara Israel belum berhenti melakukan serangannya ke berbagai wilayah di Jalur Gaza. Yang paling mengkhawatirkan ungkap Husnain adalah menipisnya cadangan obat-obatan serta peralatan emergency serta minimnya alat-alat untuk pembedahan. Ia menghimbau Negara-negara Arab dan ikatan Dokter internasional untuk mengirimkan obat-obatan secepatnya ke Jalur Gaza.

Mayoritas korban umumnya sangat mengkhawatirkan. Tidak mungkin mereka ditransfer ke luar Gaza, kecuali jika kondisinya sudah mulai mendingan. Tim Emergency juga meminta dikirimkan helicopter agar penanganan korban lebih cepat. (infopalestina)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (4 orang menilai, rata-rata: 9,50 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 14 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • Aby Zacky mengatakan:

    Ya Allah….Ridhoi mereka yang telah menjadi korban kekejaman Yahudi Israil
    Ya Rabb…Selamatkan mereka, saudara kami yang ada di jalur Gaza dari tangan -tangan Syetan Yahudi
    Semoga engkau menerima para Syuhada Palestina

  • Via mengatakan:

    Neraka adalah tempatnya Yahudi..terkutuklah kalian semua…kalian adalah pendusta Allah dan AgamaNya..Manusia Biadab dan terkeji dalam abad sejarah kehidupan..Ya Allah kami belum bisa membantu saudara2 kami di palestina selain Doa-doa dan dukungan..Derita mu wahai saudarku palestina adalah Syurga Allah yang senantiasa menanti para syuhada sebagai balasan akan pengorbanan jiwa dan harta..Allahu Akbar

  • ardi mengatakan:

    Laa khaula wa laa quwwata illaa billah. sekecil apapun kepedulian kita semoga menjadi berarti besar demi mengurangi penderitaan saudara2 kita di Palestina. ALLAHU AKBAR…!!!

  • maya haura mengatakan:

    wahai gaza…tanah mu sudah tercium bau surga..allahu akbar…

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »